AES771 Tentang KeIlahian Manusia

Beberapa waktu lalu mendapat kabar tentang buku yang baru saja diterbitkan oleh Gregg Braden. Salah satu tokoh - saintis yang menurut saya pemikiran-pemikirannya sangat holistik. Gregg banyak sekali meneliti tentang peninggalan peradaban-peradaban kuno, ancient civilizations - di seluruh penjuru dunia. Mungkin hanya satu peneliti yang punya minat dan bidang kajian seperti yang dia lakukan. Karenanya apa yang diungkapkannya juga sangat menarik. Di awal karirnya, Gregg juga bekerja di bidang teknologi, di industri pertahanan di Amerika Serikat. Karenanya pemahaman beliau tentang teknologi juga sangat mendalam.
Buku barunya Pure Human jadi sangat menarik - karena ditulisnya untuk membangkitkan kesadaran umat manusia terhadap potensi hilangnya 'sifat keIlahian' manusia karena hadirnya teknologi. Gregg menyadari betul agenda-agenda global yang dilakukan berbagai individu dan institusi - salah satunya melalui SDG. SDG yang secara tujuan tampaknya indah - tapi pendekatan dan rencana implementasinya berpotensi menghancurkan banyak sekali hakikat kemanusiaan kita. Ini yang mengerikan.

Kenapa tulisan dan video di bawah ini saya muat di sini, saya pikir ini sangat terkait ke ranah kesadaran diri, kemudian juga bagaimana kita semua memahami sakralnya manusia sebagai ciptaan Tuhan. Istilah Human Divinity - sifat keIlahian manusia sangat menggaris bawahi hal ini. Manusia memang diberi kecerdasan - tapi kecerdasan ini juga sangat perlu diimbangi dengan kesadaran. Masalah besarnya, kesadaran tidak muncul dengan sendirinya - karenanya ranah ini disebut dengan kesadaran. Sebaliknya kecerdasan dalam hal ini kerja pikiran lebih mudah diakses karena memang pada dasarnya dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup (survival). Yang banyak sekali terjadi, manusia terjebak di sini. di ranah bertahan hidup dan berkutat dengan pikiran-pikirannya sendiri sehingga kesulitan beralih ke ranah kesadaran.
Intelegensia semata tidak cukup bahkan bisa berpotensi menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Rusaknya alam lingkungan adalah bukti nyata tentang bagaimana manusia di luar kesadarannya kemudian menghancurkan alam, planet bumi, rumahnya sendiri. Mengakibatkan punahnya entah berapa banyak spesies lain, hancurnya berbagai habitat di seluruh muka bumi dan seterusnya, dan seterusnya.
Lepasnya kehidupan manusia dari ranah kesadaran inilah yang jadi penyebab sirnanya keIlahian Manusia. Padahal manusia (human being atau insan kamil) punya potensi untuk mencapai tingkat kesadaran tertinggi. Pemahaman ini juga hadir di berbagai kearifan lokal di Nusantara - salah satunya yang digambarkan di bawah ini. 7 lapis kesadaran - seperti halnya 7 cakra atau simpul enerji yang bekerja di dalam diri manusia adalah gambaran tentang potensi keIlahian yang sebetulnya hadir di dalam diri setiap manusia.

Filem di bawah ini menurut saya bicara hal-hal penting tentang ini. Terlalu panjang untuk menjabarkan apa isinya - setidaknya saya simpan di sini sebagai jejak pembelajaran yang sempat terjalani. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Photo by Анна-Христина: https://www.pexels.com/photo/light-rays-behind-back-lit-profile-of-woman-11581259/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES815 WHO AM I?
Who Am I? Siapakah saya? Pernahkah kita betul-betul merenungkan hal ini? Kalau kita bicara tentang eksistensi manusia, tidakkah pertanyaan ini adalah pertanyaan yang terpenting? Sebelum lebih jauh, punten saya simpan satu video lagi di bawah ini. Tulisan-tulisan saya belakangan ini memang jadi repo…

AES483 Agama Terbaik
Sejauh saya ikuti, topik agama adalah salah satu yang paling langka di Ririungan ini. Jadi saya memberanikan diri menulis tentang ini lagi - kebetulan dapat bahan yang menarik untuk dibagikan ke sini. Saya ingin mencatatkan apa yang saya temukan di salah satu grup WA yang saya ikuti. Pagi ini saya…

AES#021 Menemukan Bintangku (Catatan dari Selametan TP-21)
Selametan Smipa tanggal 16 Agustus 2025 lalu mengusung benang merah tema TP-21 ini yaitu spiritualitas. Terus terang elemen spiritualitas ini yang membuatku resonan ketika pertama kali mengenal Smipa, 15 tahun silam ketika aku mengundang kak Andy sharing di SBM ITB, meski saat itu pemahamanku tenta…
Murdeani221