AES774 A Wonderful Gift of Words

Kemarin malam, saya menerima sebuah pesan di chat WA saya. Pesan ini dituliskan terkait hari Ulang Tahun saya. Bagi saya ini hadiah istimewa. Dengan segala hormat kepada pembuatnya - yang tidak akan saya sebutkan di sini, tulisan ini adalah apresiasi terhadap apa yang dihadiahkan kepada saya. Karena saya sering menulis, saya tahu bahwa menuliskan sesuatu seperti ini bukan hal yang mudah - dan bukan hal yang sepele juga. Penulisnya sebetulnya bukan seseorang yang sudah saya kenal sejak lama. Semuanya jadi apresiasi besar buat saya.
Mudah-mudahan masih terrekam dalam ingatan tentang apa yang kita coba rayakan lewat Festival Literasi. Kata-kata adalah bukan hal biasa. Kata-kata adalah anugerah Sang Pencipta untuk kemanusiaan kita. Lewat kata-kata kita bisa menyusun narasi kehidupan bahkan membangun peradaban - apalagi saat penulisnya menempatkan makna dan hal-hal baik melaluinya.
Kata-kata menggambarkan kesadaran manusia yang mengungkapnya. Kata-kata, diungkap lewat ucap, dituliskan dalam larik maupun digemakan di dalam batin melalui doa, kata-kata adalah refleksi dari ungkapan seorang insan yang merangkaikannya, ungkapan apa yang dirangkai dalam pikiran, rasa dan nuraninya. Sesungguhnya, sedemikian sakralnya kata-kata yang kita ungkapkan.
Bingkisan Doa
Di setiap jejak yang kau langkahkan,
tertoreh harapan dalam ingatan.
Satu angka kembali ditambahkan,
selamat bertambah usia, Tuan.
Hari-hari yang kau jalani,
penuh dedikasi, penuh arti.
Kata-kata ini sekadar untaian,
kucoba susun menjadi pesan.
Dua belas purnama lagi berlalu,
usia bertambah, semoga tak ragu.
Seiring waktu terus melaju,
semoga bahagia selalu bersamamu.
Beban di pundak tak membuatmu gentar,
justru harapan semakin bersinar.
Langkahmu teguh, hatimu sabar,
menuntun cahaya, menghapus gusar.
Terima kasih telah membangun,
bukan hanya sekolah, tetapi jiwa.
Menanam nilai, menebar cahaya,
mengajarkan arti bijaksana.
Sekali lagi, selamat bertambah usia.
Semoga tetap teguh dan mulia.
Untuk hati yang tabah,
semoga bahagia tak berpisah.
Damai dan sentosa,
kesehatan selalu terjaga.
Semoga Tuhan melimpahkan berkah-Nya,
atas segala doa yang kau panjatkan dengan tulus dan setia.
Terima kasih sedalam-dalamnya atas kata-kata yang dihadiahkan kepada saya. Saya mengamininya dengan penuh. Semoga enerji kebaikan kembali kepada sang penulisnya - atas seijin Sang Kuasa. Hatur nuhuun.
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/black-and-gold-pen-51326/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES863 Penerimaan Diri
Masih dalam konteks Literasi Diri, lebih luas lagi dalam suasana Festival Literasi yang segera digelar di pekan depan. Festival memang perayaan bersama, sebuah peristiwa kolektif, tapi di sisi lain di sisi dalam diri, apakah kita masing-masing juga merayakan literasi diri kita. Merayakan, mensyukur…

AES754 Lagi, Mengapa Menulis?
Dalam rangka Festival Literasi 2025, kembali saya menulis soal ini. Sudah sering saya menulis soal ini. Mudah-mudahan tidak bosan. Saya sendiri tidak pernah bosan karena beberapa keyakinan saya soal menulis. Keyakinan ini bukan hanya hadir karena sekedar nyaho bahwa menulis itu penting, tapi juga d…
Andy Sutioso100
AES685 Silaturahmi Timur dan Barat
Disclaimer, tulisan ini memang gamblang mau mengajak kak Nuy dan kak Maul yang kebetulan ikutan ngobrol² santai malam kemarin paska presentasi Sumba di Mata Kami. Kenapa kak Nuy dan kak Maul secara khusus di sebut karena terkait judul di atas ya - karena yang satu tinggal di Baraat dan yang satu di…