AES784 Transisi menuju Mandiri

Posting ini saya tuliskan terkait apa yang jadi bahasan bersama @paulinusunil dan @antoniomilo. Dua teman alumni Smipa (KPB) yang mengundang saya ngobrol tentang beberapa pemikiran mereka.
Obrolan itu kemudian memantik ingatan saya kembali ke salah satu video yang saya letakkan di bawah ini. Judulnya adalah In Transition 2.0. Taglinenya sangat menarik, a story of resilience and hope in extraordinary times. Extraordinary times, ini juga yang disebut oleh Milo dan Linus mengamati situasi nasional dan juga global. Karena itulah mereka mulai melihat bahwa Semi Palar COOP bisa jadi salah satu bentuk solusi yang bisa diupayakan untuk mengatasi berbagai ketidak pastian. Saya jadi teringat filem ini, yang mungkin saya temukan sekitar hampir 10 tahun silam. Filem ini sangat berkesan karena menggaris bawahi spirit Koperasi - yaitu kemandirian, juga kolaborasi, saling mendukung di antara semua anggota / warganya.
Kemandirian jadi garis bawah karena inilah yang membuat sistem ekonomi yang dikelola secara mikro di antara para anggotanya yang akan menjadi kekuatan Koperasi. Mandiri berarti berkurangnya ketergantungan sebuah komunitas dari sistem besar yang ada di luar komunias - terutama sistem industri. Berbagai sistem yang berjalan di bawah sistem kapitalistik yang saat ini juga sangat dominan bekerja di Indonesia. Walaupun sebetulnya Bung Hatta bilang bahwa Koperasi adalah sistem ekonomi yang paling sesuai untuk kondisi sosio kultural masyarakat di Indonesia. Tapi toh kita mulai melihat juga banyak gejala runtuhnya sistem Kapitalistik.
Filem di bawah ini menjadi gambaran bagaimana sebuah kemandirian bisa dibangun di dalam sebuah komunitas. Di Inggris kabarnya ada lebih dari 300 kota yang dikenal sebagai Transition Towns. Ceritanya dikisahkan di dalam filem di bawah ini.
[jrEmbed module="jrYouTube" id="185"]
Dengan segala keterbatasannya, upaya menggulirkan Coop masih terus berjalan. Bukan hal yang mudah karena ada mindset yang sangat berbeda yang perlu dipahami oleh warga Semi Palar. Sebagai sebuah sistem ekonomi yang diturunkan dari spirit Pendidikan Holistik, perlu waktu, proses dan upaya edukasi untuk mengajak warga Smipa memahami sistem ini secara utuh. Bahkan untuk memahami kompleksitas pendidikan holistik-pun perlu waktu dan upaya tersendiri.
Tapi saya senang Milo dan Linus juga memahami visi dan mengenal potensi besar yang ada di Semi Palar dan dimiliki oleh Semi Palar COOP. Sejauh obrolan kemarin saya menangkap keseriusan mereka untuk mulai melibatkan diri dan memberikan waktu, pemikiran dan enerji untuk membantu menggulirkan Semi Palar COOP. Bagi saya ini sangat menggembirakan. Saat enerji yang terkumpul cukup besar, saya yakin Semi Palar COOP ini akan bergulir seperti halnya kita menggulirkan Rumah Belajar di tahun-tahun awal pendiriannya. Semoga.
Photo by Chu Chup Hinh: https://www.pexels.com/photo/group-of-people-forming-star-using-their-hands-1116302/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES923 Tunas
Sudah beberapa minggu saya punya kesukaan baru. Sesuatu yang muncul karena Semi Palar COOP punya media tanam yang menurut saya kualitasnya bagus banget. Sudah beberapa bulan mencoba produksi - tapi kali ini, media tanam yang dihasilkan dari komposter di kebun belakang Semi Palar oleh mang Uhen mema…

AES845 Menghimpun Momentum
Akhir-akhir ini saya terus berusaha berpikir dan melakukan sesuatu berdasarkan pada hukum alam. Salah satunya dengan memahami bahwa segala sesuatu adalah siklus, sebuah perputaran yang tidak berhenti - seperti halnya siang dan malam. Saya meyakini hal-hal inilah yang perlu diupayakan untuk mengguli…

AES840 Garuda Gagah di Sore Cerah
Memasuki bulan September, dulu kita ingat bahwa salah satu hari di bulan September dijadikan Hari Kesaktian Pancasila. Kebenarannya sejarahnya memang bisa dipertanyakan, tapi kesadaran bahwa Pancasila adalah Sakti dan jadi pelindung bangsa dan negara Indonesia. Hal yang perlu terus kita yakini bers…
