AES8 Celetukan Belaka | Ngacapruk
Sambil menepi sejenak di pojokan Pendopo kala Bukber OSIS SMP Semi Palar berlangsung. Teh sereh hangat dengan beberapa kudapan bawaan berbuka juga menu kreasi murid disantap dengan mantap. Niat saat itu sekedar hendak menarik diri sejenak dari gempita kegiatan Bukber OSIS SMP Semi Palar yang rutin dilaksanakan tiap tahun. Belum lama menyantap, beberapa siswa menghampiri karena melihat pembinanya duduk menyendiri.
“Kak jadi gimana hidup ini, Kak?” tanya sekaligus sapaan yang keluar dari salah satu siswa.
Ada kesan di balik pertanyaan tersebut hanya “celetukan” belaka. Tarolah benar jika ungkapan itu hanya celetukan belaka, namun yang pasti hal itu muncul dari proses mencerap dan menghayati pengalaman hidupnya selama ini. Untuk meresponnya tentulah perlu siasat supaya suasana tetap bingar.
“Yaa… hidup ini kalau nggak UNTUNG yaa UNTUNG SEKALI, bener nggak hayo!” begitu jawaban yang terlontar sembari dikemas dengan kesan celetukan yang sama. “Coba nih contohnya, kalau pun udah putus tapi UNTUNG pernah pacaran!” penjelasan lanjut muncul. “Kalau yang belum pacaran… yaa UNTUNG bisa masih bisa fokus belajar,” tambah salah satu siswa menimpali. “Whahaha… hahah!” tawa spontan pun muncul di antara para siswa, menyadari contoh itu related dengan pengalaman temannya atau bahkan pengalaman pribadinya. Seketika contoh-contoh lainnya pun bermunculan dari ucapan para siswa. “UNTUNG kita masih bisa sekolah” atau “ UNTUNG masih bisa bernapas,” beberapa contoh ungkapan yang muncul dengan natural.
“Bener yaa… mindset itu penting yaa… hanya dengan mindset bisa jadi lebih let it flow,” ujar salah satu siswa yang terkesan tercerahkan…hehehe. Dari proses perbincangan itu tampak bahwa pemaknaan hidup bisa muncul dengan beragam cara. Pada proses perbincangan spontan itu pula tampak ungkapan, "Guru muncul jika murid siap," menjadi relevan. Ilmu atau kesempatan belajar akan datang tepat saat seseorang memiliki keterbukaan mental, kebutuhan, dan kematangan untuk menerimanya. Pertanyaan mendasar selanjutnya yang bisa kita pertimbangkan ialah, apakah keterbukaan mental, kebutuhan, dan kematangan untuk menerima kesempatan belajar bersifat nature atau nurture ?
Yaa.. apapun jawabannya boleh kita bersepakat dulu kalau HIDUP ITU UNTUNG DAN UNTUNG SEKALI. hehehe.
Gimana tuh?
Komentar (1)
Tulisan ngacapruk yang keren ini kak.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES9 Eskalasi Cakue dan Bubur Kacang Ijo | Ngacapruk
Ketenaran cakue atau bubur kacang ijo sebagai sajian kuliner dengan harga mursida yang dikonsumsi di waktu nanggung kiranya tidak usah diperdebatkan dengan sengit. Namun keseruan menerima kenyataan bahwa saat ini harga kedua kuliner tersebut mulai berubah atau setidaknya terdapat penyesuaian kuanti…
DwiY10AES7 Sebagaimana | Ngacapruk
Dari kejauhan, terlihat angkot lusuh tengah menurunkan kelompok kecil penyusur pasar yang sedang bermisi mengulik ciri khas kota Bandung. Hiruk pikuk dan keriuhan pasar karena lalu lalang warga juga cahaya matahari yang mulai tertahan oleh atap yang saling bertempuk, menjadi bumbu tambahan ketika k…
DwiY21AES6 Klab yang Berjeda Itu | Ngacapruk
Seiring pergantian semester pertama ke semester dua tahun pembelajaran sekolah, seiring itu pula estafet kepengurusan OSIS SMP Semi Palar pun beralih. Saat ini kawan-kawan OSIS SMP Semi Palar telah resmi memiliki ketua yang baru dengan struktur kepengurusannya yang baru tentunya. Pada proses sebelu…
DwiY10