AtomicEssay

AES80 Api Sepi Nyepi

Kirana Kasihpenulis arsip2

Penjelajahan kami kelompok Banua Tada di Bali sudah berlangsung 1 bulan lamanya. Penjelajahan ini dibagi menjadi beberapa lokasi, yaitu 3 minggu di Bitera Gianyar, 1 minggu di Ubud, dan 1 minggu di Muntigunung. 

Salah satu kegiatan yang kami nantikan dalam kegiatan di Bitera adalah Hari Raya Nyepi. Nyepi sendiri merupakan hari untuk memperingati tahun baru Saka, kali ini merayakan Tahun Baru Saka 1945. Untuk Nyepi sendiri tahun ini dirayakan pada tanggal 22 Maret. Namun satu hari sebelum Nyepi (21 Maret) masih dilakukan beberapa rangkaian acara, salah satunya adalah pawai Ogoh-Ogoh. 

Dari siang hari kami sudah bersama dengan Bu Gung, beliau adalah salah satu instruktur yoga Seger Oger. Kami pergi ke rumah Bu Gung dan mengikuti serta mengamati beberapa upacara yang perlu dilakukan sebelum dimulainya arak pawai Ogoh-Ogoh di sore hari. 

Ogoh-ogohnya sendiri dibuat per masing-masing banjar. Jadi banjar itu pembagian wilayah seperti RW. Nanti akan bergantian satu per satu Ogoh-Ogoh tiap banjar akan lewat. Ada satu penampilan Ogoh-Ogoh yang paling, luar biasa, waw, keren, spektakuler, pokoknya banget-banget aja. Sebenarnya karena diceritakan dalam bahasa Bali, aku tidak begitu paham rincian ceritanya. Tapi kurang lebih menceritakan tentang peperangan atau perselisihan antar 2 kerajaan, antara yang baik dan buruk.

Puncak dan hal yang ditunggu-tunggu dari penampilan ini adalah adanya atraksi menggunakan api. Sejak awal pun memang sudah digunakan properti seperti kembang api dan petasan. Nah dipuncak acara tuh ada penampilan seperti orang yang menyemburkan api, memutar rantai berapi, atau tiang-tiang yang ada apinya. Kurang lebih seperti video dibawah ini:

[jrEmbed module="jrYouTube" youtube_id="uAMxILUfZgI"]

Walaupun tidak mendapat posisi duduk paling strategis, tapi penampilannya sudah terlihat luar biasa. Apalagi kalau dapet posisi duduk di depan, kayanya sampe tidur dan bangun lagi pun masih shock terpesona. Dan ini pun adalah Ogoh-Ogoh yang lokasinya bukan di kota besar atau kota utama. Yang di kota-kota besar bisa jadi lebih keren lagi atau bahkan sama kerennya. Seandainya ada kesempatan lagi, aku ingin kembali ke Bali pada saat Nyepi dan menikmati penampilan Ogoh-Ogoh di berbagai kota lainnya. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES#035 Menyelami Bhinneka Tunggal Ika

Lima belas tahun yang lalu, aku ikut membantu Sony (waktu itu kami belum menikah) dalam pembuatan film pendek semi dokumenter untuk program literasi media The Habibie Center yang bertema perdamaian dan toleransi. Judulnya Fighting for Nothing. Film ini dibuat sebagai materi edukasi bagi remaja dan…

Murdeani10
AtomicEssay

AES362 Membaca Simbol

Selamat pagi... hehe, biasanya saya menulis malam hari, sekarang saya beralih ke menulis pagi hari. Sudah hari ke tiga. Walaupun tadi bangun agak terlambat karena kemarin tidurnya juga terlalu malam. OK mari bicara tentang simbol. Ini pengalaman yang sudah lama - tapi jadi teringat kembali karena p…

Andy Sutioso52
AtomicEssay

AES952 Lagi tentang Udunan

Entah kenapa kata Udunan ini sedang kerap sekali muncul dalam pikiranku, akhir-akhir ini. Dan ya siang tadi sempat berbincang dengan beberapa rekan tentang Udunan ini. Semakin didalami, konsep Udunan ini semakin memikat hati. Lebih jauh, Udunan ini sepertinya bisa jadi salah satu kata kunci tentang…

Andy Sutioso01