AtomicEssay

AES839 Amygdala Indonesia Menyala

Andy Sutiosopenulis arsip2

Sebetulnya sudah cukup lama situasi ini berlangsung. Ketidak puasan terhadap pemerintah dan DPR, demonstrasi, unjuk rasa, kemarahan, manipulasi, kong-kalikong petinggi dan penegak hukum... Silakan ditelusuri kembali ke tahun-tahun ke belakang. Sejarah memang berulang, kita juga masih bisa mundur ke tahun 98 di mana berbagai kerusuhan merebak di mana-mana... 

Baru saja kakak-kakak Smipa belajar tentang bagaimana manusia yang disebut sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, tapi bisa melakukan berbagai hal yang saat ini kita saksikan di depan mata kita, di mana-mana, di seluruh Indonesia. Otak belakang dan amygdalanya yang bekerja. Otak belakang yang dikenal sebagai otak reptil membuat manusia mampu melakukan hal-hal yang - mohon maaf - bahkan lebih rendah dari binatang. Mengerikan. Mengerikan. Mana yang disebut manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia? Saya tidak hanya bicara tentang manusia yang rusuh di halaman DPR dan di jalanan. Tapi juga para politisi dan pejabat pemantiknya. Mereka yang serakah sampai se-serakah-serakahnya dan sudah mati rasa, nir empati terhadap masyarakat yang diwakili dan semestinya dilayaninya. 

Apa yang kemarin dirasakan adalah berbagai.vibrasi dan enerji negatif dari seluruh negeri. Saya ulangi, dari seluruh negeri. Kemarahan, rasa sedih, kebingungan dan lain sebagainya datang pergi silih berganti, campur aduk, tumpang tindih dan saling memengaruhi. Saya sendiri merasa betul bagaimana emosi saya terpantik atas berbagai kejadian yang dilihat lewat layar kaca. Apalagi mereka yang ada di titik-titik demo dan di berbagai lokasi di mana berbagai 

Jum,at kemarin di Lembang kami belajar memahami cara kerja otak manusia, bagaimana fisiologinya dan apa masing-masing fungsi kerja bagian otak manusia. Yang hari ini kita lihat dimunculkan secara nyata lewat apa yang kita lihat di layar gawai kita tentang bagaimana Amygdala Indonesia Menyala. Amygdala, bagian otak yang mengelola secara khusus, empat emosi dasar manusia: marah, cemas, marah dan agresi. Inilah yang kita lihat manifestasinya dan rasakan jelas vibrasi enerjinya. 

Karenanya jadi sangat penting menjaga vibrasi enerji kita tetap stabil, tetap terjaga, tidak terbawa emosi yang tentunya juga memperkuat vibrasi enerji di level yang lebih rendah. Kita lihat apa yang terjadi di hari-hari mendatang. Kuncinya, kembali lagi ada di kesadaran diri. Salam. 

Photo by Eric Sanman: https://www.pexels.com/photo/burning-coal-211157/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES843 Mendapat Apresiasi 2

Tulisan receh pagi ini. Foto di bawah ini adalah foto saya yang terpilih oleh Pexels dan difiturkan (featured) di platform tersebut. Sudah ada beberapa foto saya yang terkurasi dan difiturkan. Kali Ini sedikit lebih menarik karena momentumnya. Email notifikasi saya terima sehari setelah saya postin…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES842 Menantikan 17+8 di tahun 2025

Hari ini hari yang bakalan bersejarah bagi bangsa dan negara Indonesia. Dalam lingkup yang sangat makro, siklus kesemestaan, ini juga akan jadi menarik apakah memang secara kolektif kita semua sebagai bangsa akan beralih ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi - seperti yang kita coba pahami akhir-a…

Andy Sutioso00