Diri

AES85 Kehadiran Mereka Tempat Belajar Kita

finsjournalpenulis arsip2

Ketika berkunjung ke (misal) kantor pos atau tempat lainnya untuk mengurus administrasi apa pun itu, ternyata penanganannya lambat, dan kamu harus mengantre lama untuk menyelesaikannya. Kira-kira, apa yang akan kamu lakukan?

1. Kesal dan marah-marah

2. Tetap antre tapi sambil mengeluh

3. Menarik nafas, dan berpikir, "Apa yang coba situasi ini atau orang ini ajarkan kepada saya?"

Ketika kamu bisa melakukan hal yang ketiga, kamu akan menyadari bahwa lambat laun kamu tidak akan merasa frustrasi, tidak akan merasa terganggu. Kamu bisa mengalihkan pikiranmu, kita bisa mengerti bagaimana orang melakukan pekerjaan yang tidak disukainya, atau mungkin orang itu mengajarkan kita arti dari 'kesabaran'.

Kembali bayangkan kita berada di sebuah dunia di mana setiap orang telah mencapai pencerahan, kecuali diri kita. Ini adalah tema yang menarik dan mendalam yang mengundang rasa penasaran kita untuk merenungkan peran orang lain dalam perjalanan hidup kita.

Dalam konteks ini, 'pencerahan' bisa diartikan sebagai pemahaman mendalam tentang kehidupan dan keberadaan, serta kemampuan untuk hidup dalam kedamaian, kebijaksanaan, dan keharmonisan. Orang yang 'tercerahkan' ini, adalah mereka yang telah mencapai tingkat kesadaran yang tinggi dan memandang dunia dari perspektif yang lebih luas.

Jika kita berbicara dalam bahasa yang lebih sederhana, bahwa keberadaan orang lain ini sebenarnya memberi kita kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Mereka menjadi cermin yang memantulkan apa yang perlu kita ketahui tentang diri kita sendiri, membantu kita mengenali kekurangan dan potensi yang belum kita sadari.

Sebagai contoh nyata, kita bisa melihat kehidupan tokoh-tokoh seperti Nelson Mandela atau Mahatma Gandhi. Mereka adalah figur yang, melalui perjuangan dan pengorbanan mereka, mengajarkan banyak orang tentang kekuatan cinta, maaf, dan perdamaian. Mereka menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi banyak orang yang belum mencapai tingkat pencerahan yang sama.

Untuk menerapkan pembelajaran ini dalam kehidupan kita, kita bisa mulai dengan mengamati dan mendengarkan orang-orang di sekitar kita yang kita anggap memiliki kualitas atau pengetahuan yang ingin kita kembangkan. Ini bisa melalui pembacaan, dialog, atau bahkan melalui pengamatan perilaku dan tindakan mereka. Dengan demikian, kita bisa mengambil pelajaran dari setiap interaksi dan menggunakan pengalaman tersebut untuk memperkaya pemahaman kita sendiri tentang kehidupan.

"Your job is to try to determine what the people in your life are trying to teach you."

Salam,

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Diri

AES129 Bernafas Sejenak Sebelum Bicara

Tema "Breathe Before You Speak" yang diusulkan oleh Richard Carlson dalam bukunya "Don't Sweat the Small Stuff...and It's All Small Stuff" adalah sebuah strategi sederhana namun efektif yang dapat membawa hasil yang luar biasa. Inti dari strategi ini adalah mengambil momen untuk bernafas sejenak se…

finsjournal31
Diri

AES127 Seni Menerima Ketidakabadian

Mengulas "Melihat Gelas Sudah Pecah (dan Segala Sesuatu Lainnya Juga)": Sebuah Perspektif dari Richard Carlson Dalam bukunya yang berjudul "Don't Sweat the Small Stuff--and It's All Small Stuff", Richard Carlson mengajak kita untuk melihat kehidupan dengan perspektif yang berbeda. Salah satu bab ya…

finsjournal10
Diri

AES126 Mencari Kebenaran Dalam Opini

Dalam bukunya yang berjudul "Don't Sweat the Small Stuff... and it's all Small Stuff", Richard Carlson mengajak kita untuk melihat lebih dalam pada opini orang lain dan menemukan kebenaran yang tersembunyi di dalamnya. Ini bukan hanya tentang menerima bahwa orang lain mungkin juga benar, tetapi leb…

finsjournal10