AES864 Cerita dari Tana Humba

Sore ini bertempat di salah satu sudut yang asri dan artistik di NuArt kami berkumpul untuk mendengarkan kisah penjelajahan teman-teman KPB ke Tanah Humba. Saya sendiri hanya mengikuti tahapan awal saat kesempatan untuk KPB ini dibukakan oleh pak Agus dan bu Erwinna. Teman-teman dari Yayasan Nyalakan Harapan Anak Nusantara yang mendirikan dan mengelola Learning Center Umma Mangane di Weetebula, Sumba Barat Daya.

foto jepretan kak Leo
Saya sendiri tidak bisa mengikuti dari dekat persiapan keberangkatan teman-teman ini termasuk juga paska kegiatan mereka di mana mereka menyusun buku, merangkai video dan menyiapkan kegiatan presentasi ini. Saya hanya sempat mengikuti beberapa catatan proses mereka juga dari beberapa esai pendek dari saat mereka berproses di sana. Dari pertemuan kemarin dan apa yang saya ikuti saya ingin mencatatkan beberapa hal di sini. Yang pertama adalah soal Intervensi (biar istilahnya rada keren), kedua adalah mengenai refleksi.
Intervensi
Dari beberapa pengamatan dan pengalaman kunjungan-kunjungan seperti ini hampir selalu jadi hal yang positif bagi mereka yang terlibat. Bagi yang mengunjungi maupun yang dikunjungi. Yang pasti hal-hal seperti ini mengubah dinamika. Bagi sebuah proses belajar, hal ini baik. Keluar dari rutinitas atau situasi yang biasa membuat kita lebih aware, lebih terbuka pemikirannya dan belajar melihat dari berbagai perspektif.

Seperti foto di atas ini, interaksi teman-teman kecil di Sumba dengan @Mikha, saya pikir akan cukup membekas di kedua pihak, buat teman-teman di Sumba sana dan semestinya juga buat Mikha. Memang perlu frekuensi, intensitas dan waktu yang cukup agar koneksi antara keduanya cukup kuat lalu kemudian pengalaman ini membekas. Tapi saya kira mengikuti apa yang disampaikan teman-teman di dalam presentasi ini, saya bisa menyimpulkan bahwa pengalaman penjelajahan ini membawa kesan cukup mendalam bagi teman-teman KPB - khususnya yang bisa berangkat. Sayangnya pengalaman ini tidak bisa didapatkan oleh seluruh teman-teman KPB.
Refleksi
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES954 Tentang Upacara Bendera
"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan I…

AES953 Ngertakeun Bumi Lamba
Beberapa waktu lalu, seorang rekan tukar pikiran terkait forum NgoBrAS, @gunawan-muhtar membagikan info tentang kegiatan upacara adat yang akan diselenggarakan. Dari judul kegiatannya saja, upacara adat adalah sesuatu yang sudah sangat langka di jaman sekarang ini. Diselenggarakan di Gunung Tangkub…
