AES877 Akhir Kehidupan

Satu topik lagi yang saya pikir tidak perlu dihindari di Ririungan ini adalah soal akhir hidup atau kematian. Sejauh saya tahu, banyak orang yang tidak nyaman membahas kematian. Beberapa tulisan di Ririungan ini sudah membahas tentang orang-orang yang sudah meninggalkan kita.
Di sisi lain, kematian adalah sisi lain mata uang dari kehidupan. Sadhguru selalu bilang, Setiap waktu berlalu, detik berdetak, kita itu satu langkah lebih dekat dengan akhir hidup kita. Nah kalau ini disadari - bahwa hidup kita ini terbatas, kita akan memaksimalkan setlap detik, setiap waktu yang kita bisa jalani setidaknya agar punya makna.
Nah nyambung lagi ya dengan mindfulness.
Punya cerita. Mungkin ini relate juga dengan rutin menulis di Ririungan ini.
Kalau diibaratkan kehidupan kita sejak kita dilahirkan hingga kita sampai ke kehidupan kita, sejauh mana kita memberi makna atas setiap waktu, setiap kesempatan, setiap tarikan nafas yang boleh kita dapatkan. Saya kira, di sinilah hal-hal tentang makna kehidupan, merayakan dan mensyukuri kehidupan mendapatkan konteksnya.
Photo by Brett Sayles: https://www.pexels.com/photo/man-walking-on-green-grass-3608427/
Masih WIP ya...
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES954 Tentang Upacara Bendera
"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan I…

AES953 Ngertakeun Bumi Lamba
Beberapa waktu lalu, seorang rekan tukar pikiran terkait forum NgoBrAS, @gunawan-muhtar membagikan info tentang kegiatan upacara adat yang akan diselenggarakan. Dari judul kegiatannya saja, upacara adat adalah sesuatu yang sudah sangat langka di jaman sekarang ini. Diselenggarakan di Gunung Tangkub…
