AtomicEssay

AES879 Menyadari Perangkap Ilusi

Andy Sutiosopenulis arsip2

Kalau bicara the Matrix, ingetnya bang Keanu yang emang aktingnya epic banget di serial filem The Matrix. Dulu mungkin kita lihat sebatas hiburan, tapi ternyata makin ke sini banyak yang bilang bahwa filem The Matrix ini adalah bukan semata filem fiksi, tapi sesungguhnya sebuah dokumenter. Menarik. 

Terlepas dari filem ini, saya bersepakat bahwa ya jebakan ilusi di dalam kehidupan itu nyata. Apalagi dengan semakin kuatnya integrasi teknologi ke dalam kehidupan manusia. Saya sempat sampaikan di dalam salah satu sesi Taki-taki bahwa manusia sedang menuju ke titik Singularity (singularitas) titik di mana kemanusiaan dan teknologi sudah menjadi satu (ngahiji) dan sudah tidak bisa ditebak lagi bagaimana dampaknya. Salah satu sosok yang membahas ini adalah Gregg Braden yang sangat mengkritisi perkembangan teknologi - di sisi lain beliau juga menyoroti bahwa ada upaya terstruktur untuk membuat manusia tidak percaya dengan kediriannya, kapasitasnya yang sebetulnya luar biasa besar sehingga berbagai upaya dilakukan untuk membuat manusia tergantung dengan teknologi, melalui obat-obatan, AI, chip implant, Virtual Reality dan lain sebagainya. Gregg menuliskan tentang ini di dalam bukunya yang berjudul Pure Human

maxresdefault.jpg

Akhirnya melalui teknologi, hidup dan kehidupan manusia bisa dikendalikan, pikirannya diisi dengan berbagai ilusi, dan dikendalikan oleh mereka-mereka yang memegang kendali atas teknologi yang kita manfaatkan. 

Di dalam filem yang kedua disebutkan bahwa melepaskan diri dari perangkap ilusi ini, salah satu caranya adalah dengan terus mengoneksikan diri dengan alam - dan dengan cara itu manusia juga terkoneksi lebih luas dengan alam semesta. Bagaimana caranya? Sederhana, ini adalah mengenai rekalibrasi, menyelaraskan resonansi kita manusia ke frekuensi alamiahnya. Manusia modern, sudah sangat terganggu vibrasi enerji, frekuensi di dalam tubuhnya karena berbagai gelombang elektromagnetik yang sudah menyelimuti kita di dalam kehidupan yang modern ini. Yang lebih parah adalah saat frekuensi dan vibrasi kita ditarik ke rasa takut, cemas dan khawatir karena paparan kita semua terhadap media sosial. Pada saat yang sama, ritus-ritus kesadaran juga jadi penting - karena mengoneksikan diri kita dengan jiwa sejati, semesta kecil yang senantiasa terkoneksi dengan makro kosmos (alam semesta).

Jadi upaya kita untuk kembali dan bertahan di dalam vibrasi kesadaran yang tinggi jadi kunci. Kita jadi lebih mudah  menyadari perangkap-perangkap ilusi yang sekarang sudah mengurung kita dan anak-anak kita. 

Menjelang ngobras ke empat, saya coba simpan di sini dua video dari Youtube yang terinspirasi dari filem The Matrix berangkat dari hal-hal yang tersimpan secara implisit melalui berbagai simbolisasinya. 

Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam. 

Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/woman-sitting-near-black-and-white-striped-wall-6492156/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES538 Technology for Humanity

Belum lama ini saya menulis tentang AI (Intelegensi Buatan). Tulisan pertama saya ada di sini. Sejak itu banyak sekali konten dari berbagai pihak, pakar teknologi yang menyoroti bahaya AI. Para proponen AI tentunya tidak kalah heboh menggelorakan potensi dan kehebatan AI. Di dalam konteks ini, kita…

Andy Sutioso01
AtomicEssay

AES942 Holistic Science

Pertama kali mendengar kata holistik (holistic) disandingkan dengan kata lain di belakangnya, seingat saya di sekitar tahun 2005-an. Saat awal kami merintis Rumah Belajar Semi Palar - waktu itu masih mengontrak satu rumah di Jalan Terusan Karang TIneung, karena lokasi saat itu Semi Palar masih beru…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES935 Dialog Batin : Akar Perwujudan Kehidupan Manusia

John Dewey bilang, Pendidikan adalah Kehidupan itu Sendiri. Dalam konteks itulah, kita perlu berupaya memahami apa yang disebut dengan manusia seutuhnya dalam konteks kehidupannya yang sejati, tentunya dalam pemaknaannya yang paling fundamental. Manusia sejatinya adalah makhluk spiritual. Hal ini t…

Andy Sutioso10