AES897 Ruang Sakral

Kalau kita pergi ke Bali, kita pasti menemukan sesuatu yang berbeda dengan cara masyarakat Bali menempatkan ruang kehidupannya sehari-hari. Setiap hari mereka membuat sajen dan mendoakan dan menempatkan sesajen tersebut di seluruh sudut rumahnya. Ini dilakukan di semua tempat, di rumah tinggal tentunya, di pasar, di tempat masyarakat bekerja dan berusaha, di sawah, di kebun, di mana-mana. Tempat ibadat tidak perlu ditanya, di pura-pura malah lebih istimewa perlakuannya.
Ini menandakan bahwa ada kesakralan tertentu dari ruang kehidupan mereka yang terus dijaga. Ini juga yang membuat berbagai tempat di Bali terjaga kebersihannya karena seluruh penjuru ruang kehidupan mereka terus didatangi dan mendapatkan perlakuan tertentu.
Beberapa waktu lalu, saya sempat menulis juga betapa menyempitnya ruang sakral kehidupan masyarakat modern. Tulisannya ada di sini. Walaupun begitu, yang jadi penting adalah bagaimana kita kembali ke diri sendiri. Kembali ke ruang kehidupan kita yang paling dekat, tempat tinggal kita sehari-hari di rumah. Tempat kita mulai dan kembali setelah beraktivitas sehari-hari. Sejauh mana kita punya ruang yang sakral buat kita, tempat kita merasa aman dan nyaman lahir dan batin. Sejauh saya pelajari ini juga kita penting agar membantu kita masuk ke ruang batin kita. Memang akhirnya, tempat yang bersih, rapi, dan punya suasana yang pas bagi kita menjadi penting untuk kita rancang dan kita jaga sehari-hari.
Sejak mulai rutin lagi menjalankan waktu hening, tepatnya di bulan Maret 2025 - sampai hari ini, saya sudah punya tempat semacam itu. Sangat sederhana sebetulnya, tapi secara lahir batin, kita merasa dan mendapatkan suasana sakral itu setiap kali hadir di sana. Menyalakan dupa (incense) juga sudah jadi kebiasaan saya, karena aroma tertentu menumbuhkan suasana sakral tersendiri. Di sanalah saya setiap hari melakukan ritual batin, tempat saya bisa hadir di sisi terdalam diri saya dan berjumpa dengan jiwa saya di sana.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

