AtomicEssay

AES921 Damai

Andy Sutiosopenulis arsip2

Sebelumnya saya menulis tentang Perang, kali ini saya ingin menulis tentang Damai. Di tulisan saya terdahulu saya menyebut tentang Perang Kesadaran. Mungkin pilihan kata Perang bisa berkonotasi negatif. Tapi dari perspektif tertentu memang itulah yang terjadi, dua pihak yang sedang saling berebut atau berusaha menguasai sesuatu. Dalam bahasa War of Consciousness, inilah yang terjadi, perebutan kekuasaan antara kerja pikiran atau ruang kesadaran. 

Lalu bagaimana dengan kedamaian? Apa itu damai? Bagaimana mencapainya? Sadhguru sering membahasakannya dengan istilah Bliss. Kondisi yang betul-betul tenang adem, situasi kedirian yang serba 'zen'... Sulit juga mendeskripsikannya. 

Mengamati berbagai dinamika hari ini yang sedang panas, penuh konflik dan kemarahan, sebaliknya kita melihat ada individu tertentu yang sudah bisa menempatkan dirinya tidak terganggu apapun situasi di luar dirinya. Contoh yang paling mudah adalah guru-guru spiritual. Bagaimana mereka bisa sampai di sana. Saya pikir jawabannya cukup sederhana, walaupun tidak mudah juga melakukannya. Kebahagiaan, kedamaian, bliss saya kira tidak mungkin dicapai dengan kerja pikiran, dengan segala teori dan konsep. Kenapa? karena kerja pikiran itu kan seperti terjebak, tersesat dalam labirin. Sempit, gelap, ruwet, serba salah, sumpek... 

Damai, bahagia, Bliss saya kira terletak di ruang kesadaran. Di sanalah kita bisa menemukannya. Ini bukan sesuatu yang dikejar, ditargetkan atau dilakukan. Ini adalah ranah being, tentang presence, tentang kehadiran penuh di dalam ruang kesadaran. Sesederhana sekaligus serumit itu juga. Saat kita menyadari tentang cara kerja pikiran kita dan menyadari sepenuhnya bahwa kita manusia yang berkesadaran, sesegera itu juga pintu ke ruang kesadaran terbuka dan kita bisa hadir di dalamnya. Jadi saya menyimpulkan bahwa we cannot think our way into happiness... Ini ga akan berhasil, kita akan tersesat. Tersesat bagaimana? Ya itu tadi, tersesat di ruang pikiran. 

Sebaliknya, rasa syukur, kebahagiaan, kedamaian sebetulnya bisa jadi sangat sederhana. Sesederhana merasakan hangatnya sinar matahari di badan kita, terpaan angin di wajah kita, mengamati tunas tanaman yang baru bertumbuh, merasakan kebahagiaan dari sekelompok orang yang tertawa bersama... Sesederhana itu. Inilah yang disebut hadir dalam ruang kesadaran. Saat kita bisa menjaga kesadaran diri kita terus hadir, di dalam suasana apapun, kita bisa merasakan kedamaian, kebahagiaan, rasa syukur dan lainnya. Saat ini berjalan terus bukankah kemudian hidup kita menjadi penuh bahagia di dalam situasi damai yang terus ada... Semoga semua makhluk berbahagia... 

Photo by Quang Nguyen Vinh: https://www.pexels.com/photo/photo-of-body-of-water-2649403/

Komentar (1)

Andy Sutioso

https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/8213/aes910-pola-pikir-dan-paradigma-menuju-berkesadaran-bagian-1 Sepertinya nyambung juga dengan posting yang ini.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES942 Holistic Science

Pertama kali mendengar kata holistik (holistic) disandingkan dengan kata lain di belakangnya, seingat saya di sekitar tahun 2005-an. Saat awal kami merintis Rumah Belajar Semi Palar - waktu itu masih mengontrak satu rumah di Jalan Terusan Karang TIneung, karena lokasi saat itu Semi Palar masih beru…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES935 Dialog Batin : Akar Perwujudan Kehidupan Manusia

John Dewey bilang, Pendidikan adalah Kehidupan itu Sendiri. Dalam konteks itulah, kita perlu berupaya memahami apa yang disebut dengan manusia seutuhnya dalam konteks kehidupannya yang sejati, tentunya dalam pemaknaannya yang paling fundamental. Manusia sejatinya adalah makhluk spiritual. Hal ini t…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES919 Menuju Tata Dunia Baru

Hmm, tulisan ini adalah bagian dari upaya saya memahami apa sedang terjadi di skala global. Semacam literasi semesta dalam skala global. Berusaha memahami dinamika yang sesungguhnya terjadi di dunia yang sedang karut marut ini. Detailnya tidak usah diceritakan ya. Ruwet mbelibet mbanget. Dan konyol…

Andy Sutioso50