AtomicEssay

AES94 Akhir Perjalanan ? Tentu, Bukan!

wulan bubuypenulis arsip2

Setiap perjalanan pasti akan menemukan akhir. Harapan baik terbangun diawal bahkan mungkin terselip tak terduga pada prosesnya. Terkadang kita gak sadar, telah membawa serta seluruh harap itu seorang diri, lupa bahwa ada peran terbaik yang membuat proses itu menjadi mudah terlewati.

Hari ini aku belajar!

Anakku yang sedang mengumpulkan data untuk Proyek Inovasi Alat, seperti biasa memilih duduk di kursi belakang kendaraan kami. Aku bertanya padanya, bagaimana ia melewati hari ini. Dan seperti hari-hari lainnya, dia mengatakan oke, kemudian ingin cepat pulang karena mengantuk.

Aku tahu alasan yang membuatnya merasa lelah. Tapi bukan pertanda ia tidak menikmati prosesnya. Justru, hari ini kami tersadarkan akan suatu nikmat besar dari proses menuju perjalanan akhir semester ini. Tanpa kami duga, proyek yang awalnya diragu untuk dilanjutkan, ternyata setelah kuesioner disebar pada beberapa kontak yang kami punya, kami malah mendapatkan apresiasi yang baik.

Kami belajar! Lebih tepatnya aku yang belajar dari kemudahan dari-Nya, dari feedback yang didapatkannya, dari kesediaan mereka mengisi, dan yang terakhir dari senyum anakku!

Ya! Senyum yang hadir padanya merupakan hal penting bagiku, dengannya harapan baru pun muncul; semoga ia semakin yakin dengan kediriannya, dengan kemampuannya, dengan pilihannya. Meskipun kami belum bicara jauh soal konsekuensi, akan tetapi aku pribadi mulai merasakan hangatnya sebuah harap yang datang setelah ia mengupayakan.

Rasanya aku ingin secepatnya bilang, "Nak! Aku gak peduli hasilnya seperti apa, aku tetap bahagia dengan dirimu yang semakin bertumbuh. Apapun yang kamu hadapi nanti, tetaplah yakin pada tujuan, sekalipun kamu harus sampai dengan cara merangkak, aku tetap mau temani kamu sampai akhir."

Ah, benar! Hari ini aku benar-benar belajar!
Ini memang baru awal dari sebuah tahapan, belum pula masuk pada bagian paling seru. Siklusnya masih panjang, artinya akan ada tantangan yang menantinya di depan sana. Maka, sedari kini, aku perlu menginjak rem secara perlahan, agar tidak terlalu mengejutkan tapi yakin pada saatnya nanti akan ada masa jeda, hingga kemudian tahu kapan waktunya melaju kembali dengan laju yang nyaman.

Aku gak boleh terlalu eforia, aku ingin menikmati setiap proses dirinya dengan hati yang lapang. Melihatnya dari kejauhan, menggenggamnya tidak terlalu erat, menyambutnya dengan hangat yang tidak dibuat-buat serta memastikan ia tahu bahwa aku baik-baik saja ketika pelukan itu terlepas dan aku menerima 'jalan' yang menjadi pilihannya.

Bukankah ini sebuah langkah yang besar, Buy? Iya. Mari sambut dengan penuh sukacita. Tak kusangka, ia yang dulu berenang dalam rimba amniotik dan sangat melekat padaku, kini telah menggenapi proses belajarku menjadi seorang Ibu yang siap mengantarnya pada gerbang kedewasaan (Insyaa Allah).

"Berjalanlan-lah, Nak. Pastikan langkahmu senantiasa dalam penjagaan-Nya"

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES89 Dalam Batas Pandang

Di satu kesempatan, aku dan anakku mengobrol cukup mendalam. Kala itu kami membahas tentang pentingnya untuk memahami bahwa apa yang kita perbuat, utamanya adalah untuk diri sendiri terlebih dahulu. Sederhananya, aku mencoba menjelaskan; ketika kita belajar kemudian mendapatkan ilmu, maka yang pali…

wulan bubuy12
AtomicEssay

AES87 Perjalanan Ke Dalam Diri

Sebuah konsep yang aku ketahui sejak lama, yakni menyebut bahwa anak sejatinya hanyalah titipan, baru terasa benar adanya ketika aku mengalami secara 'lugas' dalam satu peristiwa besar. Disaat aku betul-betul menyerahkan segala bentuk kepasrahan dengan berkeyakinan pada-Nya sehingga aku memperoleh…

wulan bubuy120
AtomicEssay

AES85 Target

Sudah cukup lama aku menawarkan olahraga panahan pada anakku. Biiznillah, baru hari ini dia meng-iya-kan. Aku percaya segala sesuatu itu selalu datang di saat yang tepat. Seperti halnya dahulu, ketika aku meyakini keinginan belajar sepeda dan berenang hadir di dirinya. Perlahan, tidak terburu-buru…

wulan bubuy30