AES947 Hidup Berkesadaran, bernafas dalam Spiritualitas

Di tengah peradaban hidup yang sangat materialis ini, muncul pertanyaan besar tentang bagaimana kita bisa betul-betul hidup berkesadaran, bagaimana kita bisa kembali bernafas dalam spiritualitas? Kenapa? Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang diberikan anugerah kesadaran oleh Sang Maha Pencipta.
Siklus semesta saat inilah yang juga membuat kita hidup dalam peradaban yang sangat materialistis ini. Di mana-mana, kasat mata kita lihat manusia yang sangat sibuk dengan hidup yang diliputi kebendaan. Matre, istilahnya... Bahkan negara pun berebut kekuasaan, sibuk dengan perpolitikan dan ekonomi yang kapitalistik bahkan perang dan saling menghancurkan untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Mengerikan. Di balik itu semua kita bisa merasakan betapa besar ketakutan / kegelisahan mereka atas keberkekurangan.
Hari ini di Indonesia, korupsi, manipulasi dan penggelapan uang sudah mencapai hitungan triliun bahkan ratusan triliun. Jumlah yang tidak terbayangkan sebetulnya. Sementara manusias sejatinya bisa hidup dengan sederhana tapi tetap bahagia. Keberkecukupan dan kebersyukuran adalah kata kuncinya.
Hidup dan Kehidupan adalah Sakral
Dalam beberapa kesempatan saya mencoba menggunakan pilihan kata bahwa teman-teman kecil kita adalah semesta-semesta kecil. Bahwa kita, satu sama lain, orang-orang yang kita jumpai dalam hidup kita sudah direncanakan oleh Tuhan untuk hadir sebagai guru spiritual bagi diri kita masing-masing. Individu yang membawakan pembelajaran jiwa bagi kita masing-masing. Mereka yang hadir membawakan kepingan pengalaman batin yang akan mengutuhkan diri kita sebagai pejalan kehidupan yang berpotensi mengutuhkan kita - kalau kita bisa menghadirkan diri kita dengan penuh kesadaran dengan keterbukaan ruang batin untuk kehadiran mereka.
Photo by Tanish Mehta: https://www.pexels.com/photo/human-hand-in-light-at-the-concert-15326066/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

