AtomicEssay

AES947 Hidup Berkesadaran, bernafas dalam Spiritualitas

Andy Sutiosopenulis arsip2

Di tengah peradaban hidup yang sangat materialis ini, muncul pertanyaan besar tentang bagaimana kita bisa betul-betul hidup berkesadaran, bagaimana kita bisa kembali bernafas dalam spiritualitas? Kenapa? Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang diberikan anugerah kesadaran oleh Sang Maha Pencipta. 

d11a24a377eb1824629496860f443049.jpg

Siklus semesta saat inilah yang juga membuat kita hidup dalam peradaban yang sangat materialistis ini. Di mana-mana, kasat mata kita lihat manusia yang sangat sibuk dengan hidup yang diliputi kebendaan. Matre, istilahnya... Bahkan negara pun berebut kekuasaan, sibuk dengan perpolitikan dan ekonomi yang kapitalistik bahkan perang dan saling menghancurkan untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Mengerikan. Di balik itu semua kita bisa merasakan betapa besar ketakutan / kegelisahan mereka atas keberkekurangan.

Hari ini di Indonesia, korupsi, manipulasi dan penggelapan uang sudah mencapai hitungan triliun bahkan ratusan triliun. Jumlah yang tidak terbayangkan sebetulnya. Sementara manusias sejatinya bisa hidup dengan sederhana tapi tetap bahagia. Keberkecukupan dan kebersyukuran adalah kata kuncinya. 

Hidup dan Kehidupan adalah Sakral

Dalam beberapa kesempatan saya mencoba menggunakan pilihan kata bahwa teman-teman kecil kita adalah semesta-semesta kecil. Bahwa kita, satu sama lain, orang-orang yang kita jumpai dalam hidup kita sudah direncanakan oleh Tuhan untuk hadir sebagai guru spiritual bagi diri kita masing-masing. Individu yang membawakan pembelajaran jiwa bagi kita masing-masing. Mereka yang hadir membawakan kepingan pengalaman batin yang akan mengutuhkan diri kita sebagai pejalan kehidupan yang berpotensi mengutuhkan kita - kalau kita bisa menghadirkan diri kita dengan penuh kesadaran dengan keterbukaan ruang batin untuk kehadiran mereka. 

Photo by Tanish Mehta: https://www.pexels.com/photo/human-hand-in-light-at-the-concert-15326066/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES954 Tentang Upacara Bendera

"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan I…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES953 Ngertakeun Bumi Lamba

Beberapa waktu lalu, seorang rekan tukar pikiran terkait forum NgoBrAS, @gunawan-muhtar membagikan info tentang kegiatan upacara adat yang akan diselenggarakan. Dari judul kegiatannya saja, upacara adat adalah sesuatu yang sudah sangat langka di jaman sekarang ini. Diselenggarakan di Gunung Tangkub…

Andy Sutioso00