AtomicEssay

AES97 Gerbang Kisah

wulan bubuypenulis arsip2

Dua pekan yang lalu, sebelum jadwal penjengukan, akhirnya aku dan anakku bisa berbincang lewat gelombang suara. Lucu juga rasanya, padahal kesempatan seperti ini relatif longgar, tapi tetap saja menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu.

Di akhir pembicaraan, anakku bilang, ‘Bu, inget kan tulisan di gapura indung rahayu? Coba cari deh maknanya, filosofis banget itu, bu’. Dengan terkekeh, aku mengakhiri telepon dan langsung mencaritahu gapura yang berdiri menghiasi kabupaten Purwakarta.

Yuyurlyyy… Hahaha! Aku baru tahu filosofi dan sejarahnya. Gapura Indung Karahayuan sendiri ternyata mengisyaratkan simbol keterbukaan dan memberi maaf. Konon, juga sebagai wujud pemuliaan terhadap seorang perempuan (Ibu). Hal ini diambil dari filosofi kesundaan, Indung tunggul rahayu yang artinya Ibu adalah akar kemuliaan hidup. Indung artinya Ibu dan karahayuan artinya keselamatan, kemuliaan dan ketenangan hidup. Maka, gapura tersebut mengisyaratkan makna bahwa seseorang akan mendapat kemuliaan hidup jika ia telah memperoleh pengampunan dari Ibunya. (Sumber dari sini)

Jika kita melaju dari arah sebaliknya, pada Gapura itu akan terlihat tulisan, ‘Bral geura miang anaking’. Gak kalah menariknya, bagiku. Kalimat ini mengingatkan aku pada prosesi pelepasan K9 di waktu lalu yang (baru) memunculkan tanya, ‘Kenapa smipa memilih menggunakan kata pelepasan, alih-alih perpisahan?’ Kemudian terjawab ketika mendengar kata-kata yang disampaikan dengan sangat indah oleh Kak Ome. Intinya hari itu kakak-kakak melepas anak-anak untuk tujuan yang lebih besar, untuk langkah yang lebih panjang dan untuk mimpi yang lebih luas diiringi dengan doa dan harapan.

Mungkin, mungkin saja kata pelepasan atau perpisahan gak serumit yang aku pikir. Namun, ini jadi momen ajaib, ketika aku mengingat bagaimana reaksi anakku saat membaca “Bral geura miang anaking”. Bagaimana tidak, kalimat itu dalam bahasa Indonesia berarti, ‘Pergilah, wahai anakku!’. Aku yakin, jika hal ini diucapkan oleh seorang Ibu, tentu akan teriring dengan restu yang didalamnya terkandung doa baik, yang mana doa seorang ibu bernilai mustajab. Maka, tidak ada hal yang lebih perlu dikejar, melainkan restu (ridho)nya para ibu. Dengan sebab inilah akan turun keselamatan, akan turun keberkahan, akan turun kemuliaan seperti yang tertuang dalam filosofi kesundaan itu.

Dan setelah dua puluh lima hari, tatkala menyadari kosongnya ruang yang terbiasa aku melihat anakku berada disana, kembali aku belajar mengenal arti ikhlas. Bukan hanya sebatas menerima segalanya dengan lapang dada, tetapi memurnikan niat semata-mata dengan tujuan ibadah. Sehingga, tatkala hati memberat, dengan meluruskan niat setidaknya hati itu akan kembali menemukan tujuannya dan merasa lapang dengan segala ketetapanNya. Kurasa, ini juga sebagai bentuk indah dari proses melepas; kita percaya akan ada sesuatu yang baik menanti (setelahnya). Insyaa Allah.

Komentar (2)

Lei

aamiin Insya Allah.. ah bacanya mani merinding2. makasi Buy udh nulis ini, indah!

wwulan bubuy

Makasih Lei udah mampir

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES99 Suaka Paling Nyaman

Empat bulan kurang lima hari sejak anakku boarding, akhirnya aku mulai menemukan pola rutinku sendiri setelah beberapa saat aku seperti orang yang lagi belajar juggling. Apa kata yang tepat ya? Riweuh? Iya, riweuh berujung rudet. Dan baru aku tersadar kalau ternyata selama ini rutinitas yang aku la…

wulan bubuy44
AtomicEssay

AES98 Melihat Sisi Positif

Tulisan ini berawal dari beberapa hari lalu aku dikirimin sebuah video yang bagiku terasa begitu menyayat hati, tentang seorang ayah yang menyuruh anaknya untuk membuang medali dan menyobek lembar sertifikat lomba yang diraihnya. Menurut sumber yang mengirimkan video, perlakuan itu karena sang anak…

wulan bubuy22
AtomicEssay

AES96 Studio Kecil dan Langkah Yang Besar

Kamis, 19 Juni 2025 - Mungkin aku akan lupa detil hari dan waktunya, namun aku akan ingat bagaimana seorang anak remaja yang dengan kelembutan, kegigihan serta semangatnya menyentuh hati banyak orang dewasa disekitarnya. Hari itu, aku ada janji bertemu dengan seorang teman. Beliau sedang berkunjung…

wulan bubuy34