AES97 menemukan etika di Bus dan Angkot
Kemarin hari Kamis 13 Januari 2022, pembelajaran diadakan di sekolah. Kegiatan yang dilakukan kemarin adalah diskusi tentang Etika. Kami mengumpulkan etika apa saja yang baik, dan buruk yang telah pribadi lakukan selama di KPB. Setelah itu kami diskusikan, itu etis atau tidak, alasannya, pengaruh kejadian, seperti apa baiknya, catatan lain. Setelah itu kami tampilkan hasil diskusi perkelompok, kelompknya pun acak tidak perkelas.
Setelah selesai berkegiatan di sekolah, aku pulang naik angkutan umum. Dua jenis angkutan umum yang ku naiki, bus dan angkot. Baru saja sebelumnya aku membahas etika di sekolah, saat pulang aku disuguhi dengan kejadian yang membuatku berpikir itu etis atau tidak. Saat di bus, ada dua orang perempuan, ibu dan anak, duduk di tempat difabel atau tempat duduk prioritas. Menurutku seharusnya itu tidak boleh diduduki, karena “tempat duduk khusus”, dan sebenarnya masih ada tempat duduk di bagian belakang. Aku mendengar anak nya berbicara “Mah kenapa gak di belakang aja?”, ibunya pun menjawab “udah disini aja jauh kebelakang mah !”. Sebenarnya semakin kesini aku perhatikan tempat duduk khusus di bus jadi rusak, yang awalnya harus terlipat ke atas dudukannya, sekarang marah selalu terbuka dan terlihat seperti yang mau jatuh, lalu kondisinya juga rapuh.
Kasus kedua masih di bus, ku lihat ada ibu-ibu lagi, yang duduk di tanda silang yang tidak boleh di duduki (karena sekarang tempat duduk di bus di jarak). Setelah itu aku sadar kalau urutan duduknya jadi berantakan, dan tempat duduk jadi sedikit, jadi seharusnya ibu itu duduk sesuai kursi yang diperbolehkan.
Kasus ketiga kutemukan saat naik angkot. Saat itu aku akan membeli buku dulu, jadi tidak naik angkot yang biasanya. Sebelum tempatku turun, masih banyak penumpang lain yang ada, kemudian satu persatu turun di tempat tujuannya. Setelah kosong dan tinggal aku dan supir, supir angkot ini secara tiba-tiba mengendarai angkot dengan sangat mengebut, rem mendadak tiap lampu merah, dan mengklakson tiap ada orang yang disangkanya penumpang sambal rem mendadak. Sangat membahayakan penumpangnya. Tentu saja aku ketakutan dan ingin cepat-cepat turun. Bisa saja aku kurangi ongkosnya karena aku kesal, tapi karena aku baik hati~ jadi aku tetap memberi ongkos yang sesuai.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES203 Eksplor Braga 17+24/01/2023
Braga yang kita kenal, adalah satu jalan searah yang sering di jadikan pilihan untuk "hangout" dengan teman-teman atau keluarga, dan di jadikan tempat wisata. Namun ternyata Braga lebih dari itu. Setelah aku pergi keliling Braga yang ternyata lebih dari hanya satu jalan searah, aku seperti pergi ke…
AES202 Babarengan cirikhas SMIPA
Babarengan sudah jadi ciri khas kegiatan di Smipa, semua jenjang melakukan kegiatan ini. Kegiatan babarengan dilakukan bisa bersama orantua, kolaborasi antar jenjang, dan perkelas itu sendiri. Babarengan biasanya identik dengan main bersama, lepas dari kegiatan belajar dan ujian yang telah selesai.…

AES201 Perjalanan Magang
Akhirnya aku telah melaksanakan magang selama 3 bulan, kegiatan ini adalah proses wajib KPB. Lika-liku selama 3 bulan yang tidak sebentar itu ku lewati. Untungnya aku bisa menyelesaikannya dengan bermakna. Banyak pengalaman dan cerita baru yang kujalani. Beruntung sekali aku bisa menjalani proses m…