Ara
AES010 judul aseli : for floorthrone kidz
Hari ini aku pengen cerita tentang gimana menari itu bener-bener jadi cara aku buat ngelepasin perasaan, emosi, bahkan keadaan. Bagi kebanyakan orang, kalau marah ya mungkin diem aja, nangis, teriak-teriak, atau bahkan melempar barang. Tapi buat aku, yang paling pas buat ngungkapin semuanya ya lewat gerakan menari. Entah itu marah, sedih, senang, atau apapun, semua bisa kuungkapkan lewat tubuh.
Misalnya, kalau aku lagi marah, gerakanku bisa jadi super keras, powerfull banget, penuh amarah yang ngeluarin semua tenaga. Pokoknya gerakan yang keras, sampai rasanya kayak mau meledak. Tapi kalau lagi menstruasi atau habis dimarahin orangtua, wah, gerakanku langsung jadi lemes banget. Seringkali rasanya kayak nggak ada semangat, kayak tubuhku cuma mau ngelurusin aja, nggak ada tenaga, malah kelihatan lemah banget. Di saat-saat kayak gitu, kayaknya aku cuma bisa bergerak pelan dan ikut aliran lagu aja. Tapi, kalau mood lagi baik, senang, dan nggak ada masalah, wah… gerakanku bisa lebih menjiwai lagu itu, kayak ikutan ngerasain apa yang ada di liriknya.
Nggak kerasa, beberapa waktu lalu aku ikut kompetisi nasional Floorthrone. Jujur, kompetisi itu membuka pikiranku lebih lebar lagi tentang dunia dance. Banyak banget pengalaman baru yang aku dapat, meski tim kami nggak menang. Tapi, aku tetep bangga banget karena bisa jadi bagian dari kompetisi ini, bareng teman-teman yang luar biasa, dan bisa berjuang selama dua hari penuh.
Pertama-tama, aku mau ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya buat crew Skilet: dede elle, bigfoot yeti, jessi, nana, siti ainin dindin, dan ci epe. Kalian semua udah jadi teman seperjuanganku, kita bareng-bareng latihan, sama-sama capek, sama-sama ngerasain sakit fisik karena latihan terus. Tapi, semuanya terasa lebih ringan karena kita ngelewatin itu bareng-bareng.
Dan tentu aja, terima kasih buat Om Aguss yang udah bawa kami ke kompetisi ini. Tanpa Om Aguss, kami mungkin nggak akan pernah sampai ke sini. Semua usaha dan pengorbanan Om yang udah ngajak kita, nggak ada kata cukup buat ngebalas semua itu. Tanpa Om, tim kami nggak akan ada apa-apanya.
Floorthrone itu bukan cuma soal menang atau kalah. Ini tentang perjalanan, tentang proses yang bikin kita makin berkembang, belajar hal baru, dan semakin menghargai dunia yang kita pilih. Walaupun kali ini belum menang, aku bangga banget udah bisa jadi bagian dari kompetisi ini. Semoga ke depannya ada lebih banyak lagi kesempatan yang datang, dan kita bisa terus berjuang, terus berkembang.
~ Aku, yang terus menari, terus berusaha mengungkapkan perasaan lewat setiap
udh sih nanti aku cerita lagi soal kehidupan aku selama di dunia joget joget ini :)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES030 MPLS day 3
hari ini tadinya aku berencana untuk izin karena mau perpanjang masa paspor di kantor imigrasi tapi ternyata ada kendala (force majeure) dan kendala tersebut baru beres jam 06.50 sedangkan jadwal kumpul untuk mulai kegiatan itu jam 07.30. keadaan nya aku belum mandi dan sarapan jam segitu, jadi aku…
AES029 MPLS day 2
pagi ini aku bangun kesiangan karena kemarin malamnya latihan dance sampai jam setengah 10 malam dan baru sampai rumah jam 10 lebih belum makan malam, mandi, dan belum siap-siap untuk besok. jadi aku telat sekitar 5 menit dan saat aku datang ke kelas ternyata semua orang lagi waktu hening. setelah…
AES028 - MPLS
jujur hari ini aku bangun kesiangan karena kebiasaan pada saat waktu liburan bangun jam 10 siang, tapi untungnya hanya telat sedikit dari jam yang sudah ditentukan yaitu jam 7. mpls hari ini dibuka dengan upacara pembukaan lalu kami anak-anak kpb pindah dr bengkel ke basecamp. setelah itu kami memb…