Asa dalam Riuh Gemuruh Angan
Setiap hari melewati jalan yang sama, dengan harapan aku sampai pada titik tujuan. Di setiap lampu merah aku berfikir, lampu kuning mana yang harus aku lewati lagi untuk sampai ke lampu hijau selanjutnya? Rasanya berat sekali membawa tubuh ini ke tempat biasa aku duduk untuk mewujudkan satu tuju.
Membosankan? Tidak. Jenuh? Cukup jenuh, namun aku pikir hal ini akan membantu mewujudkan suatu asa dalam gemuruh pikiran-ku.
Tapi aku merasa tidak ada yang berubah dalam diriku. Banyak hal terhenti bahkan kemampuan-ku semakin terbatas, apa yang perlu aku gali lagi? Dan apa tujuanku sebenarnya?
Setiap harinya aku duduk di tempat tidur-ku pukul 9 malam, waktu terasa berat karena melalui hari yang melelahkan karena rasanya hal ini menguras energi. Sejatinya aku berpikir apa yang harus aku jalani agar aku bisa tenang? Aku suka menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak, juga setiap orang pasti menemukan titik dimana berbagi banyak hal dengan orang-orang begitu menyenangkan dan menenangkan hati, belum lagi aku senang belajar hal hal baru untuk mengembangkan diri. Rasanya sudah lama tidak bertanya pada diri sendiri seperti itu.
Keesokan harinya, aku melihat secercah harapan melalui media sosial. Aku berfikir keras apakah aku mampu? Apakah aku akan tenang? Apakah aku akan belajar banyak hal disana?
Dengan penuh tekad, kaki ini sampai di gerbang biru, disambut penuh pepohonan rindang yang menenangkan sekali dan membuat gugup-ku hilang. Dengan latar belakang yang berbeda, kami berdiskusi banyak hal, berbincang tanpa paksaan, berfikir tanpa tekanan, aku mendengar negatif dan positif tentang dunia pendidikan, namun rasanya? Tentu sangat menenangkan. Rasanya disini pemikiran-ku diterima, aku akan berkembang dengan diskusi-diskusi seru yang tentunya tidak selalu menyenangkan. Namun sampai akhirnya aku merasa menemukan asa dalam riuh gemuruh angan selama ini. Pikiran-ku menjadi ringan dan tenang namun menantang. Hati ini juga tidak henti-hentinya bersyukur.
Dalam usaha ini, Tuhan selalu menuntun-ku kepada takdir baik. Akan berkelanjutan atau tidak, aku tetap bersyukur bahwa aku masih bisa menemukan orang-orang yang mudah sekali menerima perbedaan tanpa menjatuhkan pandangan manusia lain. Mungkin cerita ini terlihat dramatis nan individu. Namun, pengalaman ini ingin aku bagikan agar orang tahu bahwa setiap perjalanan, selama apapun waktunya, langkah-mu akan mewujudkan harapan yang kamu doakan dan usahakan setiap harinya.
Komentar (2)
Waah terima kasih Lulu atas postingan pertamanya. Terima kasih sudah berbagi di sini. Semoga berlanjut juga.
Terima kasih kak Andy sudah menyempatkan membaca, aamiin
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES04 Tidak perlu selalu terburu-buru berkejaran dengan waktu.
"Itu adalah Zahir," ungkap Kak Mamat. Aku belum mengerti betul arti makna kata itu. Yang aku tahu, Zahir didefinisikan sebagai sesuatu yang nyata atau jelas (Kata mbah google) hehe. Namun, aku memilih membiarkan diriku memproses maknanya perlahan-lahan. Setelah mendengar cerita kak Mamat tentang se…
Lulu21
AES03 Beriringan dengan Makna
Sejak itu, aku memaknai setiap perjalanan dengan makna. Obrolan sederhana membawaku mengingat kembali perjalanan-perjalanan yang ternyata memiliki nilai makna tak terukur. Begitupula dengan perjalanan membersamai kawan kecil kelas 3 sepanjang Tema 1 ini. Kekosongan diri ini terisi penuh dengan berb…
Lulu135
Kali ini, tentang Musik Sore.
Kembali mendapatkan memori baik dari sini, Musik Sore. Musik sore; dua kata yang baru aku dengar lagi, dalam bayanganku itu kami memainkan alat musik dengan secangkir kopi hangat sambil bercengkrama di teras rumah. Seru dan hangat bukan? ternyata realita lebih dari ekspektasiku, Musik Sore ini sepe…
Lulu00