AtomicEssay

Asia Afrika no.65

vaniapenulis arsip2

Hari Sabtu (22 Oktober 2022) aku mengikuti acara Jelajah Kebhinekaan Nusantara (JKN) dengan tema Walking Tour In Diversity. Acara ini dilaksanakan di Bumi Silih Asih (BSA) di jl. Ramdan. Jam 7.30 kami siap siap masuk ke dalam truk tentara. Perjalanan kami hanya memakan waktu +-10 menit. 

“Selamat datang di Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA)” ucap ka Ton (pemandu kami di sana) dengan bersemangat. Kami langsung disambut dengan hangat oleh staf di sana. Setelah masuk, terdapat diorama 5 negara sponsor dari Konferensi Asia Afrika. Yaitu Ali Sastroamijoyo (Indonesia), Sir John Kotelawala (Sri Lanka), Muhammad Ali (Pakistan), Jawaharlal Nehru (India) dan U Nu (Burma/Myanmar). Aku juga baru tahu bahwa pada saat itu Indonesia memiliki '2 pemimpin negara' yaitu bapak Soekarno (presiden) dan bapak Ali (perdana menteri) juga didampingi oleh bapak Hatta (wakil presiden).

Kemudian kami lanjut menuju papan penerangan di dalam lorong. Awalnya bangunan ini berupa sebuah toko yang dimiliki oleh warga keturunan Tionghoa. Lalu menjadi gedung elite kaum Belanda yaitu Societeit Concordia. Kaum elite ini adalah pemilik perkebunan di Priangan. Oh ya, dan bangunan ini memiliki gaya art deco yang khas dengan arsiteknya yaitu Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Ia juga merancang hotel Grand Preanger dan Gereja Katedral Santo Petrus. 

Tadinya mereka berlokasi di tepat seberang gedung MKAA yaitu De Vries. Dari tahun 2004 De Vries sudah menjadi bagian milik bank OCBC NISP. 

Pada masa itu, di depan gedung ini terdapat tulisan 'anjing dan pribumi dilarang masuk'. Kolonialisme memang sudah sangat mengotak-ngotakkan masyarakat. Tidak hanya dengan perbudakan orang berwarna di Amerika, di Indonesia juga ada. 

Dilanjut dengan perkenalan tentang Soekarno. Hal yang aku ingat adalah bahwa kita perlu bersama bergotong royong agar dapat membuat perdamaian dunia. 

Lalu, kami masuk ke dalam sejarah singkat perang dunia 2 dan perang dingin. Perang dunia 2 diakhiri dengan bom atom dari Amerika pada Jepang di kota Hiroshima dan Nagasaki. Indonesia juga adalah salah satu negara yang memilih untuk melakukan gerakan 'non-blok'. Gerakan ini adalah untuk tidak memihak antara blok barat (kapitalisme) dan blok timur (komunisme).

Dikutip dari wikipedia.org, peserta non-blok adalah Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.

Di sampingnya juga ada koleksi perangko, yang juga aku miliki di rumah. 

Lalu masuk ke perjanjian Bandung yang berisi 10 komitmen. Jika dirangkum bisa menjadi 6, namun intinya adalah 1: gotong royong. 

Kami sempat mendengarkan pidato bapak pendiri Indonesia, Soekarno. Yaitu 'Let a New

Asia and New Africa be born'. Untuk keluar dari penjajahan bersama-sama dan membentuk perdamaian dunia. 

Konferensi ini dilaksanakan pada 18 sampai 24 April 1955, hampir 10 tahun setelah Indonesia merdeka. Acaranya sendiri dimulai pukul 9 pagi. Para pemimpin negara yang menginap di hotel Grand Preanger dan Savoy Hooman jalan menuju MKAA dengan pakaian adat masing masing. Sempat juga ada fashion show bagi ibu-ibu negara serta makan bersama. 

Para negara yang ikut adalah Indonesia, India, Burma, Pakistan, Srilangka, Afghanistan, Kamboja, Republik Rakyat Cina, Mesir, Ethiopia, Ghana, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Laos, Libanon, Liberia, Libya, Nepal, Filipina, Saudi Arabia, Sudan, Syria, Muang Thai (Thailand), Turki, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, dan Yaman. 23 negara dari Asia dan 6 dari Afrika. 

Negara lainnya juga ada namun mereka hanya penunjang karena belum merdeka.

Setelah konferensi ini ada sekitar 40 negara yang merdeka. 2 dari Asia yaitu Malaysia dan Singapura. Oh ya, perwakilan negara yang paling tua berumur 70 tahun dan yang namanya paling panjang adalah perwakilan dari Thailand. 

Dilanjut dengan menonton film pendek berdurasi 10 menit yang isinya kurang lebih rangkuman tulisan ini. Lalu, Ka Ton meminta salah satu dari kami untuk maju dan memberikan cerita, kesan dan pengalamannya. Aku menjawab dan mendapatkan buku spesial saat masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kami jalan sedikit, menyerang pertigaan dan jalan lagi. Sampai di titik 0 Bandung. Pada tahun 1810, Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama H. W. Daendels dan Bupati Bandung R.A. Wiranatakusumah II berjalan jalan di lokasi yang akan dijadikan jalan raya pos. Daendels menancapkan tongkatnya dan berkata “Usahakan saat aku kembali kesini, tempat ini sudah menjadi sebuah kota”. Jadi itu dia awal mula Kota Bandung. 

Di bawah terik matahari, kami berjalan menuju ke Hotel Grand Preanger. Isinya ada mesin ketik, piringan hitam, dan proyektor film. Arsitek dari bangunan ini juga sama yaitu bapak Schoemaker. Ia juga merancang bangunan Landmark. Hotel ini juga pernah dikunjungi oleh Charlie Chaplin (pernah mandi di sana) dan pilot wanita pertama, Amelia Earhart yang sempat menginap. 

Kami sempat minum welcome drink yang isinya seperti rempah rempah. Ada rasa jahe, sereh, dan mintnya. 

Tak terasa, truk tentara sudah datang menjemput. Kami segera pulang ke BSA dan lanjut makan siang hokben. Lalu, masuk ke kamar dan beristirahat.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 42 hari rabu

Hari ini hari Jumat, rasanya kayak masih Rabu. Pagi-pagi, aku baca buku 'Pasangan Detektif' oleh Agatha Christie. Seru banget sih, tapi belum sampe plot twistnya. Lalu, kami ada bahasan sedikit mengenai KPB. Di kita lihat lagi apa saja si komponen yang ada di dalam KPB dan juga apa hal yang sudah b…

vania00
AtomicEssay

AES 41 kapan aku magang?

Hari ini kita membahas tentang apa itu KPB. Jujur karena handphone nya error jadi ini adalah kali ketiga aku menulis ini. Jadi awalnya kami duduk melingkar membahas apa itu KPB. Ada yang dibedah perkata ada juga yang gabungannya. Jadi menurutku KPB itu adalah kelompok individu yang memiliki satu tu…

vania00
AtomicEssay

AES 40 hari pertama

Hari ini, akhirnya saya sekolah! Tadi pagi, Kak Andy membuka sesi tanya jawab mengenai KPB. Mulai dari bagaimana KPB dimulai, cerita-cerita saat awal-awal KPB terbentuk, juga proses para alumni saat ada di KPB. Asik sih, apalagi karena bisa tanya ke Kak Andy. Terus, ada juga beberapa kakak alumni y…

vania10