AtomicEssay

Dua Puisi Selametan TP-21

adhmsmpenulis arsip3

Mekarlah, Mekar

 

bersama-sama, kita

menghadap sama rendah

dengan penuh kerendahan sukma,

berlindung di bawah mendung

yang masih canggung.

 

pada satu lembah,

pada satu lembar

hari yang berulang,

kita coba menerka,

apa arti pulang,

jika kita tak lagi bisa

memaknai hangat rumah

yang membesarkan kita.

 

sementara, semesta ini

adalah satu-satunya tempat kita

menangis sedalam-dalamnya

atau berbahagia setinggi-tingginnya.

 

adakah kita masih bisa

mengenal harum dedaun

yang menanti jatuh?

adakah kita masih bisa

melihat doa yang pernah kita layangkan

pada satu titik langit yang jauh?

 

telah kita rajut

kesementaraan kita

dengan benang takdir.

hingga, sukma kita berdekatan-berdekapan.

hingga, segala yang telah menguncup

kembalilah hidup.

hingga, segala yang telah meredup

kembalilah berdegup.

 

maka mekarlah, mekar,

setitik pendar yang malu-malu

berkobar dalam dada.

 

dan semesta, terimalah derma kami,

derma yang tak seberapa ini.

 

2025

 

Doa Semesta

 

Tuhan, sembahyang kami tak seberapa

dibandingkan daun-daun yang melambai pada pepohonan.

sembahyang kami tak sekhusyuk tanah yang senantiasa tabah.

sembahyang kami tak begitu tinggi seperti awan yang berarak-beriringan.

 

Tuhan, ajarilah kami arti kemerdekaan,

merdeka dari segala pamrih,

seperti merdekanya alam yang selalu ikhlas menderma.

 

Tuhan, hidupkanlah kami kembali

dari hidup yang sebatas bisa kami ketahui.

hidupkanlah sukma yang tertidur dalam raga kami,

sukma yang kekal dalam keabadian semesta yang entah.

 

Tuhan, terimalah doa-doa kami pada pangkuan-Mu.

sementara, kami selalu percaya, tak ada tempat merebah

yang lebih tepat selain hangat pangkuan-Mu.

 

Tuhan, dari satu tempat yang dekat,

kami berserah dengan sepi kami sendiri-sendiri.

izinkan kami menghaturkan amin dengan penuh kesungguhan,

amin yang terbebas dari sombongnya jiwa-jiwa kerdil kami.

 

2025

Komentar (2)

Andy Sutioso

Selalu asik membaca / mendengar kak Dhimas bermain kata-kata. Lebih jauh adem terasa saat mencermati makna di baliknya...

aadhmsm

Hatur nuhun, Kak Andy.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES829 Benang-benang Koneksi

Tidak lengkap rasanya kalau tidak meninggalkan catatan dari Proses Kebersamaan keluarga besar Semi Palar kemarin. Selametan TP21, Menemukan Bintangku : dari Spirit ke Spiritualitas. Tentunya dengan tidak meninggalkan kesadaran bahwa This is No Ordinary Time. Bukan waktu, bukan momen biasa. Bertepat…

Andy Sutioso20
AtomicEssay

AES872 What I Wish for You

Posting ini bakalan singkat. Saya hanya ingin menyimpankan satu puisi yang bagus banget di mata saya. Satu puisi yang saya temukan saat mendengarkan salah satu konten dari kanal favorit saya. Salah satu yang the best. Tema-temanya selalu mendalam, sosok-sosoknya penuh jiwa dan kontennya penuh makna…

Andy Sutioso41
AtomicEssay

AES#021 Menemukan Bintangku (Catatan dari Selametan TP-21)

Selametan Smipa tanggal 16 Agustus 2025 lalu mengusung benang merah tema TP-21 ini yaitu spiritualitas. Terus terang elemen spiritualitas ini yang membuatku resonan ketika pertama kali mengenal Smipa, 15 tahun silam ketika aku mengundang kak Andy sharing di SBM ITB, meski saat itu pemahamanku tenta…

Murdeani221