AES2

Gerbang Yang Megah

Laras Fajarpenulis arsip2

Suatu sore aku memutuskan melangkahkan kaki ke tempat yang baru.
Bukan sebuah toko buku ataupun Coffeshop seperti biasanya.
Ya, aku memutuskan untuk mendatangi sebuah "Gerbang Yang Megah", dan menekan sebuah tombol bel.
Seorang bapak tua menghampiri gerbang dan tersenyum menyapaku.
"ada yang bisa dibantu ?", dengan polos aku menjawab "bolehkah saya izin untuk masuk kedalam". Hanya sebuah senyum dan respon mempersilahkan masuk dari sang bapak.

Rasanya takjub, saat memasuki gerbang yang megah disambut deretan pohon yang cantik.
Hanya bisa tersenyum walaupun entah apa isi dibalik gerbang ini.
Hal takjub yang kedua adalah melihat ratusan nisan berjajar rapi.
Putih bersih baris berjajar diatas hamparan rumput yang indah.

Tuhan tempat apakah ini ?
Mengapa aku merasa nyaman diantara ratusan batu nisan ini ?
Mengapa aku melangkah ke sini ?

Berjalan diantara para korban perang dunia II, melihat ratusan nyawa tak pandang usia dan jabatan sudah berbaring di pusaranya.
Rasanya teringat akan satu hal, "Lakukan hal yang baik ketika hidup, karena kita tidak pernah tahu bagaimana kita akan berakhir", harta dan tahta tidak akan dibawa.
Hanya cerita selama kita hidup yang akan membersamai kita nanti.

Terima kasih gerbang megah, kutitipkan beberapa pahlawan negeriku di tempat indahmu.
Terima kasih sudah mengizinkan aku untuk mengagumi keberadaanmu.

Bandung, Mei 20223


Everveld Pandu

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES01 Berkenalan Dengan Semi Palar

Hai Semi Palar, salam kenal :) aku Laras. Tidak ada yang kebetulan, mungkin pertemuanku dan Semi Palar adalah sebuah kebaikan yang didukung oleh semesta. Awal memasuki lingkungan Semi Palar, aku masih bingung ada apa di dalamnya. Semua kemungkinan saling menebak dengan riuh di kepalaku. Ahh seperti…

Laras Fajar33