Atomic Essay

Hari terakhir?

Tatha Wupenulis arsip2

Di pagi ini, aku tidak bangun di jam 04:00 lagi, aku bangun jam 05:00. Masih sama, kami hanya duduk bersama dan kebingungan akan ngapain dulu. Lalu sarapan lalu mandi. Setelah itu kami ingat jam 08:00, kami harus kumpul ke pendopo untuk naik mobil bak. Kami pun langsung beberes, bawa tas daypack, dan minta izin ke Bu Eem untuk pergi ke Cisungsang. Iya, kami naik mobil bak ber 20. Tapi saat baru keluar dari Kujang Jaya. Kami berhenti di Indomaret yang tidak jauh dari gerbang Kujang Jaya untuk menurunkan Am dan Na. Mereka pulang lebih awal karena ada pertandingan olahraga. Jadi kami hanya ber 18. Kami datang ke rumahnya Abah Usep, orang yg dituakan disana. Tapi sayangnya Abah Usep sedang tidak di rumah, jadi kami hanya bertemu anaknya Abah Usep, yaitu Kang Angga. Kami wawancara Kang Angga dan keliling daerah rumahnya Abah Usep. Bedanya dengan Kujang Jaya, rumah warganya tidak berdekatan dengan rumah Abah-nya. Jadi kami harus jalan kaki untuk kesana. 

IMG_20231026_085741.jpg

Tapi di daerah rumah warga Cisungsang, tidak ada apa apa. Karena hampir semua rumahnya sudah modern. Sudah seperti komplek perumahan biasa tapi di daerah pegunungan. Setelah liat-liat Cisungsang, kami kembali lagi ke Kujang Jaya menaiki mobil bak lagi, lalu kembali ke indomaret menurunkan teman kita Sa, karena ada acara lomba. Jadi sekarang kami hanya ber-17. Saat pulang, kita langsung kembali ke rumah dan makan siang. Bu Eem menanyakan kepada kami disana ngapain aja, kami menjawab apa adanya (Bertemu Kang Angga). Bu Eem ada cerita sedikit tentang Kang Angga dan Abah Usep. Kang Angga masih umur 25 tahun, sudah berkeluarga dan memiliki anak perempuan yang masih kecil. Dan Abah Usep memiliki 3 istri. Setelah mendengarkan itu, kami bertiga terheran-heran dan diam karena saking  kagetnya. Setelah makan siang, kami tidur siang. Tadinya aku tidak mau tidur, mau gambar, tapi pada akhirnya aku juga ikut tidur. Dan saat aku terbangun lagi, Ara dan Kalila masih tidur. Dan diluar sedang hujan besar, ada satu momen suara gledek-nya besar, aku langsung kaget. Dan kayanya Ara bangun gara-gara gledek itu. Jadi aku, Ara, dan Kalila bangun, menunggu hujan berhenti.

IMG_20231026_111706.jpg

                                          Perumahan Cisungsang
Setelah hujan berhenti, kami jalan-jalan (Pastinya sudah minta izin Bu Eem). Kami datang ke rumah Mang Jedi untuk bermain kartu UNO dengan teman-teman yg lain. Aku tidak ikut main, karena nanti kalau kalah kena coret tepung. Saat itu kami bermain dengan Suhanda, yang ternyata adalah sepupunya Kak Ama. Aku hanya menonton sambil ketawa-ketawa. Tidak terasa hari sudah mulai gelap dan maghrib. Jadi kita pulang dan mandi, dan makan malam. Seudahnya kami kumpul di pendopo untuk briefing besok pulang. Ga kerasa sudah mau pulang lagi. Sesudahnya kami kembali ke rumah dan tidur.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomic Essay

AES049_Macet deui

Beuh macet deui jiga kamari. Penyebabnya sama, masih banyak polisi. Udah mah aku berangkatnya kesiangan, ditambah macet jadi makin telat. Untungnya pas aku sampai SMIPA, JABAWASKITA belum mulai. Aku sedang membaca ulang buku serial Supernova, karya Dee Lestari. Aku sangat suka dengan serial Superno…

Tatha Wu10
Atomic Essay

AES048_Polisi = Macet

Ga kerasa aku udah naik K12, perasaan kemarin baru masuk KPB K10. Cepet yah... Kemarin MPLS dimulai, aku berangkat jam 6 pagi (kalau 6 malem aku lagi makan malam). Dianter Papah pake motor. Baru hari pertama udah disambut jalanan macet, bukan karena jam berangkat sekolah/kerja, bukan karena kecelak…

Tatha Wu10
Atomic Essay

AES047_Santai Aja

Hmmmm, tiba-tiba aku mau menceritakan apa sih yang aku rasakan dari awal ke Temanggung hingga sekarang, saat sudah mendekati waktu pulang. Kalau hidup di kota dan desa dibandingkan, wooooaaaww sangat sangat beda. Pertama tentunya dari sisi lingkungan, di kota banyak gedung-gedung tinggi, di desa ha…

Tatha Wu10