Kemanakah Sampah Masker Yang Kita Gunakan Selama Pandemi Ini?

Jadi topik yang Saya pilih untuk narasi kali ini adalah kemanakah sampah masker dan medis yang kita gunakan selama pandemi ini? Saya memilih topik ini karena masalah sampah masker tidak pernah terjadi sebelum pandemi ini dan memang topiknya sangat menarik karena belum ada solusi bagus dan jarang yang memperhatikan untuk permasalahan ini. Permasalahan ini juga bisa membawa pencemaran lingkungan yang parah dan banyak akibatnya yang bisa merugikan manusia dan alam. Maka dari itu Saya memutuskan untuk mengangkat topik ini menjadi narasi kali ini.
Narasumber wawancara yang aku wawancarai kali ini adalah kakak dan juga ayah. Saya juga menulis pendapat aku kalau misalnya Saya diwawancara. Saya meriset tentang pengelolaan sampah masker juga selama ini. Ini adalah hasil wawancara, pendapat dan riset Saya kemarin :
Saat hari Sabtu Saya membuat pertanyaan wawancara pada siang hari. Aku jadi memilih topik sampah masker. Ini adalah pertanyaan wawancara yang aku buat :
- Kemana sampah masker yang kita gunakan selama ini untuk menangkal corona?
- Apakah ada cara mengelola dan mengolah sampah masker agar tidak mencemar lingkungan?
- Apa saja efek jika sampah masker tidak dikelola dengan benar?
- Adakah cara agar masker bisa digunakan kembali?
- Adakah cara untuk menanggulangi sampah masker agar lebih ramah lingkungan?
Aku melakukan wawancara saat hari libur tepatnya hari minggu tanggal 22 agustus 2021. Kali ini narasumber yang Saya wawancara adalah Ayah dan juga Kakak.
Menurut Ayah, sampah masker banyaknya dibuang ke tempat pembuangan sampah karena kesadaran lingkungan belum baik. Ayah menjelaskan tentang pengelolaan sampah masker. Di rumah sampah masker kadang dicuci dulu dan setelah itu disumbang ke bank sampah. Menurut Ayah, jika sampah masker tidak dikelola dengan baik maka banyak yang dibuang sembarangan dan juga ikut dibuang ke tempat pembuangan akhir. Itu bisa berakhir menularkan orang lain karena bisa saja ada virus covid yang menempel dan terkena orang atau terbawa udara sampai terhirup orang lain. Sampah masker juga bisa mencemar tanah sekitar. Ayah memberitahu bahwa masker medis hanya bisa digunakan sekali dan sudah kotor karena banyak virus dan mungkin ada virus covid jadi jelas tidak bisa digunakan lagi. Ayah menyarankan tentang cara menanggulangi sampah masker agar ramah lingkungan dengan cara menggunakan masker kain ataupun masker elektrik karena lebih berkelanjutan dan juga agar lebih ramah lingkungan.
Selanjutnya narasumber kedua yang Saya wawancarai adalah Kakak. Menurut Kakak banyaknya sampah masker dibuang sembarangan sehingga mencemari lingkungan. Menurutnya Sampah masker juga tidak bisa diolah karena sudah kotor dipakai orang dan hanya bisa dipakai sekali. Kakak menyebut bahwa masker yang dibuang sembarangan bisa menularkan virus covid ke orang lain dan juga bisa mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan. Kalau kita ingin menjaga protokol kesehatan secara berkelanjutan kita Bisa menggunakan masker kain dan faceshield yang bisa digunakan berkali-kali agar ramah lingkungan.
Nah sekarang ini adalah pendapat Saya jika Saya diwawancara dengan pertanyaan itu. Menurut Saya Masker yang selama ini kita pakai banyaknya berakhir di TPA, banyak juga di alam dan juga di laut. Sampah-sampah masker yang dibuang sembarangan ke alam dan juga sungai serta lautan dapat mencemari lingkungan seperti plastik yaitu menjadi partikel-partikel kecil seperti mikroplastik. Menurut Saya sampah masker yang sudah tidak digunakan bisa ditaruh di tempat pembuangan sampah khusus masker agar tidak mencemar lingkungan sekitar. Sampah-sampah masker yang dibuang sembarangan ke alam dan juga sungai serta lautan juga dapat mencemari lingkungan seperti plastik yaitu menjadi partikel-partikel kecil seperti mikroplastik. Tidak ada cara menggunakan ulang masker medis karena hanya bisa dipakai satu kali dan solusinya menggunakan masker kain.
Kita juga bisa jarang-jarang keluar agar penggunaan masker berkurang dan bisa menggunakan face shield agar penggunaan masker medis menurun.
Jadi ini adalah informasi hasil riset yang aku dapat dari artikel-artikel yang aku temukan di internet. Di bumi setiap satu menit ada 2,8 juta masker yang dibuang manusia di bumi semenjak pandemi covid-19 dan perbulan manusia di bumi menggunakan 129 miliar masker. Dari semua sampah masker itu hampir 100% nya tidak didaur ulang dan banyaknya terbuang ke tempat pembuangan sampah, dibuang sembarangan dan banyak juga yang berakhir ke laut. Pelapukan sampah masker bisa mencemar lingkungan karena bisa menjadi partikel yang lebih kecil dari mikroplastik yang mempunyai zat kimia berbahaya. Di Indonesia, seharusnya sampah masker dikategorikan menjadi sampah B3 tapi pengelolaannya belum baik dan masih banyak yang membuangnya sembarangan sehingga mencemari lingkungan.
Kesimpulannya, Sampah masker masih sangat disepelekan oleh orang-orang secara umum dan pengelolaannya masih kurang efektif. Jumlah sampah masker yang dihasilkan juga bukan kaleng-kaleng. Banyaknya berakhir di tempat pembuangan sampah dan juga banyak yang berakhir mencemar alam dan laut. Hewan-hewan banyak yang menjadi korban. Manusia seharusnya membuat solusi untuk menggantikan masker sekali pakai seperti masker elektrik dan juga tidak berkerumunan agar sampah masker bisa menurun. Akan tetapi memang masker elektrik itu mahal. Sampah masker adalah masalah yang sangat dilema akan tetapi bisa dikelola lebih baik lagi gat tidak mencemar lingkungan dan membahayakan manusia dan alam.
Daftar pustaka :
- Artikel https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/11/120500265/tiap-semenit-terdapat-2-8-juta-limbah-masker-sekali-pakai-di-bumi?page=all (diakses tanggal 26 agustus 2021)
- Sumber foto https://betahita.id/news/detail/5926/klhk-masih-kaji-inovasi-daur-ulang-sampah-masker-sekali-pakai.html.html (diakses tanggal 26 agustus 2021)
- Wawancara dengan Kakak (Haegen) dan Ayah (Pak Raymond) pada tanggal 22 agustus 2021
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 18 Smipa
Pagi ini saya terbangun dengan lemas, ya setelah semalam begadang berusaha tetap terhibur dan mendapat semangat lagi untuk ke smipa lagi dan terus mengulang hari ku yang sama di sekolah yang membuatku tersiksa. Aku sangat benci sekolah ini Setelah bangun aku langsung siap-siap dan berangkat dengan…
AES17 Sadar dengan sampah sendiri
Sejak tadi siang ditugaskan Kak Leo membuat tulisan lagi setelah melihat presentasi Kak Fitri dan Yanuar tentang perjuangan mengelola sampah di lingkungannya, Kami semua (KPB) ditugaskan membuat tulisan dari presentasi tadi dengan isi value, spirit dan esensi cerita Kak Fitri dan Yanuar tentang men…
AES16 Sadar Lingkungan(1/4)
Mengapa kami memilih masalah sampah dan membuat video pendek mengenai edukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan? Disinilah jawaban nya Di saat kami berpencar menjadi 4 kelompok berbeda sembari mencari orang dengan profesi untuk kami observasi. Mencari, mencari dan mencari kami sulit bertemu o…