Mars (Don’t Pee Randomly), Film yang Sedikit Absurd namun Menarik

Identitas Film
- Judul: Mars (Don’t Pee Randomly)
- Tahun rilis: 2017.
- Rating usia: All ages.
- Genre: Sci-Fi & Comedy.
- Rumah produksi/distributor: Tiga Koma Lima Film.
- Sutradara: M. Marhawi.
- Pemeran: Kelvin Valerian (Ipul), Putri Emiliardillah (Sofia), Nani Yudi (Ibu), Sri Cahyadi Aprianto (Pak guru), Eden K. Pison (Bos Alien), Gregah Bimo Pangestu (Alien 1), Riezky Aulia a.k.a Kolok (Alien 2), Kevin Abani (Alien 3), Muhammad Ramadhan (Alien 4)
- Durasi: 20:22 menit.
Paragraf Pembuka
Karya yang digarap oleh sekumpulan mahasiswa ISI Yogyakarta yang tergabung dalam rumah produksi Tiga Koma Lima Film pada tahun 2017 ini merupakan film pendek yang mempunyai genre Sci-Fi dan Comedy. Film pendek karya Muhamad Marhawi yang menghabiskan waktu 7 bulan dalam proses produksi, berhasil mengantar karya ini diputar di beberapa festival kampus dan Jogja-NETPACK Asian Film Festival yang menghadirkan sinema dari negara-negara di Asia, khususnya Indonesia. Selain diputar di banyak festival, film ini juga memenangkan penghargaan di Ucifest Universitas Multimedia Nusantara sebagai film fiksi terbaik. Absurd namun kontekstual dan informatif, menurutku itulah cara untuk mendeskripsikan karya anak bangsa yang satu ini.
Sinopsis Film
Awal cerita ini dimulai dengan sang tokoh utama bernama Ipul yang beseran (buang air kecil terus menerus). Ia ingin mengikuti study tour yang diadakan ke sekolahnya ke Mars. Sesampainya di Mars, Ipul bersama Sofia yang merupakan teman perempuannya langsung mengeksplorasi planet Mars yang digambarkan sebagai planet yang kering. Namun tiba-tiba, di tengah-tengah perjalanan balik menuju bus yang mereka tumpangi, Ipul kebelet pipis. Ia pun pipis sembarangan di Mars, meskipun di tempat itu terdapat tanda untuk tidak boleh pipis sembarangan. Hal inilah yang menyebabkan Ipul tiba-tiba diculik oleh sekumpulan alien yang tinggal di Mars.

^ scene terbaik lol
Ulasan Film
Meskipun menurutku agak sedikit absurd, film yang digambarkan ber-genre Sci-fi ini masih dilapisi oleh komedi sehingga para penonton masih bisa menangkap sedikit pesan yang ingin disampaikan tanpa terberatkan oleh tontonan yang terlalu serius. Di film ini, saya suka ketika sang sutradara masih menyisipkan kejadian-kejadian yang masih terjadi di kehidupan keseharian meskipun film ini juga termasuk film fiksi. Kejadian-kejadian yang saya maksud adalah saat orang-orang masih melakukan hal yang sembarangan di tempat asing, contoh dari kasus ini adalah Ipul yang pipis sembarangan di tempat yang tidak ia kenali.
Menurutku kelebihan yang film ini miliki adalah pilihan lokasi yang mampu untuk memenuhi deskripsi bagaimana planet Mars terlihat dan menurutku pesannya yang sangat sederhana yaitu agar tidak melakukan hal sembarangan di tempat baru pun berhasil tersampaikan. Dalam aspek penulisan skenario, menurutku film ini juga menyampaikan dialog yang cukup kontekstual untuk tokoh-tokohnya yang mayoritas seumuran anak SD. Saya rasa kekurangan dari film ini yang masih bisa ditingkatkan adalah akting para pemainnya dan hasil editing atau CGI, namun di hal ini menurutku masih bisa dimengerti karena film ini diproduksi pada tahun 2017. Sedikit hal yang bisa aku sarankan untuk film ini adalah agar lebih bisa memasukan lebih banyak pengetahuan-pengetahuan yang berhubungan dengan antariksa agar bisa membuka ilmu pengetahuan juga sambil menonton. Pengetahuan-pengetahuannya juga tidak usah terlalu ribet, bisa sekedar fun fact atau semacamnya juga, karena menurut saya di akhir-akhir film ini jadinya terlalu banyak komedinya.
Penutup
Meskipun diproduksi dengan tim yang tidak terlalu besar (selain pemain) film ini dapat memberikan keunikan atau ciri khasnya sendiri yang mungkin bisa dibilang agak sedikit absurd menurut orang-orang. Saya rasa saya akan merekomendasikan film ini kepada beberapa orang kedepannya. Orang-orang yang dimaksud adalah orang-orang yang tertarik dengan film pendek nan sederhana dengan sedikit komedi. Jika harus menilainya dari 1-10, saya rasa saya akan memberikannya di angka 7, karena jujur saya rasa ending-nya yang masih agak menggantung dan bagian CGI dari film ini yang cukup mengganggu bagi saya. Di luar itu, menurut saya film ini masih tergolong keren mengingat sedikitnya film yang menggarap tema Sci-Fi di Indonesia.
Tonton film Mars (Don't Pee Randomly) di sini:
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
Kesuksesan Tidak Akan Didapatkan Kecuali dengan Pengorbanan dan Perjuangan: Resensi Buku Swarna Alor
Identitas Buku Judul buku: Swarna Allor, Impian di Langit Timur Penulis: Dyah Prameswarie Penerbit: Metamind-Tiga Serangkai Tahun terbit: 1, Mei 2015 Tebal buku (dalam halaman): 282 halaman Dimensi ukuran buku: 21 cm x 14.5 cm Harga buku Rp50.000,00 Paragraf pembuka Aku membaca buku ini karena aku…
kanditaa30We, Cerita Dua Sisi dari Keberhasilan
Identitas Film Judul: We Tahun rilis: 5 Juli 2021 Rating usia: SU Genre: Drama keluarga Rumah produksi/distributor: Riuh Records Sutradara: Aco Tenriyagelli Pemeran: Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, Riny Hamid, Alda Puspitasari, Alma Mauvi, Aisyah Nadia, Fuad Maulana Durasi: 12 menit 50 detik . .…
Film Pendek Ini Pasti Akan Membuat Hatimu Tersentuh! (Resensi Film Pendek “We”)
Identitas Film Judul: We Tahun rilis: 2021 Rating usia: Semua usia Genre: Drama Rumah produksi/distributor: Riuh Record Sutradara: Aco Tenriyagelli Pemeran: Rachel Amanda (Adin), Teuku Rifnu Wikana (Bapak), dan Riny Hamid (Ibu). Durasi: 12 menit 51 detik Paragraf Pembuka Film pendek We adalah film…

