Pesona Kawah Vulkanik Sikidang Dieng

Zita Narapenulis arsip2

IMG20210927090211.jpg

Kawah Sikidang, kawah vulkanik yang berada di Bakal Buntu, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Kawah dengan pesonanya yang menjadi trademark dari Dieng Plateau, tempat utama yang selalu didatangi pengunjung dari segala penjuru Indonesia bahkan dunia. Dataran Tinggi Dieng yang terbentuk akibat letusan Gunung Prahu Tua, berabad-abad lalu. Walau sudah berabad-abad, aktivitas vulkanis masih tetap terjadi, salah satunya adalah Kawah Sikidang. 

Kawah Sikidang tentunya memiliki sejarah atau cerita legenda yang selalu diceritakan oleh masyarakat Dieng. Dalam 4 tahun, kawah utama dapat berpindah-pindah, maka itu kawah ini diberi nama Sikidang atau berasal dari hewan kidang atau kijang yang suka melompat-lompat. Terdapat satu legenda yang menarik, legenda mengenai Shinta Dewi, ia sangat populer ini selalu meminta jumlah mas kawin dengan jumlah yang besar. Kidang Garungan mengetahui keberadaan Shinta Dewi, namun Kidang Garungan memiliki bentuk fisik yang tidak biasa. Tubuhnya manusia tapi namun kepalanya berbentuk kijang. Kidang Garungan merupakan pangeran kaya raya yang mengutus pengawalnya menyampaikan lamarannya kepada Shinta Dewi. Shinta Dewi sangat kaget saat melihat rupa Kidang Garungan, dengan semua cara Shinta Dewi ingin menolak lamarannya dengan suatu syarat yaitu membuat sumur besar, namun sumur tersebut harus dibuat oleh Kidang Garungan. Namun Shinta Dewi merasa bahwa Kidang Garungan bisa membuat sumur itu, maka Shinta Dewi meminta para masyarakat menimbun ia di dalam sumur tersebut. Tetapi sebelum meninggal Kidang Garungan bersumpah agar seluruh terunan Shinta Dewi memiliki rambut gimbal. Amarahnya lama-kelamaan meledak dan membentuk Kawah Sikidang. 

IMG20210927090226 (2).jpg

Kawah Sikidang memiliki satu lubang utama dan beberapa lubang-lubang kecil lainnya. Lubang yang berada kira-kira 1 km dari pintu masuk ini membuat pengunjung bisa melihat banyak sekali keindahan di kawasan Kawah Sikidang. Baru-baru ini Kawah Sikidang direnovasi oleh pihak pengelolanya yaitu Perum Perhutani. Dengan “wajah” baru, Kawah Sikidang menjadi lebih indah untuk dilihat, jika datang kesana juga Kawah Sikidang menjadi sangat indah dan mengurangi kasus-kasus buruk yang dapat terjadi. Kasus yang diceritakan oleh orang asli di sana adalah seseorang pengunjung masuk atau loncat pada lubang utama kawah, hal itu menyebabkan orang tersebut langsung meninggal karena kawah yang panas dan beracun. Oleh karena renovasi yang dilakukan oleh pengelola, sekarang lebih mudah untuk mengakses Kawah Sikidang, terutama lubang utamanya. Sekarang dibuat sudah ada treknya untuk lebih mudah mengakses, dan ada beberapa saung atau beberapa kursi jika lelah saat eksplorasi wilayah Kawah Sikidang. 

Kawah Sikidang juga tinggi akan kandungan belerang atau sulfur dan zat beracun lainnya. Oleh karena itu saat berada di Kawah Sikidang, ada bau menyengat dan dan ada sedikit asap atau kabut putih. Maka dari itu, saat berada di kawasan Kawah Sikidang lebih baik menggunakan masker (ditambah kondisi pandemi). 

Kawasan Kawah Sikidang yang kurang lebih memiliki luas 4 hektar ini, memiliki beberapa fasilitas, yaitu WC umum dan juga banyak sekali penjual suvenir, bahkan penjual makanan pun ada. Tempat souvenir ini sangat banyak karena pengelola memfasilitasi semua penjual yang ada. Dulu sebelum direnovasi para penjual berada tepat di bibir kawah, tentu saja itu sangat berbahaya. Kini fasilitas di Kawah Sikidang pun menjadi lebih lengkap dan enak dilihat. Kebanyakan di tempat penjualan suvenir terdapat batu belerang, batu yang ditemukan di area Kawah Sikidang, batu belerang sendiri memiliki banyak khasiat, terutama menyembuhkan penyakit kulit. Tentunya untuk mengunjungi Kawah Sikidang seluruh pengunjung harus membeli tiket, Rp 15.000,00 untuk domestik sementara Rp 30.000,00 untuk asing. Kawah Sikidang ini masih berada di kawasan Candi Arjuna maka kedua tempat itu memiliki tiket terusan, jadi tidak perlu membeli dua tiket. Selain menggunakan masker karena alasan bau belerang yang sangat kuat, kita harus tetap menjalankan prosedur kesehatan dikarenakan pandemi. Kawah Sikidang menyediakan fasilitas cuci tangan agar tidak ada penyebaran covid-19 dari barang yang disentuh. 

PSX_20210927_090830 (1).jpg

Di Kawah Sikidang pastinya kita harus mengabadikan keindahan yang ada di Dieng Plateu dengan cara hunting foto dan juga melihat bibir Kawah Sikidang secara langsung. Kawah Sikidang memiliki keindahan yang wajib dilihat secara langsung, namun pada saat PPKM Kawah Sikidang tutup. Setelah PPKM selesai, datang langsung dan rasakan, lihat betapa indahnya Kawah Sikidang. 

Sumber :  

Sumber artikel

Sumber Artikel

Sumber Artikel

Sumber Artikel

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

k8 Jamuran

Kisah Meluluhkan Hati Seseorang yang Dingin: Septihan

Identitas Buku Judul buku: Septihan Penulis: Poppi Pertiwi Penerbit: Coconut Books Tahun terbit:Cetakan Ketujuh, Juni 2021 Tebal buku (dalam halaman): 436 Halaman Dimensi ukuran buku: 21 x 15 x 2 cm Harga buku: Rp. 99.000 Paragraf pembuka Kehidupan remaja, banyak perasaan, kejadian bahkan konflik y…

Zita Nara10
Kelompok Jamuran

Proyek Mini #1 : Boneka Gurita ‘Bolak-Balik’

Ini adalah foto hasil proyekku Haloo aku Nara kali ini aku akan bercerita tentang proses juga hasil dari proyek mini #1 milikku. Untuk yang belum tahu ini adalah boneka gurita dapat di bolak-balik maka judul dari proyekku adalah Boneka Gurita ‘Bolak-Balik’. Yuk simak ceritaku.. Dari semua minatku,…

Zita Nara40
Kelompok Jamuran

We, Kisah Bapak Melepas Putrinya Merantau

Identitas Film Judul: We Tahun rilis: 2021 Rating usia: SU Genre: Drama keluarga Rumah produksi/distributor: Riuh Records Sutradara: Aco Tenriyagelli Pemeran: Rachel Amanda sebagai Adin, Teuku Rifnu Wikana sebagai Bapak, Riny Hamid sebagai Ibu, Alda Puspitasari sebagai Alda, Alma Mauvi sebagai Alma…

Zita Nara10