Proyek Mini #1: Nayla's Attempt to Cook


foto hasil proyek: Bistik Jawa dan Oreo Pancake
Hohoy! Halo... nama saya Nayla dari kelas 8 Jamuran. Hari ini saya akan menceritakan tentang hasil akhir Proyek Mini #1 saya yang bertajuk Nayla's Attempt to Cook! Ya... judulnya sih "attempt" karena kayaknya setiap saya masak jarang bener tuh hasilnya hahaha... Jika kamu penasaran dengan ceritaku, yuk simak ceritanya di bawah ini!
.
.
Sejak kecil aku selalu tertarik untuk mencicipi makanan dengan karakteristik yang berbeda. Hal ini untungnya didukung oleh orang tuaku yang selalu menyuruhku untuk mencoba berbagai jenis makanan baru, ini katanya mereka lakukan agar aku bisa mempelajari budaya lewat makanan. Kurasa orang tuaku termasuk orang-orang yang mempercayai bahwa cara terbaik untuk mempelajari sebuah budaya adalah dengan mencoba makanannya. Terlepas dari itu, sayangnya aku rasa aku sendiri masih sangat buruk dalam proses membuat masakannya. Jadi kuputuskan, di proyek minat ini aku akan mencoba untuk membuat 2 menu makanan. Rencananya makanan yang akan aku buat meliputi 2 jenis makanan dengan ‘tema’ berbeda, 1 makanan akan berupa makanan yang mudah untuk dibuat dan satu lagi akan menjadi makanan tradisional yang adalah Bistik Jawa. Alasanku memilih salah satu menu menjadi makanan tradisional adalah, seperti yang aku bilang tadi aku ingin mempelajari budaya keluargaku lebih mendalam melalui makanan. Setahuku anggota-anggota keluargaku semuanya berasal dari Jawa, dan saat aku kecil aku sempat beberapa kali dibawa jalan-jalan ke daerah Jawa untuk melihat dan mengamati tradisi dan budaya orang-orang disana. Sehingga, aku akhirnya memutuskan untuk mempelajari cara pembuatan 1 makanan tradisional dari Jawa. Satu menu lagi aku putuskan menjadi makanan yang mudah dibuat, alasannya adalah agar aku bisa memasak menu itu jika aku kehabisan ide untuk sarapan atau sekadar ngemil. Untuk makanan yang mudah dimasak, aku memilih pancake sebagai menunya. Alasannya adalah karena selain mudah dibuat, pancake juga menjadi salah satu menu yang sering hadir dalam sarapan keluargaku.
.
Dari proyek ini aku mengharapkan agar kemampuan motorik halusku bisa meningkat selama memasak, aku juga berharap agar aku bisa punya referensi rasa yang lebih luas. Pastinya aku juga ingin skill memasakku bertambah dan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Lebih baik di sini artinya adalah misalnya bisa menguasai lebih banyak teknik memasak, bisa lebih bereksperimen dengan masakan dan hasil akhirnya juga enak. Mungkin setelah proyek minat ini selesai, tidak menutup kemungkinan jika aku bisa lebih sering memasak untuk diriku sendiri maupun keluargaku.
.
Hasil akhir dari proyek ini akan berupa 2 bentuk sajian makanan yang memiliki ‘tema’ berbeda. Satu makanan akan bertema: mudah dibuat, jadi aku akan membuat sebuah Pancake yang kemungkinan akan dicampurkan dengan buah-buahan seperti pisang atau alpukat agar tetap sehat. Satu menu lagi akan menjadi makanan tradisional yaitu Bistik Jawa, sebuah makanan yang pastinya berasal dari Jawa. Bistik Jawa ini rencananya akan dihidangkan bersama kentang dan sayur-sayuran agar tetap melengkapi syarat makanan sehat.
.
.
Proses Pengerjaan:

31 Januari 2022: Membuat Bistik Jawa

Bistik Jawa jadi~~ (selesai jam 3 sore, karena pas mau masak gasnya bermasalah) :')


7 Februari 2022: Membuat Pancake

Pancake Oreo yang harusnya pakai buah tapi tidak ada pisang dan alpukatnya pun jadi~~
.
.
Menurutku, sasaran dan tujuan yang telah aku tetapkan sebelumnya telah tercapai, karena aku rasa teknik memasakku lebih membaik daripada sebelumnya. Dari proses pengerjaan proyek ini aku juga mendapatkan beberapa pengetahuan ataupun teknik baru dalam memasak yang dapat berguna untuk masakanku berikutnya. Dalam kedua proses memasak makanan yang aku pilih juga, ada saat-saat di mana aku rasa aku diharuskan untuk lebih eksperimental. Maksud eksperimental di sini adalah untuk tidak terlalu terpaku terhadap resep yang sudah ada dan mencari cara agar rasa dari masakan ini tetap bisa masuk ke dalam seleraku.
.
Jika aku bisa memperbaiki proyek ini agar proses dan hasilnya bisa lebih optimal, aku akan mempersiapkan beberapa hal lebih matang. Saat pengerjaan pertama proyek ini, jujur aku merasa kecewa akan diriku sendiri. Dari awal tahap resep, aku sudah teledor saat mengecek resepnya. Jadi di resep seharusnya daging has dalam untuk Bistik Jawa itu perlu dimarinasi dengan bumbu bumbu minimal selama 3 jam, tapi masalahnya aku lupa akan hal itu dan baru mengerjakannya sejam sebelum sekolah bukannya di hari sebelum bagian masak-memasak. Setelah itu, di hari yang sama juga aku lupa memotret hasil akhir Bistik Jawa yang aku masak. Sehingga, foto Bistik Jawa yang aku punya itu aku ambil saat sisa-sisa dagingnya sedang dimakan oleh karena itu foto akhir tidak terlihat bagus dan maksimal. Jadi, jika bisa mengulang waktu mungkin aku akan memilih untuk mempersiapkan hal ini dengan lebih matang dan lebih teliti saat proses pengerjaan.
.
Bagiku, proyek ini memberi makna dan pembelajaran bagi diri, yakni untuk lebih teliti lagi dan untuk lebih siap akan sesuatu yang sedang aku kerjakan. Aku rasa jika kedua hal itu sudah aku lakukan dari hari pertama pengerjaan, hasil akhir dari proyek ini akan lebih bagus dibandingkan sekarang. Dari sini juga sayangnya sepertinya aku belum bisa mengecap memasak sebagai minat yang akan aku dalami sangat serius, karena aku rasa aku belum bisa merasakan ataupun melihat rasa nikmat yang beberapa orang rasakan saat memasak. Selama pengerjaan, yang biasanya aku rasakan adalah rasa takut akan salah dan stress. Apakah aku akan memasak sesekali saat perlu? Jawabannya adalah ya, tapi jika disuruh untuk menekuni bidang masak-memasak saya rasa saya belum siap setidaknya untuk sekarang.
.
Dari penceritaan proses dan hasil yang telah aku jabarkan di atas, maka aku menilai Proyek Miniku kali ini dengan nilai 8 dari skala 1-10. Alasannya, karena aku rasa pengerjaan dalam proyek ini harusnya bisa lebih maksimal. Dari segi persiapan yang seharusnya lebih tertata, proses memasak yang harusnya lepas dari kata takut salah sehingga takut untuk mencoba hal baru, dan proses dokumentasi yang aku rasa banyak yang harus dikoreksi. Meskipun begitu, untuk hasil saya rasa sudah lumayan baik. Makanan yang aku buat juga berakhir enak dan untungnya tidak tersisa.
.
.
Begitulah ceritaku tentang proses pengerjaan di Proyek Mini #1, hhh agak acak-acakan yaa. Aku berharap di proyek-proyek selanjutnya aku bisa lebih baik dan teliti dalam pengerjaannya. Aku juga berharap agar aku bisa belajar dari hasil refleksiku di Proyek Mini #1 ini. Terima kasih bagi kamu yang mau menyimak sampai akhir. Sampai jumpa lagi!!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
Proyek Mini #1: Membuat Candi Prambanan dalam Satu Malam
Foto hasil proyek Hai, saya Ome. Kali ini, saya akan menceritakan tentang proses dan hasil Proyek Mini #1 saya yang bertajuk Membuat Candi Prambanan dalam Satu Malam. Mungkin kamu penasaran, kok bisa sih saya melakukan hal tersebut? Yuk, mari simak ceritanya! . Latar belakang aku memilih untuk mela…
Proyek Mini #1: Figurin Olaf The Snowman
hasil karya Hai saya Leon, jadi untuk Proyek Mini kali ini saya membuat figurin Olaf. Bagaimana ya proses pembuatannya? Ikuti terus... Semenjak dulu aku belum pernah membuat figurin. Jadi figurin adalah miniatur karakter nyata/fiksi. Saat masih kecil, aku pernah menjalani proyek dengan seniman saat…
Leon51Proyek Mini #1 Melukis Menong
Foto hasil proyek Halo! Aku Kandita dan aku akan menceritakan hasil kerja Proyek Mini ku yaitu melukis menong! Mau tau apa itu lukisan menong? Ayo cari tau apa itu lukisan menong! Aku memilih melukis sebagai proyek miniku salah satunya karena sebenarnya aku tidak suka melukis, jadi aku ingin mencob…
kanditaa70
