Resensi

Resensi Perang Bubat: Tragedi di Balik Kisah Cinta Gajah Mada dan Dyah Pitaloka.

Nayla Taroepratjekapenulis arsip2

Perang Bubat: Tragedi di Balik Kisah Cinta Gajah Mada dan Dyah Pitaloka by  Aan Merdeka Permana

Judul buku: Perang Bubat: Tragedi di Balik Kisah Cinta Gajah Mada dan Dyah Pitaloka.

Pengarang: Aan Merdeka Permana

Penerbit: Penerbit Qarnita

Tahun terbit buku: 2009

Jumlah halaman: 326 halaman

Dimensi buku: 20cm x 13cm

Soft cover / Hard cover: Soft cover

ISBN: 978-070-3269-87-0

Buku yang diangkat dari kejadian Perang Bubat pada 1357 Masehi, membahas tentang kisah pemuda misterius bernama Ramada yang kemudian bertemu sang pujaan hatinya yang bernama Dyah Pitaloka yang merupakan seorang putri di Kerajaan Sunda. Meskipun bukan buku sejarah, cerita yang diceritakan di sini banyak diambil dari sumber sejarah yang berbeda-beda tentang Perang Bubat. 

Berawal dari kisah cinta yang tindas antara pemuda Ramada dengan sang Putri Dyah Pitaloka yang diakibatkan karena perbedaan tahta. Ramada, yang dulunya merupakan seorang rakyat jelata tiba-tiba datang kembali sebagai patih dari Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Sunda tempat di mana ia membuat memori-memori indah bersama pujaan hatinya. Ia datang kembali dengan membawa kabar yang sebenarnya mengenaskan baginya, namun sebagai patih ia tetap harus menuruti perintah Rajanya untuk mengantarkan lamaran pernikahan ke Putri Kerajaan Sunda. Kabar Pernikahan Raja Hayam Wuruk dan Putri Dyah Pitaloka yang menggemparkan Kerajaan Sunda ternyata berakhir nihil. Isu politik, Sumpah Palapa sang Gajah Mada, dan miskomunikasi membuat perang pertumpahan darah ini terjadi antara pihak Majapahit dengan Kerajaan Sunda yang sedang mengantarkan sang Dyah Pitaloka. 

Kelebihan buku: 

Buku ini juga fokus membahas tentang keadaan politik antara Kerajaan Sunda dan Majapahit, jadi fokus buku ini tidak hanya tertuju pada kisah cinta Gajah Mada dengan Dyah Pitaloka. Penjelasan-penjelasan yang dijelaskan di buku ini juga cukup lengkap dan mudah dimengerti, jadi tidak sulit untuk dimengerti oleh pembaca-pembaca awam seperti saya. Bahasa-bahasa yang digunakan pada buku ini juga ringan, mudah dimengerti.

Kekurangan buku:

Meskipun menceritakan tentang Perang Bubat, tapi sejarah asli yang digunakan dalam buku ini masih terlalu minim. Jadi mungkin akan agak menyesatkan dan membingungkan bagi yang belum pernah membaca tentang sejarah asli Perang Bubat ini. Walaupun, ini sepertinya diberikan agar pembaca bisa merasa dibebaskan dan diberi keleluasaan saat membaca. 

Saya rasa buku ini cocok untuk orang yang menyukai sejarah dan penasaran tentang sejarah-sejarah di Indonesia. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Resensi

Resensi Rapijali 2: Menjadi.

Judul buku: Rapijali 2: Menjadi Pengarang: Dee Lestari Penerbit: Mizan Group Tahun terbit: Mei 2021 Dimensi: 14 x 20 cm. Halaman: 477 Harga: 118.500 Cover: soft cover ISBN: 978-602-291-828-8 Karya yang ditulis oleh Dee Lestari menjadi lanjutan dari buku pertama yaitu, Rapijali: Mencari. Dengan sett…

Nayla Taroepratjeka10
Resensi

Resensi Buku "Si Anak Spesial"

Membuka Cerita Si Anak Spesial Judul buku: Si Anak Spesial Penulis: Tere Liye Penerbit: Sabak Grip Tahun terbit: 2022 Tebal buku (dalam halaman): 344 halaman Dimensi ukuran buku: Panjang - 20 cm, Lebar - 13.5 cm, Tinggi - 2 cm Harga buku: 85.000 Rupiah Hai kembali lagi bersama aku, kali ini aku aka…

Darren Frederick Kwok00
Resensi

Resensi Buku "Si Anak Pemberani"

Membuka Cerita Si Anak Pemberani Judul buku: Si Anak Pemberani Penulis: Tere Liye Penerbit: Republika Penerbit Tahun terbit: 2018 Tebal buku (dalam halaman): 420 Halaman Dimensi ukuran buku: Panjang - 13.5, Lebar - 2.5, Tinggi - 20.5 Harga buku: 83.000 Rupiah Hai, kali ini aku ingin menceritakan te…

Darren Frederick Kwok140