k8 Jamuran

Teks Eksposisi

Zita Narapenulis arsip2

Keberadaan wabah Covid-19 membuat banyak kegiatan masyarakat dibatasi, terutama kegiatan belajar mengajar. Dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Seluruh jenjang itu menerapkan kegiatan belajar dari rumah, hal ini dilakukan agar mengurangi penyebaran Covid-19 dan menambah cluster baru. Perkuliahan daring sudah dijalani hampir 2 tahun, dilansir dari BBC News terhitung dari Maret 2020. Pada awal perpindahan sistem pembelajaran banyak pihak yang tidak siap. Kini terhitung pada bulan Oktober 2021 pandemi Covid-19 sudah mulai mereda, rencana pembelajaran tatap muka terbatas sudah mulai dirancang agar pembelajaran tatap muka terbatas bisa lebih sering lagi dilaksanakan. Untuk perkuliahan sistem yang akan diterapkan adalah perkuliahan hybrid akan segera dilakukan. Sistem perkuliahan hybrid merupakan penggabungan kuliah tatap muka dan juga kuliah daring. Kini para dosen ditantang untuk bisa melakukan sistem perkuliahan hybrid yang tentunya tidak mudah. 

Sistem perkuliahan hybrid memanfaatkan kemajuan teknologi agar para mahasiswa/i bisa berinteraksi dengan dosen maupun mahasiswa/i lain dengan lebih maksimal dan tidak sebatas kelas daring. Berdasarkan website resmi Unpar dan dari website pikiran rakyat, banyak universitas sudah mulai mempersiapkan kegiatan ini contohnya Unpad, Unisba, ITB, dan Unpar. Mulai dari mempersiapkan perangkat untuk kegiatan ini, antara lain kamera, mikrofon dan masih banyak perangkat lainnya. Selain perangkat beberapa universitas mempersiapkan infrastruktur agar semua mahasiswa/i bahkan dosen juga bisa merasakan interaksi yang maksimal. Selain kesiapan perangkat dan infrastruktur tentunya universitas yang akan melaksanakan perkuliahan hybrid harus memiliki satgas Covid yang dapat memantau perkembangan kegiatan di kampus selama melaksanakan perkuliahan hybrid. Setelah semuanya selesai universitas bisa membuat jadwal untuk kegiatan tatap muka karena universitas sudah memiliki hak untuk melaksanakan perkuliahan hybrid. perkuliahan hybrid juga memprioritaskan mahasiswa/i program pascasarjana, tingkat akhir, yang sedang melakukan praktikum, membutuhkan studio, laboratorium dan kegiatan lapangan.

Kini sistem perkuliahan hybrid dapat dilaksanakan karena angka Covid-19 sudah mulai menurun, hal yang menjadi pertimbangan utama tentunya adalah kesehatan. Universitas terus mendata berapa banyak jumlah mahasiswa/i yang sudah vaksin. Melangsir dari detik news saat mewawancarai Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang tengah meninjau vaksinasi mahasiswa di Kampus Universitas Parahyangan, menyatakan kini vaksin menjadi faktor utama penyelenggaraan sistem perkuliahan hybrid selain penyelenggaraan juga menjadi salah satu syarat mahasiswa/i untuk mengikuti perkuliahan hybrid, banyak pihak yang bekerja sama dengan universitas agar mempercepat penyebaran vaksin, dan setelah hampir seluruh mahasiswa/i-nya mendapatkan vaksin perkuliahan hybrid segera dilaksanakan.  Perkuliahan hybrid juga merupakan respon atas keputusan pembelajaran tatap muka oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hal ini dijelaskan langsung di website resmi Kemendikbud. Dari pihak kementerian memang sudah mendorong agar universitas mulai tergerak untuk memulai perkuliahan luring. 

Tentunya untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka pasti ada kendala antara lain banyaknya mahasiswa yang belum divaksin info ini didapatkan dari detik news, kemudian terhitung pada 26 Juli 2021, dilaksanakan PPKM Darurat (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) karena adanya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Dilansir dari detik news setelah menjalani PPKM Darurat kini Jawa Barat atau Bandung khususnya menjalani PPKM Darurat level 2, terhitung dari 2 November 2021 sampai Senin, 15 November 2021 mendatang (dilaksanakan selama dua minggu).  


Seperti yang sudah dijelaskan di awal sistem perkuliahan hybrid adalah salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh universitas agar perkuliahan menjadi lebih maksimal dan segera melakukan pembelajaran tatap muka. Mayoritas universitas di Jawa Barat sudah mempersiapkan semua langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memulai perkuliahan hybrid. Kini setelah universitas menuntaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan, secepatnya akan segera dilakukan perkuliahan hybrid, karena sudah tidak ada kendala yang lain, semua sudah hampir bisa dilakukan, seperti izin sudah diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga peralatan yang disediakan bisa diandalkan.

#kelompok jamuran #teks eksposisi

Komentar (1)

Nar, judulnya ganti dengan judul asli artikelnya ya.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

k8 Jamuran

Kisah Meluluhkan Hati Seseorang yang Dingin: Septihan

Identitas Buku Judul buku: Septihan Penulis: Poppi Pertiwi Penerbit: Coconut Books Tahun terbit:Cetakan Ketujuh, Juni 2021 Tebal buku (dalam halaman): 436 Halaman Dimensi ukuran buku: 21 x 15 x 2 cm Harga buku: Rp. 99.000 Paragraf pembuka Kehidupan remaja, banyak perasaan, kejadian bahkan konflik y…

Zita Nara10
k8 Jamuran

Hasil Masakan dan Resep

Pada bidang studi IPA kami ditantang untuk memasak makanan sehat yang sesuai dengan isi piringku, ini adalah hasil dan resepnya. #kelompok jamuran #masakan dan resep

Zita Nara01