Yang Tertantang, Ditantang Terus; Resensi Buku Laskar Pelangi
Identitas Buku
- Judul buku: Laskar Pelangi
- Penulis: Andrea Hirata
- Penerbit: Bentang Pustaka
- Tahun terbit: 2005
- Tebal buku (dalam halaman): 529 halaman
- Dimensi ukuran buku: 13 x 20,5 cm
- Harga buku: 25.000
Paragraf pembuka
Karya berupa novel ini bercerita tentang mulainya sekolah dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Andrea Hirata selaku penulis. Buku ini bercerita tentang hal-hal nyata yang terjadi dalam masa sekolahnya penulis tersebut bersama siswa-siswi sekolah Muhammadiyah dengan julukan grup teman kelas sebagai “Laskar Pelangi”.
Sinopsis cerita
Buku ini menceritakan tentang suatu kelas di Sekolah Muhammadiyah yang berada di Belitong. Awal isi buku bercerita tentang mulainya SD pada sekolah ini yang nyaris saja mendapatkan siswa terakhir setelah jam 11.05, dan siswa itu adalah Harun.
Sekolah Muhammadiyah dapat mengajar 1 generasi lagi! Generasi itu bukan generasi yang sama dengan yang lain, karena ada 3 siswa yang Ibunda Mus akan mengajar yang berbeda dengan siswa-siswi sebelumnya. Tempat belajar ini adalah bangunan yang sangat kumuh karena uang tak cukup untuk diurus yang bisa disebut sebagai kandang hewan. 10 siswa ini akan melanjutkan tahun belajar SD dan SMP mereka disini.
Dari 10 siswa disini, Lintang, dan Mahar memiliki masa depan yang sangatlah cerah di depan mereka dari semua yang mereka mampu lakukan dalam rentang waktu mereka melalui sekolah ini. Lintang adalah genius dengan semangat untuk melajukan dirinya untuk belajar hingga ia dapat memenangkan juara satu pada cerdas cermat antar Sekolah P.N Timah yang berkali-kali telah memenangkan juara itu selama beberapa tahun. Mahar merupakan anak dengan karya seni yang tak ada taranya dengan kemampuan yang ia bisa lakukan karena ia dapat menyanyi dengan merdu, bermain alat musik, memenangkan juara berkarya untuk festival bahkan ketika keterbatasan ekonomi untuk ia tak bisa mengeluarkan terlalu banyak biaya, dan bahkan berkolaborasi dengan Lintang untuk berkreasi bersama untuk membuat karya dengan kecerdasan mereka dalam bidang-bidang mereka sendiri. Flo, atau juga seorang siswa dari Sekolah PN Timah yang nakal dan keras kepala itu keluar dari sekolah itu dan memasuki sekolah Muhammadiyah ini pada saat Mahar dimarahi dari kelakuannya. Flo adalah anak yang menjadi rajin untuk membersihkan sekolah setiap pagi, dan benar-benar cinta dengan sekolah ini walau dia dan Mahar mempunyai nilai yang ditulis dengan tinta merah. Mereka berdua adalah pertemanan yang hanya mengarah pada bahaya.
12 tahun sudah lewat dan Sekolah Muhammadiyah sudah lama tutup, dan para anggota Laskar pelangi semua sudah dewasa-dewasa. Beberapa diantaranya dapat kehidupan yang sukses dan stabil setelah pindah ke kota untuk mencari pekerjaan, dan beberapa tak dapat menjadi mereka karena alasan bahwa mereka tak mau meninggalkan orang tuanya.
Ulasan buku
Buku Laskar Pelangi ini adalah karya kisah nyata yang dapat menceritakan pengalaman penulisnya dengan cara menulis isinya yang indah pada setiap bab. Cara penulisan buku ini memperjelas bahwa tidak ingin menutupi alur dengan karena berhasil membuat momen sedih terasa sedih, patah hati, dan membuat momen bahagia terasa manis. Isi perkataan buku sudah sengat teliti dan tak ada kata yang salah bahkan dengan frasa bahasa Inggris.
Saya merasa buku ini dapat menggambarkan tokoh-tokoh yang tertulis dengan baik dan tentunya bisa sampai bisa dipakai sebagai bahan inspirasi. Inilah hal yang menjadi kelebihan buku ini. Namun buku ini juga memiliki kelemahan, yakni saya merasa bahwa dari 11 total anak, hanya 4-5 dapat diceritakan dengan baik dengan sisa 6-7 dapat diceritakan lebih baik karena ada beberapa saat di mana mereka ditulis di beberapa bagian pada buku saja dan kita sendiri tak merasa pengaruh dari cerita dengan sampai pekerjaan akhir yang mereka lakukan dengan lewatan tahun 12 tahun itu.
Penutup
Saya merasa bahwa buku ini dapat menginspirasi pembaca untuk menjadi lebih dalam segi kemampuannya dan bisa mendorong untuk menjadi lebih baik. Namun, cerita-cerita atau bagian hidup angkatan kelas itu tak disebutkan terlalu sering walaupun mereka bisa juga menginspirasi kawanan lain sama berpengaruhnya dengan Lintang, Mahar, dan Flo.
Menurutku nilai buku ini adalah 9/10 karena bukunya memperjelaskan situasi sekolah di tempat yang tidak beruntung untuk berada di situasi ekonomi yang rendah dengan perspektif anak yang hanya ingin menjalani edukasinya di sekolah untuk mempunyai kesempatan untuk mempunyai situasi yang lebih baik di masa depan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
Dangdutan, Dinikmati secara Universal; bahkan di Planet Mars!
Identitas Film Judul: Mars (don't pee randomly) Tahun rilis: Nov 23, 2017 Rating usia: all ages Genre: SCI-FI, komedi Rumah produksi/distributor: Viddsee.com Sutradara: M.Marhawi (Indonesia) Pemeran: Ipul - Kelvin Valerian Ibu Nani Yudi Sofia - Putri Emiliardillah Pak guru - Sri Cahyadi Aprianto Du…
Wuli21Kesuksesan Tidak Akan Didapatkan Kecuali dengan Pengorbanan dan Perjuangan: Resensi Buku Swarna Alor
Identitas Buku Judul buku: Swarna Allor, Impian di Langit Timur Penulis: Dyah Prameswarie Penerbit: Metamind-Tiga Serangkai Tahun terbit: 1, Mei 2015 Tebal buku (dalam halaman): 282 halaman Dimensi ukuran buku: 21 cm x 14.5 cm Harga buku Rp50.000,00 Paragraf pembuka Aku membaca buku ini karena aku…
kanditaa30We, Cerita Dua Sisi dari Keberhasilan
Identitas Film Judul: We Tahun rilis: 5 Juli 2021 Rating usia: SU Genre: Drama keluarga Rumah produksi/distributor: Riuh Records Sutradara: Aco Tenriyagelli Pemeran: Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, Riny Hamid, Alda Puspitasari, Alma Mauvi, Aisyah Nadia, Fuad Maulana Durasi: 12 menit 50 detik . .…

