AtomicEssay

111 sakit

innocentiainepenulis arsip2

Dari semalam badan terasa aneh. Terutama di bagian pencernaan, merambat jadi lemas dan sakit di seluruh tubuh. Kalau diingat-ingat, memang sedang kacau sekali pola makan belakangan ini. Selaparnya, seadanya. Konon sakit adalah mekanisme tubuh ketika terjadi ketidakseimbangan di dalamnya. Apa sih yang sebenarnya terjadi ketika tiba-tiba alami diare, demam, bengkak atau nyeri di bagian tertentu, yang merambat ke sistem dan fungsi di bagian lain lain, bahkan menjadi sulit melakukan hal-hal yang biasanya berlangsung otomatis tanpa dirasa, tanpa dipikir. Beberapa waktu sebelum ini, si bungsu juga tetiba sakit. Merasa perlu konsul ke dokter supaya tahu. Karena ketidaktahuan membuat gelisah. Dan sejauh ini dokter dipandang sebagai orang yang paham serba serbi dalam tubuh manusia. Daftar, antri, menunggu, masuk, cerita apa yang dialami, diperiksa bagian yang sakit, menjawab beberapa pertanyaan, diberi resep dan jadwal kontrol selanjutnya, ambil obat, bayar lalu pulang. Ehh, tunggu.. maksud hati berkunjung ke dokter kan karena ingin mendapat penjelasan. Ingin bertanya lebih jauh tapi seolah waktu si dokter sangat terbatas, harus bergegas, berbagi waktu dengan pasien lain yang masih mengantri. Tetap belum mendapat pencerahan atas apa yang terjadi. Sekadar merasa membaik setelah minum obat dan bisa istirahat lebih baik setelah beberapa waktu tidak bisa tidur dengan lelap. Syukur-syukur segera pulih, gejala dan rasa sakit menghilang, bisa kembali beraktivitas normal, seperti tak terjadi apa-apa. Tetap tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga sakit.

Siklus yang kerap terjadi ketika sakit, sejak jaman dulu sepertinya. Jarang bisa sampai tahu dan menyadari penyebab dari sakit tersebut. Biasanya mencoba merefleksi sendiri, perubahan yang terjadi, gejala yang mulai terasa, kapan, di mana, dll. Benar tidaknya tak pasti juga. Coba cari tahu tentang obat pun serupa kebingungannya. Kenapa banyak obat yang bila dibaca pada kemasannya, faktor resikonya lebih banyak daripada faktor mengatasinya? Kalaupun gejala sakit saat ini teratasi tapi jadi beresiko mengalami gangguan pada bagian tubuh lain karena mengonsumsi obat. Aneh, tapi sepertinya dalam kondisi sakit, orang seringkali merasa terdesak. Butuh jalan pintas untuk segera mengatasi gejala ataupun rasa sakit.

Hmm.. perlu memperbaiki pola hidup, yang lebih sehat intinya sih Ne.. :D

Komentar (6)

joefelus

Memang sedih melihat sistem kesehatan di Indonesia ya Kak. Kalau dibandingkan dengan tempat lain. Saya di sini kadang cukup email dokter atau telepon nurse mengenai masalah kesehatan, tidak perlu datang dan tidak perlu bayar.

joefelus

Semoga cepat membaik, kak.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES015 Sehat & Holistik

Sebelum era COVID-19, saya teringat perihal kesehatan seakan-akan ada 3 kubu besar yang berbeda pendapat. Kubu pertama dari kalangan orang yang percaya sehat itu dikarenakan pola hidup dari makanan, olahraga, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan fisik atau jasmani. Kubu kedua percaya sehat it…

maulrest51
AtomicEssay

AES 356 Target: Fortitude 2022

Saya sedang memiliki cita-cita untuk mengikuti marathon tahunan yang diselenggarakan di kota tempat saya tinggal ini, namanya Fortitude. Biasa diselenggarakan pada hari Senin, hari buruh, labor day. Tahun ini Labor day akan jatuh pada tanggal 5 September. Jaraknya 10 kilometer. Tahun-tahun sebelumn…

joefelus22
AtomicEssay

AES094 Pola dan Kesadaran

Kemarin aku bertemu dengan seorang teman lama dan mengajaknya makan malam bersama. Dalam perjalanan menuju restoran, ia mengatakan tak lagi menjadi vegan, jadi restoran apapun boleh, katanya. Lalu ia bercerita lebih lanjut alasannya. Ia adalah penyintas kanker. Perjuangannya untuk sembuh dari kanke…

yulitjahyadi11