132 ruang belajar
Membaca beberapa postingan kemarin, ternyata sudah setahun AES berjalan. Selamat buat rekan-rekan penulis yang sudah membuktikan konsistensi diri untuk membangun atomic habit / kebiasaan kecil, menulis setiap hari. Well done!
Menuju 365 esai, masih jauh untuk aku sendiri. Konsistensi belum teruji. Ibarat ikut marathon, selain terlambat mulai, di satu titik melambatkan kecepatan hingga separuh ritme, lalu sempat ketiduran cukup lama, dan baru mulai lagi
Jujurnya aku mulai tanpa menaruh bilangan 365 sebagai garis finish. Meski tidak menutup kemungkinan bila kelak di tengah perjalanan, 365 menjadi target capaian. Yang untuk aku penting saat memulai dan saat ini, adalah mengalokasi waktu untuk menulis dan mencari cara untuk semakin memudahkan proses menulis ini. Karena pada awalnya butuh waktu cukup panjang untuk aku bisa menyelesaikan dan mengunggah dengan yakin. Namun setelah menjalani beberapa waktu, terasa semakin mengalir ketika menulis.
Mendekati akhir semester lalu, karena cukup banyak tugas, termasuk membantu proses merapot, aku memilih untuk berhenti menulis AES. Yang sungguh terasa adalah kemampuan menulis yang membaik. Semakin cepat dalam menuang gagasan dan merangkai kalimat. Sebenarnya bisa jadi bekal yang membantu sekali untuk proses menarasikan rapot.
Mengintegrasi kebiasaan baru ke dalam keseharian butuh determinasi. Terlebih kebiasaan yang membutuhkan usaha lebih untuk melakukannya. Merasakan perubahan pada kemampuan, untuk aku banyak membantu menjaga niat. Aku pernah mengikuti komunitas sketsa. Setelah diingat-ingat lagi, mirip dengan AES. Ada ruang khusus untuk berinteraksi, seperti halnya Ririungan. Setiap minggu ada satu topik khusus yang dilontar. Bisa tentang objek, teknik, gaya / style, dll, disertai video yang sedikit banyak berkait atau menjelaskan topik tersebut. Lalu peserta diajak untuk mengunggah hasil karya masing-masing, juga saling memberi komen dan apresiasi. Intinya, lakukan tanpa perlu terlalu banyak berteori. Terasa bahwa langsung praktik, mengamati karya peserta lain, membaca komentar dan apresiasi, menjadi ruang belajar yang efektif. Demikian pula dengan AES, untuk aku, jadi ruang belajar yang sangat fleksibel. Ritme, target dan capaian benar-benar tergantung pada diri sendiri.

Quotes : : Danny Gregory
Komentar (4)
Maju terus kak Ine.
Siap..
Semangat, kak! Menulis di AES itu kegiatan luar biasa. Belajar setiap hari dan membuka banyak pintu ke kemungkinan baru. Akan saya bagikan ceritanya 30 menit lagi hehehe..
Nuhun pak! Segera dibaca ceritanya
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES182 Kolaborasi Buku Anak
Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

AES181 Terima Kasih!!
Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

AES180
Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…


