AtomicEssay

171 Opal & Winn Dixie

innocentiainepenulis arsip2

Kelar FestLit hari pertama, kami membantu bu Mega membuka dan mendata buku² kiriman Bebadeda yang dititip untuk bursa esok harinya. Godaan yang sungguh besar itu.. Harus kuat karena hari itu aku sudah belanja buku Cukup banyak buku yang akan dijual daaan yang menarik hati.. Satu demi satu didata sesuai daftar. Lalu terpaku pada sebuah buku yang sudah lama ingin kubaca.. Buku anak, buku lama, karangan Kate diCamillo, Because of Winn Dixie. Aku baru pernah membaca sebuah bukunya, The Tale of Despereaux, dalam bahasa inggris. Dan langsung jatuh hati pada cara penulis bercerita. Tak bisa aku uraikan. Aku mengerti maksud pak Joe ketika mengatakan ada keindahan yang sulit disampaikan lewat kata. Itu juga yang kurasa. Pokoknya indah, menarik, sekaligus jelas dan kaya. Penulis berhasil mengajak aku membayangkan si tokoh, suasana, alur dari cerita itu. Banyak buku yang saat kubaca hanya sampai di tatar paham alur dan info. Tak sampai dapat mengimajinasikan, membayangkan apalagi hingga merasakan. Jadilah melihat buku Winn Dixie versi terjemahan, membuatku penasaran. Mungkin akan berbeda karena The Tale of Despereaux sangat imajinatif. Dan yang juga penting adalah kemampuan penterjemah. Mampukah ia menyampaikan kembali keindahan dan pesan penulis dalam bahasa yang berbeda..

Hanya ada 1 eksemplar buku Winn Dixie saat itu. Tapi karena banyak buku lain yang tak kalah menarik, aku merasa yakin besok masih bisa beli langsung. Ternyata, saat mampir keesokan hari, buku itu sudah tidak ada. Haha kurang berjodoh rupanya. Tetap saja kutitipkan judul buku dan namaku pada teman Joglo Lawakan yang sedang menjaga lapak. Siang saat bebenah, bu Mega mengatakan bahwa buku itu ada padanya, dan aku boleh membaca duluan. Hohooo kaaannn.. kalau sudah jodoh tak akan kemana.. senangnya.. Terima kasih bu Mega :)

Ceritanya klasik, sederhana, pas buat anak usia SD kecil. Terjemahannya juga ternyata baik. Mengenai seorang anak perempuan bernama India Opal dan anjingnya Winn Dixie di sebuah kota kecil. Opal anak piatu, tinggal dengan ayahnya yang seorang pendeta. Ia bertemu Winn Dixie di satu-satunya toko di kota itu. Seekor anjing kumuh tak bertuan yang bisa tersenyum manis. Mereka berteman baik dan hal itu mengubah banyak hal dalam hidup Opal. Just sweet.. Beberapa cerita Kate diCamillo sudah difilemkan, meski aku belum berkesempatan menonton.

Komentar (2)

joefelus

Buku memang luar biasa. Kita bisa jadi siapa saja bahkan anak kecil. Btw, kalau tidak salah setidak-tidaknya sudah ada 5 filmnya sejak tahun 2005, ada di Disney Plus, Peacock, juga di netflix.

innocentiaine

wah 5 ya.. musti berburu ni.. :) terima kasih infonya pak @joefelus

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES173 Melukis Titik

Selain mungil, buku ini sudah agak lusuh. Wajar karena kutemukan di antara buku-buku tilas lainnya. Tetap aku terdorong untuk melihat-lihat isinya. Judulnya Cerita Batik, penulisnya Iwet Ramadhan, ‘Sebuah kisah tentang kain cantik warisan leluhur yang sarat makna.’ Saat membalik halaman demi halama…

innocentiaine50
AtomicEssay

AES100 ke-100

AES yang ke-100, antara ingin menulis sesuatu yang bagus, tapi ternyata ga ada ide Ada apa dengan 100? Kan semua bilangan unik, melambangkan proses dan hari yang juga pastinya berbeda-beda. Sebagai bagian dari jajaran bilangan yang jumlahnya tak terhingga, 100 sama uniknya, sama signifikannya denga…

innocentiaine34
AtomicEssay

AES85 ayo main di luar

Get out of the house, it’s good for your kids, and your family! demikian seruan Rebecca P. Cohen dalam bukunya 15 minutes Outside. Keluar dari rumah itu baik. Keluar ke mana? Ke ruang hijau terbuka, bersentuhan dengan sinar matahari, dengan tanah dan rumput, dengan udara segar yang dibawa hembusan…

innocentiaine00