AE S134 Kapok Makan Sop Kaki di Jakarta
Tujuan kami ke Jakarta selain melepas kepenatan yaitu mencoba berbagai kuliner yang kata orang sangat enak. Salah satunya sop kaki buatan Pak Anen. Menurut hasil riset dari internet yang aku lihat, sop kaki ini sangat special dengan perbedaan dari kuahnya, lantaran kuah sop kaki ini memiliki rasa yang katanya enak sekali. Perpaduan yang sangat menyegarkan ketika sop kaki ini dipadukan dengan jeruk nipis dan keripik mping. Sampai kami di tempat sop kaki, kami pun bergegas untuk mencari meja.
Melihat banyaknya pengunjung yang tertarik untuk mencoba makanan ini, kami pun cepat memesan sop kaki tersebut. Aku memesan daging dan kaki saja dengan satu porsi nasi. Sop kaki pun telah tiba dan siap aku santap. Namun terjadi kesalah pahaman, yang datang bukan pesanan aku melainkan pesanan orang lain. Aku memesan daging dan kaki saja namun orang tersebut memberikan paruh dan babat saja.
Tak mau tunggu lama, aku bergegas untuk menanyakan hal ini ke anak buah Pak Anen. Setelah itu makanan pun dikembalikan. Datang lagi sop baru, salah lagi. Anak buah Pak Anen hanya menambahkan kakinya saja. Awalnya aku sempat ingin marah dan kecewa. Makanan yang dipesan tidak sesuai, tak ingin berlama-lama di sana aku pun langsung menyantap sop kaki tersebut.
Memang cukup enak dari segi rasa gurih dari kuah, namun karena aku tidak suka paruh dan babat, aku pun memberikannya ke salah satu temanku yang suka. Melihat orang-orang memesan sate kambing, kami pun memesan sater 10 tusuk. Jujur soal rasa kurang, lebih enak sate yang berada di Purwakarta. Kami pun bergegas untuk cabut dan tidak lupa untuk membayar semua yang kami makan. Namun kami terheran-heran mendengar anak buah Pak Anen menyebut harga satu porsi sop kaki tersebut.
Satu porsi sop kaki dibandrol dengan harga 85 ribu rupiah. Aku pun menanyakan kepada anak buah, apakah benar satu porsi sop kaki dibandrol dengan harga 85 ribu rupiah. Setelah itu satu tusuk sate Kambing seharga 8 ribu, sangat disayangkan sekali, kami pun sempat kaget mendengarkan harga yang cukup fantastis ini, lalu bagaimana lagi?, kami harus membayarkan seluruh makanan yang kami pesan.
Aku sendiri sangat kapok makan sop kaki Pak Anen. Berharap harga bisa dikurangi dan aku siap untuk mencuci piring dan mangkok ku sendiri di lokasi. Pesanan aku tidak sesuai dan mahal pula, apakah kalian pernah mengalami cerita mengesalkan ini?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 156 Earth Hour
Pagi ini daerah pendopo dipadati banyaknya mahasiswa yang sedang mempersiapkan acara Earth Hour di Smipa. Apa sih Earth Hour itu? Earth Hour merupakan sebuah gerakan global yang berusaha untuk mengajak individu atau kelompok untuk menunjukkan kepedulian dan juga kontribusinya terhadap upaya penangg…

AES 155 Penelusuran Jalan Braga
Penelusuran kali ini bukan penelusuran mencari tempat angker atau pun penelusuran mencari hantu. Kali ini kami melakukan penelusuran sekitar Braga untuk mencari spot atau hal baru yang kami dapatkan yang kebanyakan orang tidak ketahui. Hingga saat ini jalan Braga terkenal dengan spot tempat yang ny…

AES 154 Kini Hidup Kembali
Kini Hidup Kembali Tdak terpikirkan sebelumnya akan terjadi wabah yang sangat berdampak di setiap sisi kehidupan kita. Pandemi memunculkan banyak kebiasaan baru, butuh waktu untuk kita beradaptasi, Interaksi sosial pun lebih banyak secara virtual pastinya. Rindu ketika belajar dan bercanda tawa ber…
