AtomicEssay

AE S94 Berbagi Cerita

Zacky Hudayapenulis arsip2

Banyak orang yang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan, apa lagi dengan lingkungan pertemanan yang cukup luas. Berbeda dengan aku, aku tidak mau menjadi orang yang cukup munafik dengan sombongnya memiliki lingkungan pertemanan yang cukup banyak. Jujur aku lebih memilih untuk melakukan kegiatan sendiri. Melakukan aktifitas sehari-hari sendiri, jalan-jalan sendiri, nonoton bioskop sendiri, cari jajanan enak sendiri. Berbeda ketika melakukan kegiatan tersebut dengan teman-teman. Mungkin banyak orang yang seperti itu, mereka semua takut jika sendiri dan tidak ada teman untuk mengobrol dan bermain. Aku sendiri pernah mencobanya dan memang sangat menyenangkan ketika melakukan kegiatan sendiri. Meluangkan waktu sejenak untuk diri sendiri, hal ini sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan mental. Jaman sekarang sangat keras kawan, menurut pengalaman pribadi yang aku rasakan jadi bukan ngadi-ngadi. Setiap orang memiliki opini masing-masing yang patut kita hargai. Menurutku percuma juga jika memiliki banyak lingkungan pertemanan namun kualitas pertemanan tersebut sangat buruk. Semua orang tahu bahwa teman adalah seseorang yang menemani perjalanan hidup kita. Dia mengenal kita dan sedikit banyak mempengaruhi hidup kita. Ada teman sekolah, teman kuliah, teman nongkrong, sampai teman hidup. Jika pertemanan dengan teman yang baik, maka pergaulan kita juga akan menjadi baik, dan kita nyaman menjadi diri kita sendiri karena pergaulan sangat memengaruhi kebahagiaan kita. Sayang sekali kawan, ternyata semua teman yang kita kenal itu belum tentu tulus berteman. Ada teman sejati yang benar-benar peduli dengan kita, ada pula teman palsu atau fake friend yang malah membuat kita jadi hancur. Nongkrong ke café sana sini dan mempublikasikan hal tersebut ke sosial medianya. Hal tersebut cukup biasa dan pasti semua anak baru gede pernah mengalaminya. Namun seorang fake friend tidak menutup kemungkinan untuk membicarakan keburukan di belakang kita. Jujur aku sangat benci dengan hal ini, mangkanya aku berbagi cerita kepada kalian dengan harapan berhati-hati ketika memiliki lingkungan pertemanan yang tidak pasti. Belajar untuk lebih respect terhadap teman, bagaimana pun kepribadian, pintar atau bodoh, kepercayaan, suku, warna kulit dia. Teman yang berkualitas menurutku memiliki  Kepercayaan yang tinggi pada teman yang membuat kita bisa bersikap jujur dan terbuka kepadanya. Mereka pun percaya sepenuhnya pada kita. Teman yang baik tidak akan menyalahkan, mereka memahami persamaan dan menghormati perbedaan. Teman sejati akan mengungkapkan kebenaran, teguran jika kita berbuat salah atau kurang baik.

 

 

 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 156 Earth Hour

Pagi ini daerah pendopo dipadati banyaknya mahasiswa yang sedang mempersiapkan acara Earth Hour di Smipa. Apa sih Earth Hour itu? Earth Hour merupakan sebuah gerakan global yang berusaha untuk mengajak individu atau kelompok untuk menunjukkan kepedulian dan juga kontribusinya terhadap upaya penangg…

Zacky Hudaya20
AtomicEssay

AES 155 Penelusuran Jalan Braga

Penelusuran kali ini bukan penelusuran mencari tempat angker atau pun penelusuran mencari hantu. Kali ini kami melakukan penelusuran sekitar Braga untuk mencari spot atau hal baru yang kami dapatkan yang kebanyakan orang tidak ketahui. Hingga saat ini jalan Braga terkenal dengan spot tempat yang ny…

Zacky Hudaya20
AtomicEssay

AES 154 Kini Hidup Kembali

Kini Hidup Kembali Tdak terpikirkan sebelumnya akan terjadi wabah yang sangat berdampak di setiap sisi kehidupan kita. Pandemi memunculkan banyak kebiasaan baru, butuh waktu untuk kita beradaptasi, Interaksi sosial pun lebih banyak secara virtual pastinya. Rindu ketika belajar dan bercanda tawa ber…

Zacky Hudaya10