AE09 Sudut Pandang

Mungkin buat yang jarang berkunjung ke Basecamp KPB jarang melihat pemandangan yang kerap saya lihat. Menurut saya, pojok KPB ini menjadi pojok yang paling menyenangkan. Karena dari pojok ini saya bisa sebagian besar rutinitas warga Smipa. Apalagi ketika corona belum datang, dari pojok KPB ini saya bisa melihat aktivitas teman-teman KBTK yang menggemaskan, saya bisa mengintip aktivitas teman-teman SD besar, dan saya bisa ikut mengamati teman-teman SD kecil yang berlarian sambil teriak bili-bili.
Ada satu pemandangan yang paling eksklusif dari sudut KPB ini. Kalau di konser musik, mungkin kelas VVIP. Pemandangan apa itu? Pemandangan pohon tabebuya secara utuh. Apalagi jika sedang berbunga, duh, indah sekali. Hari ini, seusai teman-teman KPB K11 berkegiatan, saya menyempatkan diri menggambar sketsa pemandangan yang saya lihat. Supaya tersimpan dengan baik dengan sebuah rasa dan emosi.
Akan tetapi, walaupun terasa eksklusif, saya tetap tidak bisa melihat beberapa hal dari pojok KPB. Seperti kegiatan di kelas Balado, kegiatan di Pendopo, dan kegiatan di sisi barat Smipa.
Kita hanya mampu melihat apa yang kita lihat. Sudut pandang kita melihat suatu hal tentu berbeda dengan sudut pandang orang lain. Dari satu tempat yang sama saja bisa terlihat berbeda, apalagi dari tempat yang berbeda. Mudah menilai apa yang terlihat, apalagi dari sudut pandang pribadi. Namun apakah itu valid? Jika bagi saya pemandangan dari pojok KPB terlihat indah, belum tentu orang lain merasakan hal yang sama. Siapa tahu ternyata pemandangan dari perpus lebih indah. Atau justru ketika ada yang datang ke pojok KPB lalu melihat apa yang saya bilang indah, ternyata responnya biasa saja.
Jika sudah seperti ini, respek menjadi kuncinya. Respek dengan pandangan dan pendapat orang lain. Jika tidak merugikan, kenapa harus diperbincangkan? Jika memang merugikan, bolehlah diperbincangkan (tentu saja langsung di depan orang yang berpandangan )
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES54 Judulnya "Jeli dan Peka"
2 jam siang menuju sore tadi sangat produktif dan memberi saya ruang untuk berfikir dan menyusun kepingan-kepingan Pendidikan Holistik yang masih belum sempurna. Merasa diingatkan kembali pada beberapa bulan yang lalu ketika diberi kesempatan kuliah kilat bersama Kak Lyn, tentang proses penuangan d…

AE08 Makna Semi Palar?
Kemarin saya mendapat kabar bahwa 21 September 17 tahun yang lalu tersematkanlah nama Rumah Belajar Semi Palar di sebuah bangunan yang berada di ujung Jalan Sukamulya. Saya pun baru tahu bahwa Semi Palar memiliki makna tumbuh menjadi harapan, yang mana nama tersebut menjadi identitas, jati diri dan…

AES070 Ngopi Sore Smipa
[repost dari Ning] Sebelum pandemi, kakak2 smipa punya semacam tradisi yang namanya Ngopi Sore Smipa. Saat koordinasi mingguan, kami mengundi sebuah voucher untuk seorang kakak mengajak (traktir) kakak2 lainnya ngopi sore di suatu tempat. Syaratnya hanya satu, ngajak teman ngopinya harus kakak2 yan…


