AtomicEssay

AES 002 Menyadari Nafas dan Kegelapan

Gunawan Muhtarpenulis arsip2

Spiritual itu, bukan tentang memasukan mahluk halus kedalam botol, benda pusaka yang bisa berdiri, batu ajaib, indigo indigoan, kesaktian, atau hal hal mistis yang dipertontonkan di Youtube dan TV. Itu supranatural namanya. Orientasi dari supranatual adalah sensasi. Geraknya keluar diri dan berada dalam vibrasi rendah dan gaduh.

Spiritual, secara harfiah berasal dari Bahasa Latin ‘Spiritus’, salah satu artinya adalah ‘Nafas’. Spiritual secara harfiah, salah satu maknanya adalah “Dia Yang Sedang Bernafas“

Lalu siapa sesungguhnya dia yang sedang bernafas itu?

Dan perjalanan panjang evolusi batin manusia dimulai dari sini, dari upaya manusia untuk memahami, siapa sesungguhnya yang sedang bernafas tersebut.

Itulah kenapa, spiritualitas menjadi perjalanan sangat pribadi, yang hanya bisa ditempuh oleh diri pribadi yang bersangkutan. Karena yang bisa merasakan bagaimana rasanya kita yang sedang bernafas, hanya diri kita sendiri.

Ini adalah perjalanan hening kedalam diri yang tidak bisa diwakilkan oleh siapapun, perjalanan yang hanya bisa dialami lewat pengalaman rasa. Bukan lewat kepercayaan dan keyakinan.

Nafas, menjadi gerbang utama manusia mengalami kehidupan. Tanpa nafas, pengalaman rasa kita sebagai manusia tidak akan eksis . Seberapa pentingpun gadget kita, anak anak kita, pasangan kita, semua materi yang kita kumpulkan, tanpa nafas, semua itu tidak berarti. Seluruh drama hidup yang kita alami, susah senangnya, baik buruknya, semua nya kita alami karena kita masih bernafas.

Kita mengawali semuanya lewat nafas, dan kelak juga akan mengakhiri semuanya lewat nafas.

Lalu bagaimana memulai berspiritual ?

Mulailah dari menyadari dan memperhatikan gerak nafas kita sendiri.

Pejamkan mata, rasakan kegelapan yang kita saksikan sesaat begitu kita menutup mata. Dibalik kegelapan itu, kita merasa ada, merasa sadar, itulah kesadaran pada lapisan terluarnya.

Kegelapan yang kita saksikan saat kita memejamkan mata itu, sama dengan kegelapan total yang menyelimuti seluruh jagat, yang merembesi seluruh keberadaan dari inti atom sampai galaksi . Yang membedakan, hanya pengalaman yang dialaminya.

Yang satu, sedang mengalami rasanya menjadi diri kita yang membaca tulisan ini, itulah KESADARAN INDIVIDU / Jagat Alit. Serupa air yang sedang mengalami rasanya menjadi setetes embun. Yang satu, sedang mengalami rasanya menjadi segala sesuatu, itulah KESADARAN SEMESTA / Jagat Agung, serupa air yang sedang mengalami rasanya menjadi samudera tanpa batas.

Air yang sama, hanya mengalami pengalaman yang berbeda beda. Kesadaran Tunggal yang sama, hanya mengalami pengalaman yang berbeda beda.

Selamat mengeksplorasi semesta tanpa batas didalam diri kita masing masing.

Selamat mengakrabkan diri dengan hening dan kegelapan.

Namaste

(“Aku Menghormati Perwujudan MU“ / “Aku Menghormati DIA yang ada didalam dirimu”)

Komentar (2)

Andy Sutioso

Wow senang sekali dengan tulisan keduanya. Semoga berlanjut terus Gunawan. Tulisan pendek ini akan jadi kepingan pembelajaran bagi Rumah Belajar Semi Palar. Jadi terima kasih banyak untuk kontribusinya. Mohon menyampaikan info tambahan tentang AES. Bisa dipelajari lebih jauh di tautan ini. https://ririungan.semipalar.sch.id/atomic-essay-smipa Kalau boleh usul baik untuk menambahkan ilustrasi agar esainya lebih menarik secara visual. Banyak yang menyediakan gambar-gambar royalty free seperti di pexels.com atau unsplash.com. Terima kasih dan salam.

GGunawan Muhtar

Hatur Nuhun masukannya Kak Andy, semoga tulisan ini semakin menambah warna warni di Semipalar Rahayu

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 23 - Agama, Science, dan Spiritualitas

Agama, sciene, dan spiritualitas hadir saling melengkapi. Bila dirasakan ada pertentangan, mungkin kita perlu jeda sejenak, siapa tau, kita terlalu cepat membuat pembatas. Menjaga jarak karena pikiran terlalu cepat menilai dan menghakimi. Jeda dari menilai dan menghakimi akan menghadirkan sesuatu y…

Gunawan Muhtar40
AtomicEssay

AES 13 - Siklus Kesadaran Bumi

Secara astronomi, seluruh benda langit bergerak lewat gaya gravitasinya masing masing. Tak terkecuali bumi dan tata surya kita. Gerak alam semesta ini, bukanlah gerakan acak, tetapi kombinasi tarikan gravitasi, massa, momentum dan pola energi yang sangat presisi. Albert Einstein menyebut keteratura…

Gunawan Muhtar22
AtomicEssay

AES005 Sarvam Kalwidam Brahma

Disclaimer : Bila pandangan ini berbeda dengan agama dan keyakinan yang anda miliki, jadikan tulisan ini hanya semacam cerita fiksi untuk menemani secangkir kopi. Dari sekian banyak negara dibumi, kenapa kita lahir di Indonesia? Padahal banyak negeri lain yang lebih kaya, lebih maju, lebih sejahter…

Gunawan Muhtar13