AtomicEssay

AES 004 - Rindu itu Pilu

gabrielapenulis arsip3

Delapan tahun,
Delapan tahun lalu masih terdengar suara indah, merdu, dan khas yang selalu menyanyikan lagu-lagu lawas dan berhasil memperkenalkan saya dengan musisi legendaris kesukaannya. Bee Gees, Bob Marley, The Beatles, Iwan Fals, The Rolling Stones, dan kawan-kawan yang semua albumnya selalu diputar, setiap hari Minggu pagi sudah menjadi alarm yang memanggil saya untuk bangun dan menikmati hari libur dengan formasi lengkap, enam orang. Hari dimana yang bekerja libur, yang sekolah juga libur, dan dalam dua hari itulah bagi saya menjadi dua hari paling berharga dalam satu minggu, bersama-sama, entah di rumah atau pergi kemanapun angin membawa kami sekeluarga. Sekarang, tujuh hari dalam satu minggu tidak dirasa berbeda, dan tidak lagi ada terdengar lagu-lagu dengan suara bingar dari lantai bawah dan ajakannya untuk bernyanyi atau bermain musik bersama. Seketika tersadar kalau sunyi dan sepi ada suaranya, hanya tinggal terdengar suara AC, film yang saya tonton semalam dan lupa dimatikan, serta siulan burung di luar jendela kamar. Kami semua sudah bertumbuh, dan memiliki aktivitas masing-masing, sampai sempat berpikir 'ternyata lima bisa terasa sepi seperti ini'. 

Beberapa waktu lalu, ketika berkesempatan melihat kegiatan teman-teman TK B yang sedang sibuk membuat surat untuk dikirimkan ke teman lainnya, saya seperti tersentak. Rasanya ingin sekali ikut menulis dan mengirim, walaupun jarak dibatasi oleh kehidupan. Banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan, secara langsung, walaupun tidak mungkin. Sekarang sudah tahun kedelapan, dan seiring berjalannya waktu angka itu akan selalu bertambah. Kami disini sudah tidak lagi berlarut dalam kesedihan dan penyesalan, tetapi akan selamanya merindukanmu, tidak akan pernah hilang, tidak akan pernah pudar. Pelukmu, suaramu, dan segalanya tentang dirimu. Sama seperti judul, rindu itu pilu, tetapi kuat untuk berjalan maju itu perlu. Karena saya yakin, kemanapun kehidupan membawa saya, pa akan selalu melihat dan menjaga saya, mendengar cerita-cerita saya, dan selamanya abadi dalam diri saya. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 005 - Menurutku, Tentang Lilin

'Kecil-kecil cabe rawit' Menurutku, tentang lilin. Kecil ukuran dan sinarnya, besar dampaknya. Ketika berada di keadaan gelap gulita, cahaya sekecil itu dapat terasa sangat terang. Benda yang seringkali kita lupakan ketika siang hari dan dalam keadaan terang, tetapi ketika gelap datang, lilin merup…

gabriela20
AtomicEssay

AES 003 - Bangku Prioritas Transportasi Umum

Salah satu hal yang membuat saya nyaman ketika berada di Jakarta yaitu transportasi umum yang berlimpah, beragamnnya rute dan tipe transportasi juga. Sebagai pengguna setia transportasi umum, saya sangat menikmati waktu yang saya habiskan selama perjalanan. Melihat berpuluh,ratus, ribu wajah asing…

gabriela10
AtomicEssay

AES 002 - Kehidupan Merantau : Sepi atau Bebas?

Kembali lagi di Jatinangor untuk mengurus ijazahku yang tak kunjung tiba. Kembali ke kos lamaku, bersama adikku yang saat ini menjadi maba di kampus yang sama juga. Belum bisa tidur dan jadi mengenang masa-masa merantau di kala itu. Menjadi angkatan online membuatku iri dengan adikku, karena aku ti…

gabriela10