AtomicEssay

AES 0068 Slametan terakhir

Flaviuspenulis arsip2

Sungguh tidak terasa, Siang tadi adalah slametan terakhirku sebagai murid di Semi Palar.

Lima belas slametan, namun tahun ini menjadi puncak slametan dari semua slametan. Tidak seperti biasanya, tahun ini acara slametan dilaksanakan di Smipa. Sebuah keputusan yang tegas, walau jujur aku tidak mengetahui alasan utamanya. Siang tadi, menyadari acara tersebut adalah acara slametan terakhir sebagai murid Smipa sempat beberapa saat aku merasa sedih. Seraya mengecat tembok bak pasir, memaknai setiap momennya sambil berbagi momen pada teman-teman lain. Hari ini aku merasakan sekali makna dari rumah belajar kami Semi Palar, merasakan memiliki dengan bersama beberes. Di rumah belajar ini lah aku berproses menemukan bintang diriku.

Slametan kali ini memang ngena banget pada diriku, kalau tidak ditahan sepertinya sudah keluar tetesan air dari mataku. Dari acara tadi, aku belajar merasakan bahwa kesederhanaan dapat lebih bermakna daripada kemewahan. Sepertinya kalau slametan tadi dilaksanakan diluar Semi Palar, tidak akan ada AES ini. Terimakasih kakak-kakak dan semua panitia yang sudah bertugas, slametan kali ini luar biasa!

Komentar (5)

Andy Sutioso

Flavi, kak Andy tambahan foto ya. Kebetulan kemarin sempat ada dokumentasinya.

Flavius

Wah, oke ka, makasih ka.

mmatheusaribowo

Flavi! Terima kasih sudah memaknai dan berbagi cerita ini.

Flavius

Ka Mamat! Terimakasih juga sudah membaca.

yantisuryanii7

Flavi terima kasih sudah berbagi makna, manis sekali

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES696 Merefleksikan Selametan Rumah Kita

Hari Rabu dari siang ke sore biasanya dijadikan jadwal untuk hari belajar kakak Smipa. Ada yang pleno - rame-rame untuk topik-topik yang sifatnya luas / konseptual kita memang berkumpul bersama seluruh tim agar kita semua punya pemahaman yang selaras. Di luar itu ada pertemuan-pertemuan juga yang n…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES004 Perkara Makna: Dari Kalah Suit sampai Membacakan Puisi

“Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya.” -Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca Sore itu, saya kalah suit melawan Kak Luna. Tidak tanggung-tanggung, saya kalah telak dengan poin 0-3. Sehingga sesuai kesepakatan awal, yang kalah harus maju sebagai perwakilan SMP untuk menjad…

adhmsm64
AtomicEssay

AES 19 Kembali ke Rumah

Konon nama adalah doa. Rumah Belajar, tempat Tumbuh Menjadi Harapan. Di usianya yang kedua puluh, separuh perjalanannya hati bertaut di sini. Tangis tawa sedih haru bungah jangan ditanya. Peluh kesah yang terbayar tunai dengan syukur bahagia kerap tiba. Titik rendah hadir beriringan dengan peluk da…

ratrikendra112