Refleksi

AES 007 GAGANG KACAMATA PATAH DAN HIKMAH LAINNYA SOAL KEHATI-HATIAN

minfadlyrobbypenulis arsip2

755607ADF43C4E18932674179130138E.jpg

Source: Foto pribadi

Setelah shalat Isya saya membuka gagang kacamata sebelah kiri tetapi ia patah dengan mudahnya. Kelihatannya sudah patah terlebih dahulu karena menutup gagang kaca mata tersebut terlalu terburu-buru karena tahiyat sudah menjelang akhir. Meski bingung tetapi banyak belajar dari patahnya gagang kacamata ini terutama soal kehati-hatian.

Saya agak bingung awalnya karena kacamata ini baru beberapa bulan. Usianya belum setahun bahkan baru 5 bulan saja. Lalu saya mencoba menghubungi toko kacamata tempat saya membeli kacamata ini. Mereka menawarkan diskon Rp15.000 setiap membeli frame kacamata dengan model yang sama. Sembari menunggu kacamata baru saya menyambung gagangnya dengan hansaplast saja.

Saya mulai memikirkan ulang lagi. Jika saat itu menutup gagang kacamata ini dengan hati-hati agaknya uangnya tidak akan keluar secara mendadak. Tidak ada pengeluaran dadakan seperti ini. Kehati-hatian memang membuat kita akan tidak membuang sesuatu begitu saja.

Skema pergantian pun cukup banyak. Misalnya membeli frame kacamata yang baru dengan model yang sama. Lalu memindahkan lensanya ke frame yang baru, atau bisa juga mentransfer gagang dari kacamata baru ke frame yang lama. Terlihat mudah namun tetap mengeluarkan uang juga. Awalnya Idul Fitri akan berhemat tetapi nyatanya tidak juga.

 

LEBIH LUAS LAGI DARI PATAHNYA GAGANG FRAME KACAMATA

Dari patahnya gagang frame kacamata saya memikirkan sebuah pelajaran kehati-hatian. Jika pada saat itu lebih hati-hati tidak ada yang patah dan tidak ada pengeluaran uang.

Lebih luas lagi kehati-hatian juga dapat diimplementasikan pada saat memilih untuk masa depan. Misalnya memilih pemimpin negara, memilih universitas, memilih pasangan, dan lain sebagainya. Itu semua harus dipilih dengan penuh hati-hati.

Yang sedang hangat misalnya ketika ketidak hati-hatian itu akhirnya membuat kita sengsara yaitu memilih pemimpin. Keadaan saat ini yang sedang banyak pergolakan adalah hasil dari pemilu 2024 kemarin. Sebagian kita tidak hati-hati dalam memilih. Yang dilihat hanya orkestrasi gimmicknya saja yang menawan sementara idenya soal kenegaraan sudah terlihat semasa debat presiden dan wakil presiden. Akhirnya dari kenaifan saat memilih tersebut kita semua menanggung ketidak hati-hatian suara terbanyak tersebut.

IMG_2168.JPG

Source: Foto Pribadi

Pemenang sudah dilantik. Presiden dan wakil presiden juga sudah melakukan pekerjaannya dari November 2024. Sekarang di fase yang malah makin gelap dengan banyaknya masalah seperti korupsi, kembalinya dwifungsi TNI, dan juga hal hal lainnya yang sedang menanti (worst condition). Kita tidak boleh mematahkan persatuan. Seperti yang saya lakukan pada gagang kacamata saya yang patah, saya rekatkan dahulu dengan hansaplast sembari menanti kacamata yang baru sampai. Maka kita persatukan dahulu persatuan kita bukan mengkotak-kotakan ini pemilih si pemenang tidak berhak kita rangkul. Tidak, jika gerakan kita untuk mengkritik presiden hanya di gelembung saja maka kita harus pecahkan gelembungnya agar gerakannya lebih luas. Pemilih pemenang kemarin tetap harus mengkritik kerja pemimpin agar proses demokrasi tetap berjalan dan para yang terpilih di menara kepemimpinan tidak semena-mena membuat kebijakan.

Seperti gagang kacamata maka jika salah satunya patah kita harus satukan kembali. Rekatkan kembali gagangnya agar kacamata berfungsi kembali dengan utuh. Seperti pilar-pilar demokrasi yaitu eksekutif-legislatif-yudikatif dan juga rakyat yang harus bersatu kembali setidaknya rakyat tidak terpecah-pecah. Persatuan rakyat sangat dibutuhkan akhir-akhir ini agar pemimpin sadar dan malu bahwa mereka sudah menyakiti rakyat. Kita belum bisa memikirkan mengganti dahulu karena ongkosnya cukup banyak yang dibutuhkan adalah persatuan di antara kita dahulu. Sejarah persatuan rakyat sudah terbukti dapat membuat penguasa kembali pada jalannya.

Komentar (1)

Athaillah Alfie

Wah.. Pelajaran yang didapat dari gagang kacamata patah ini nyambung ke politik ternyata..

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Refleksi

AES 012 KENAPA KITA DITAKUTI DENGAN SIMBOL

Pocong bersenjata tajam mulai menakuti kita. Dia muncul di depan pintu, mengetuk. Seolah menakuti walau malah memberikan aroma bau busuk yang terlacak. Polanya punya jejak panjang dengan teror-teror sebelumnya seperti Kolor Ijo, Dukun Santet, dan sebagainya. Kolor Ijo muncul pada era saat ekonomi o…

minfadlyrobby10
Refleksi

AES 006 KIAT-KIAT TIDAK KORUPSI

Source gambar: Gambar Sendiri Korupsi sudah berada dimana-mana dalam lini hidup kita. Ini merupakan tanda paling bahaya yang mengancam kehidupan kita. Alerta-alerta! Korupsi tidak hanya terjadi pada tingkat pegawai-pegawai negeri kita tetapi ini cakupannya sudah memasuki tingkatan bangsa itu sendir…

minfadlyrobby10
Refleksi

AES 005 BERTOBAT DI ATAS AIR

Source: Gambar Pribadi (Berdoa di air) Beberapa daerah di Indonesia dilanda banjir pada awal bulan Maret 2025. Kita seakan menyalahkan hujan. Meski yang fundamental adalah menyalahkan diri sendiri karena kita sudah terlalu tamak dalam mengeksploitasi alam. Banjir melanda Jabodetabek merupakan banji…

minfadlyrobby10