Refleksi

AES 005 BERTOBAT DI ATAS AIR

minfadlyrobbypenulis arsip2

IMG_1931.jpg

Source: Gambar Pribadi (Berdoa di air)

Beberapa daerah di Indonesia dilanda banjir pada awal bulan Maret 2025. Kita seakan menyalahkan hujan. Meski yang fundamental adalah menyalahkan diri sendiri karena kita sudah terlalu tamak dalam mengeksploitasi alam.

Banjir melanda Jabodetabek merupakan banjir kiriman dari Bogor. Hulu sungai Ciliwung tersebut lalu melintasi Jakarta dan sekitarnya. Selain itu intensitas hujan di daerah-daerah tersebut juga cukup tinggi.

Curah hujan tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Kalau dilihat dari sifat air yang menempati ruang seharusnya kita sebagai manusia paham bahwa ruang air di sungai makin sempit sehingga air sungai akan menempati ruang manapun yang dilewatinya. Air sungai tersebut juga akan menerjang apapun yang dilewatinya.

Tanah sebagai ruang serap air tidak dapat menampung air dikarenakan medium yang membantu penyerapan air yaitu pohon juga sangat kurang. Tak dinyana tanah butuh waktu untuk menyerap air lebih panjang.

Pohon-pohon sudah berganti dengan batang-batang beton. Jalur air untuk menemukan tempatnya diserap tanah makin sempit. Belum lagi sungai pun makin sempit. Kita nampak makin tidak berbagi pada air yang langsung dari Tuhan itu sendiri.

Ketika terjadi banjir kita malah menyalahkan hujan yang intensitasnya terlalu tinggi. Kita seolah menyalahkan Tuhan itu sendiri yang menciptakan hujan. Hujan sendiri oleh Tuhan dicipta sebagai penyeimbang alam itu setelah musim panas yang mengeringkan tanah.  Kita seolah lupa apa yang sudah diperbuat oleh diri kita sendiri. Kita ini sudah merusak alam secara serampangan.

Ketika banjir kita tidak introspeksi diri kita sendiri bahwa itu adalah akibat ulah diri kita. Kita tidak menakar ketika membangun bangunan. Tanah di pinggir sungai kita persempit demi membangun bangunan permanen dan tanah yang dapat bernilai ekonomi sehingga dipatok-patok untuk dijual bagi yang mau tinggal dekat sungai.

Juga membuang sampah dan limbah langsung ke sungai membuat sungai kekurangan fungsinya sebagai penyeimbang dan penampung air di sekitarnya.

Pemikiran kita memaknai tanah yang kita tinggali  bertahun-tahun dapat dibangun. Dibangun dengan tanpa kesadaran yang bermartabat. Tanpa memperhatikan bahwa tanah misalnya di gunung haruslah tetap lebat oleh pepohonan. Maka kita sendiri umat manusia yang repot saat alam berbalik marah kepada kita.

Kita seharusnya bertobat secara menyeluruh. Memeluk alam dunia yang kita tinggali. Lalu memikirkan ulang bahwa manusia yang memiliki kecanggihan berpikir dibanding makhluk lain dapat memaknai alam secara bermartabat. Tidak hanya sebagai ruang hidup yang darinya dapat dibangun segala macam bangunan karena kita mempunyai hak untuk itu. Tetapi lupa bertanggung jawab bahwa setiap perbuatan ada konsekuensinya. Karena alam yang kita tinggali ini juga punya skema sendiri dalam hidupnya. Ingatlah bahwa Tuhan yang mengatur alam ini juga bekerja dibaliknya. Ketika kita sembrono dengan alam Tuhan yang akan mengingatkan kita dengan bencana. Bencana alam terjadi karena perbuatan kita sendiri. Apa yang kita perbuat dalam hidup akan kembali ke diri kita sendiri. Bertobatlah berkali-kali dengan Tindakan yang nyata karena Tuhan maha pengampun dan penyayang juga sangat welas asih. Alam pun akan menjawab tobat tersebut dengan ketenangan alam yang serasi dan selaras dalam hidup kita nantinya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Refleksi

AES 012 KENAPA KITA DITAKUTI DENGAN SIMBOL

Pocong bersenjata tajam mulai menakuti kita. Dia muncul di depan pintu, mengetuk. Seolah menakuti walau malah memberikan aroma bau busuk yang terlacak. Polanya punya jejak panjang dengan teror-teror sebelumnya seperti Kolor Ijo, Dukun Santet, dan sebagainya. Kolor Ijo muncul pada era saat ekonomi o…

minfadlyrobby10
AtomicEssay

AES124 - Mengenai Sampah

Sudah dua minggu penjelajahan, mengurus rumah dan membagi tugas antara kami berenam saja. Mulai terlihat betapa segala hal yang kami lakukan ada dampaknya. Harus rajin mencuci baju, kalau tidak akan repot mencari tempat di jemuran. Senang sekali rasanya lihat banyak jemuran kering. Harus segera man…

Ara Djati51