AES 007 Manajemen Peluh
Lei1
Pernah ga kamu menangkap diri sendiri sedang fokus banget dalam pusaran overthinking? (kita singkat jadi ovt ya biar ga cape jempol aku ). Udah gitu, subjek ovt-nya juga ga segitu mengerikan. Daya kita buat mencegah atau mengatur hal yang dikhawatirin juga ga ada. Terjebak kekesalan dan penyesalan kl udh bikin keputusan yang ternyata cm efektif 70% instead of 100% dari kesempurnaan yg kita dambakan. Duh, nanaonan sih? Padahal kita tau betul kesempurnaan udh ada pemiliknya dan sudah pasti bukan kita pula kan?
Sudah cukup lama aku berusaha memperhatikan emosi diri lebih dekat, terus belajar dan melatih diri untuk lebih bisa melepaskan, mengikhlaskan dan chill aja, dude! Urgensinya kurasa cukup tinggi karena aku tiba pada kesadaran jika kita terlalu berpeluh soal hal-hal kecil (sweat the small stuff), kita secara ga sadar sedang mengirimkan sinyal ke alam semesta bahwa kita belum siap menangani hal-hal yang lebih besar.
Bayangin aja. Mengelola setiap detail secara mikro menyedot energi kita seperti kebocoran tipis2. Kekecewaan berlebih atas keputusan "tidak efektif" seperti lupa pilih free ongkir pas check out di marketplace atau kekhawatiran tingkat dewa seperti stres ketika memantau perjalanan anak naik ojol dan memikirkan apakah driver gojek akan memilih rute persis seperti yang kubayangkan memang seems urgent at the moment, tapi justru membentuk kebiasaan resistance. Lagian ya, driver juga tentunya memilih berdasarkan pertimbangan dia saat di lapangan. Kalau dia belok kiri instead of kanan emang Bunda di rumah mau apa? nyusul via teleport buat ngarahin gitu? padahal kan bisa cukup pantau aja, sambil terus mendoakan. Terpenting adalah anaknya nyampe, selamat. Udah.
Micro managing itu seperti bilang pada semesta, "Tunggu dulu, aku nggak bisa tangani lebih banyak sampai piksel ini lurus." Dan plop, peluang untuk bertumbuh, seperti dapet proyek impian atau rezeki tak terduga, jadi tertunda. Vibes kita berteriak scarcity, anxiety, bukan openness and abundance.
Mengkhawatirkan pilihan-pilihan remeh bikin aku capek, sampai melewatkan alur barakah yang lebih besar. Solusinya? Serahkan aja lah hal yang kecil-kecil itu. Berhenti sejenak, tarik napas yang dalam dan ingat ada yang, Maha Hidup dan Maha Memelihara. Percaya, hal-hal sepele itu akan terselesaikan sendiri saat kita melepaskan cengkeraman. Ini juga jadi membebaskan ruang pikiran kita untuk yang lebih penting: Berkarya penuh bahagia, membangun koneksi yg lebih dalam dgn orang di sekitar, dan dukungan semesta yang membentang dengan indah mendukung mimpi2 kita.
Lain kali ketika ovt merayap masuk, kenali dan amati dulu, terus tanyain ke diri sendiri: Apakah ini sepadan untuk mengorbankan kedamaianku? More often than not jawabannya ngga sih. Mari semangat untuk belajar bisa lebih melonggarkan. Krusial ini tuuh karena alam semesta selalu memperhatikan. Kita sebenarnya udh siap untuk lebih—biarkanlah mengalir.
Komentar (2)
Punten saya share ini Lei, mudah-mudahan bisa membantu memberikan jawaban.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES002 Refleksi di Balik Cucian Piring
Sebagi wanita multi tasking, kegiatan mencuci piring, sering jadi momen untuk aku melakukan refleksi di luar kegiatan ibadah rutin. Tangan tetap bergerak, tapi pikiran bisa bermain, karena aku jadi bisa ngobrol dengan diri sendiri. Sekelumit pertanyaan dasar: Kenapa aku tidak nyaman hari ini? Apa…

AES870 Meng-atas-i Pikiran
Sudah cukup lama mengamati bahwa entah kenapa semakin ke sini, semakin banyak orang yang bicara tentang over-thinking. Menarik. Tantangan berikutnya adalah memahami bagaimana pikiran manusia bekerja. Kenapa kita semua tidak berhasil mengelola, menata pikiran kita agar tidak berlebihan. Dari mana pi…

AES001 Pengaruh Perbaikan Jalan di Tol Pasteur terhadap Mood dan Selera Humor di Pagi Hari
Lagi-lagi kejebak macet di luar tol Pasteur gara-gara ada perbaikan jalan. Ini sudah perbaikan jalan yang ke-7 kali—atau mungkin yang ke-8, saya lupa—dalam 3 bulan belakangan. Anak saya masuk sekolah pukul 07:45 WIB, kira-kira 15 menitan lagi, dan mobil kami baru masuk barisan paling belakang dalam…




