AtomicEssay

AES 0115 Tuntutlah Ilmu

Flaviuspenulis arsip2

Setelah banyak berunding merancanakan camping di puncak Gunung Burangrang selama kurang lebih 2 minggu, akhirnya kami berangkat.

Saat itu pagi sekali, aku terbangun dengan semangat teringat hari itu adalah hari kami camping. Awalnya ide camping merupakan ide Adrien yang ku dukung dan usahakan terlaksana, kami mengajak Yanuar dan Mikha namun hanya Yanuar yang akhirnya ikut. Sekitar jam 11, setelah sedikit penundaan karena Yanuar ingin mengajak temannya aku langsung menjemput Adrien sambil bertamu dan berbincang sedikit dengan orangtuanya, karena menunggu Adrien packing beberapa barang pelengkap terakhir. Aku dan Adrien sudah meramu dengan lengkap semua peralatan dan makanan yang akan kami bawa sejak jauh hari. Setelah beres packing kami langsung ciao kalo kata Yanuar mah hahaha. Aku dan Adrien menyusul Yanuar dan temannya yang sudah menunggu di gerbang UPI, namun saat sampai bertemu ternyata motor temannya mogok. Alhasil aku dan Adrien pergi ke basecamp mentari Gunung Burangrang duluan dengan tujuan kami muncak duluan dan mereka berdua nyusul.

"Bujet!" kata yang menggambarkan jalan motor ke basecamp mentari, jalan batu dan rumput kasar dengan lebar sekitar 50 cm kalo ke kanan masuk solokan kalo ke kiri jatuh ke kebun orang, bahkan aku driver handal pun sempat beberapa kali berhenti karena tisoledat. Sesampainya di basecamp kami disambut oleh kekosongan, dan telepon dari Yanuar, karena jadinya kami akan jalan bersama sebab temannya motornya harus bermalam di bengkel. Sekitar 40 menit kami mengobrol dengan bapak penjaga yang akhirnya muncul juga, Yanuar parkir nyaman disebelah kiri motorku.

Setelah sedikit persiapan barang, tiket, helm, dan segala lah pokonya akhirnya kami berangkat menyampaikan salam kepada bapak penjaganya. Semangat kami sangat membara, melupakan kapasitas diri. Eh belum sampai ke pos-1 (ada 4 pos) tiba-tiba perutku berulah, mual tidak karuan rasanya seperti ingin muntah, aku duduk sambil istirahat pusing sendiri mikir kacau gaakan kuat ke puncak, bahkan aku sampai meminta maaf kalau misalnya kami tidak sampai puncak. Ulah Mami yang memberi ide aku sarapan mie instant dan Yanuar yang memberi ide makan siang batagor doang pedes banget lagi padahal minta mang-mangnya gak pedes hahaha. Luar biasa, bahkan aku heran. Flavi yang biasanya kuat dan perkasa bisa tergeletak duduk dengan muka pucat setelah kurang dari 1 kilo mendaki gunung. Tapi saat itu sepertinya aku udah pasrah haha, diriku hanya bisa berdoa menyerahkan semuanya ke tuhan, berminggu-minggu persiapan untuk hasil yang sia-sia.

Part 2 ~ AES 0116 Flavi!!

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 00120 Semi Palar dalam satu cerita

Dapat dibilang, aku cukup kenal dengan Semi Palar. Rumahku. Tempatku berproses selama 15 tahun, mengikuti jejak dari ketiga kakakku. Naungan diri dalam perjalanan jalan berkelok-kelok mencari bintangku. Aku masih ingat, waktu masih balita, aku mengangkat tangan saat ditanya "Siapa yang orangtuannya…

Flavius31
AtomicEssay

AES 0119 Emojis'

Emojis are... awesome‍. Lately, I've been addicted to emojis, they’re so fun and mesmerizing to use. I find them amusing yet oddly complicated and hard to fully grasp. A little chitchat with Ara somehow brought up the topic. I think it started with spamming emojis, and I sarcastically said, "Who ev…

Flavius10
AtomicEssay

AES 0118 Below the Stars

The night sky always mesmerizes me, a endless reminder of how vast and mysterious the universe is. I remember getting excited to visit my Oma house, just to hear her stories about the universe. A few nights ago, I went stargazing while camping. As the night goes on, the skies cleared, and I lost my…

Flavius00