AES 015 - MELIHAT DENGAN JERNIH
NGOBRAS 15 - MELIHAT DENGAN JERNIH
Tulisan ditulis Senin 14-9-26 13.15-14.47
Ngobras kali ini dimulai dengan 'Mengamati Sendok & Kacamata'. Saya karena 'Hilang Konsentrasi' di awal, jadi rada tulalit salah konsep. Baru kemarin ini ngobrol dengan Bu Firda, ternyata 'Melihat Apa Adanya' (saya pikir : "Melihat dari Sisi Lain). Ahaha nah itu pentingnya 'Ulah Ngalamun', sebentar saja 'Langsung Miss' sampai ketemu Moderator baru tau error ^^. Saya berbagi tulisan dari apa yang saya tangkap ya. Semoga ternikmati ^^.
Orang tua sekarang jarang memberikan 'Ruang Mengamati' namun lebih sering 'Langsung Berkesimpulan'. Tidak 'Melihat Apa Adanya' namun sudah 'Terbumbui' dari bentukan 'Pengetahuan / Pengalaman'. Hal ini berdampak ke anak, tidak membiarkan mereka habiskan 'Penasaran / Rasa Ingin Tahu' dengan 'Mengamati' namun 'Langsung Berikan Jawaban'. Justru dengan 'Mengamati Apa Adanya' dahulu, akan melatih 'Kepekaan / Kesadaran' dan mengembangkan 'Sikap Kritis' anak.
Biarkan anak 'Learn By Experience'. Memang ada resikonya maka penting ada 'Ban Serep', bersiap bila ada hal buruk terjadi, 'Persiapan Antisipasi'. Ya bersyukur kalau tidak ada kejadian, namun bila ada kejadian pun 'Sudah Persiapan'. Tepatnya 'Mengarahkan Kekhawatiran' ke arah yang berguna bukan berkutat dalam 'Kekhawatiran Kemarahan' . Dengan terlebih dahulu 'Melihat Apa Adanya' maka 'Pengalaman Pengetahuan' sebelumnya tidak membuat 'Over Ride' yang berujung 'Over Thinking' (yang belum tentu kejadian). Seumpama kejadian buruk terjadi pun, tetap 'Belajar' juga dari 'Hal Buruk' agar setiap pengalaman bisa jadi 'Bermakna' (Meaningfull).
Usahakan sebelum bertindak, coba 'Mengambil Jarak' (Beri Ruang) sehingga 'Melihat Lebih Luas'. Lewat 'Pengalaman Saat Krisis' kita pun belajar 'Ambil Keputusan' dengan cepat, karna 'Sudah Belajar' dari pengalaman sebelumnya. Istilahnya 'Go Through Experience'.
Mengapa kita 'Mudah Marah' ? Karena ada 'Ego yang Dicolek'. Ketika anak 'Melakukan Kesalahan', maka kita 'Jangan' dalam posisi 'Menyerang' karna anak akan 'Devensif' (tidak terbuka). Waktu kita 'Tenang', maka komunikasi bisa 'Dibuka'. Hati-hati 'Judgement' akan 'Mengunci' orang sehingga tidak ada ruang 'Transformasi'. Jangan sampai 'Mengunci' anak dalam indentitas yang 'Kita Buat'. Bangunlah 'Ruang Nyaman' untuk 'Perubahan'. Ketika anak sakit karena 'Kesalahan-nya' sendiri, terlepas dia yang salah, saat itu yang dibutuhkan 'Kasih Sayang' bukan 'Penghakiman'. Waktu temani anak tidak akan lama jadi 'Enjoy The Moment'. Persiapkan anak 'Menuju Dewasa', biar dia belajar 'Ambil keputusan' & 'Belajar dari Pengalaman'.
Komentar (2)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES-014 - Ngobras Kehidupan Setelah Smipa
NGOBRAS 12-8-26KEHIDUPAN SETELAH SMIPATulisan dibuat Senin 14-9-26 9.19-12.28Menarik dari pembahasan ngobras di Agustus. Tentang 'Petualangan' anak-anak kita yg sekarang sudah jadi alumni KPB. Rata-rata sudah berumur 26 tahunan. Namun dari muka-mukanya yang sudah mengalami petualangan dengan penuh…
AES013 - NGOBRAS KE 9 - TENTANG SMIPA - 18-6-26
. Karna Ngobras terakhir, dan TIDAK TERLIHAT ADA TEMA, maka omongan mengalir kemana-mana.. Catatan ini AGAK ACAK, dan agak tercampur dengan PERSEPSI dari pencatat. Jadi TOLONG DIKOREKSI bila salah, dan DITAMBAHKAN bila kurang.. Obrolan yang BERHUBUNGAN, akan COBA DISATUKAN dengan topik, sehingga AG…
AES012 - Puisi Picisan di Ngobras 18-6-26
Ini sebenarnya puisi waktu sy utlah kemarin2, tapi dipikiri2 ok juga dibagikan dibacakan ^^. Ada perubahan dari versi awalnya, semoga ternikmati ya ^^. Masuki tahun pelajaran yang entah ke berapa...Memang sedih nyatanya bertambah tuaNamun senang mengarung beramai riaMenerus belajar serasa kembali m…

