AES 051 Barangkali Memang Harus Seperti itu
Tidak terasa sudah hampir satu tahun Kak Rizal membersamai Teman Tuma. Segala bentuk rasa menemani isi hati Kak Rizal selama satu tahun belakangan ini. Kak Rizal jadi semakin tahu bagaimana menjadi manusia seutuhnya, meskipun sampai kapan pun rasanya manusia tidak akan pernah benar-benar genap.
Selama satu tahun ini, Kak Rizal membersamai Teman Tuma dengan segala kepincangan yang ada dalam jiwa, pemikiran, dan pola perilaku Kak Rizal sendiri. Kadang Kak Rizal bertanya-tanya, apakah segala upaya dalam mendidik kalian sudah benar atau belum. Namun nampaknya, justru Kak Rizal yang banyak dididik oleh kalian.
Berbagai ucapan kalian sering membuat Kak Rizal berpikir dan merefleksikan diri sendiri. Seakan-akan beberapa ucapan dari kalian adalah cerminan dari diri dan perilaku Kak Rizal terhadap orang tua Kak Rizal dahulu. Pada akhirnya, menjadi Kakak di Semi Palar bukan hanya tentang pekerjaan atau status semata. Kak Rizal merasakan amanat dan tanggung jawab yang luar biasa besar. Namun Kak Rizal percaya, untuk berjalan di atas tanah ini, kita memang harus memikul beban yang paling tepat agar hidup memiliki makna yang mampu menyentuh bagian terdalam dari jiwa kita.
Teman Tuma, Kak Rizal sayang sekali pada kalian. Maafkan Kak Rizal ya, karena masih banyak kekurangan yang meliputi diri ini. Terima kasih karena selalu mengingatkan kalau tulisan Kak Rizal sering typo di tantangan. Terima kasih karena selalu mengingatkan Kak Rizal untuk tetap tegas. Kak Rizal berharap masih bisa terus bersama kalian dan berusaha memunculkan versi diri yang paling baik untuk kalian. Semoga kalian selalu sehat. Terima kasih sudah mengajarkan begitu banyak hal.
Entah kenapa, Kak Rizal merasa bahwa menyadari kekurangan diri adalah bentuk kesadaran yang paling tinggi, dan mungkin akan selalu begitu. Kak Rizal tidak ingin menyalahkan siapa pun atas apa yang terjadi dalam hidup Kak Rizal sekarang—bagaimana Kak Rizal tumbuh, bersikap, dan menjalani hidup. Kak Rizal memahami betul segala kerentanan dalam diri ini.
Semoga Kak Rizal bisa meninggalkan satu kepingan diri di dalam diri kalian. Semoga Kak Rizal bisa semakin mengenal dirinya sendiri. Semoga Kak Rizal bisa terus menjaga amanah “Kak Rizal” di dalam diri ini.
Teman Tuma, semoga kalian bisa terus tertawa dan bahagia. Maafkan segala kekesalan yang pernah Kak Rizal lakukan kepada kalian, juga keputusan-keputusan yang mungkin membuat kalian bingung. Maafkan segala ketidaksempurnaan ini.
Teman Tuma, semoga riuh suara kalian menjadi hening yang paling khidmat ketika Kak Rizal terdiam memandang langit sepulang sekolah. Semoga riuh kalian menjadi bentuk harap yang berdendang di setiap detak jantung Kak Rizal. Semoga riuh suara kalian menjadi gema yang menyebarkan pesan-pesan kebaikan.
Teman Tuma, negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Namun Kak Rizal berharap, suatu hari nanti kalian bisa ikut mengubahnya. Kak Rizal bangga pada kalian. Kak Rizal sangat mencintai negeri ini dengan segala kecacatannya. Semoga suatu saat nanti kalian terus membuat riuh itu bergema di sudut-sudut harapan setiap manusia.
Semoga kalian akan selalu mengingat wajah Kak Rizal dan senyum Kak Rizal.
Terima kasih semuanya.
Terima kasih Semi Palar.
Terima kasih untuk segala hal.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 052 Last Dance
Judulnya memang terdengar sangat sinematik ya, hahaha. Tapi entah kenapa judul itu tiba-tiba terlintas di kepalaku. Tahu tidak kapan aku memikirkannya? Saat bermain bebentengan bersama Teman Tuma dan orang tua mereka. Aura perpisahan sebenarnya tidak terlalu terasa. Namun entah kenapa, saat aku mel…
Rizalk4711
AES050 Menjadi Petugas Upacara
(Gambar diambil dari kamera hapenya Kak Anzel) "Tidak pernah terpikirkan" Itulah kalimat yang pertama kali terlintas ketika aku mengetahui bahwa aku akan menjadi pemimpin upacara. Nampaknya, tanggal 17 Juli 2025 akan menjadi tanggal yang berkesan bagi diriku. Setelah libur panjang, tentu saja kami,…
Rizalk4740
AES049 Kamu Kenapa Sih Meursault?
Beberapa hari lalu aku baru saja menyelesaikan buku yang bertajuk orang aneh The Stranger (L'Étranger) karya Albert Camus, buku ini aku beli di penerbit Kakatua, dan aku sangat senang sih, terjemahannya cukup mudah dimengerti, dan juga aku penasaran terhadap karya Albert Camus. Orang Aneh mencerita…
Rizalk4700