AES 13 Dorongan
"Dan anda menyadari bahwa dorongan hidup dan arti hidup yang seutuhnya adalah: terpenuhinya kepentingan diri sendiri melalui pengorbanan bagi orang lain."
Dari sebuah kalimat di atas ada sebuah hal yang sering kita temukan yaitu, ga enakan sama orang lain. "Terpenuhinya kepentingan DIRI SENDIRI melalui PENGORBANAN bagi orang lain". Jadi kita akan merasa puas dan senang (yang menjadi kepentingan diri), dengan cara berkorban, mendahulukan orang lain dan membantu orang lain. Biasanya setelah melakukan hal berbentuk pengorbanan kita akan merasa senang dan puas dengan apa yang kita perbuat pada saat itu. Menjadi sebuah makna tersendiri bagi setiap orang yang berbeda. Mungkin akan ada yang merasa sudah seharusnya mengalah, atau mungkin merasa menjadi jagoan atau yang paling benar ketika membantu atau berkorban, dan ada juga yang merasa puas dan mendapatkan pelajaran dari apa yang telah ia perbuat. Mendapatkan pandangan terhadap posisi orang yang mungkin sedang buru-buru lalu kita mengalah, atau mungkin orang yang berkebutuhan khusus kita berikan tempat duduk di kendaraan umum dan banyak bentuk yang lain.
Selain dari konteks pengorbanan diatas kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa "Jangan berbuat jahat jika tidak mau di jahati", "Kita harus baek sama orang jadi nanti bakal ada orang baek juga sama kita". Kelihatannya 2 kutipan diatas cukup jauh dari kata berkorban karena kepentingan diri sendiri namun konsep awalnya tidak jauh berbeda yaitu berkorban. Jika kita di jahati jangan balas jahat cukup doakan dan diam serta meminta pertolongan. Lalu kalimat keduanya kita harus selalu beramal baik memiliki rasa empati pada orang lain dan bersyukur atas diri kita sendiri yang diberikan lebih untuk berbagi pada orang yang membutuhkan.
Pengorbanan adalah kata memiliki banyak arti dengan setiap sudut pandang orang yang berdeda maka juga akan berbeda maknanya. Ada seseorang memahami kata pengorbanan sebagai hal yang kita memberikan seluruh atau sebagian besar dari apa yang kita miliki kepada orang yang lebih membutuhkan. Padahal pengorbanan hanya sesimple kita mengalah dan menyatukan ide 1 dengan kepala yang lain. Karena menyatukan ide tersebut kita harus mengorbankan sebuah ide dari diri kita sendiri atau orang lain namun tetap di bagi porsi rata. Pengorbanan tidak selalu berbentuk fisik mungkin juga berbentuk antrian dimana kita mengalah kepada orang yang darurat atau bahkan di jalan raya ketika ada ambulance lewat kita mengalah dan mengorbankan posisi kita demi ambulance itu lewat sebab kita tahu mereka sedang dalam kondisi darurat dan butuh cepat karena yang mereka ingin selamatkan adalah nyawa orang lain.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 35 Lama Sudah
Spontan saja ketika malam hari aku merasa butuh menuliskan sesuatu di ririungan. Kurasa banyak yang telah berubah dan berganti seiring berjalannya "waktu". Seharusnya sih seperti itu, karena aku percaya semesta dan alam sudah mengatur semuanya dengan begitu baik dan sempurna, mereka bekerja sama de…
AES 34 {titik awal} bagian kepala
Kepala Raja dari ikan tuna di samudera lepas Mendapat mandat berubah menjadi salmon Perjuangan sang raja menjadi lebih sulit Berenang melawan arus formalisasi dunia ini Gencar merusak akar pondasi pohon sang raja tidak lagi berenang mengarungi samudra bersama kawanannya Perjuangannyq masih satu tuj…
AES 33 {titik awal} bagian tragedi, paragraf ke 7
industri paling berdosa adalah industri persepsi. disinilah pandangan kita sebagai manusia di permainkan oleh manusia lain. namun itu tidaklah salah dan berdosa, hingga manusia yang melihat termakan dan terseret persepsi tersebut. Persepsi tidak selalu mengenai hal yang berbau visual, namun sudut p…
