AES 15 Naluri Sang Beruang

Malam akhir pekan ini kunikmati bersama Tao Of Pooh. Pertama kali membaca versi bahasa Inggrisnya di Kineruku. Lalu setelah belasan tahun kemudian, akhirnya sampai di tanganku dari toko milik seorang sahabat di Yogya.
Membaca buku ini seperti disadarkan, lagi dan lagi. Lewat dialog sederhana dengan Pooh, beruang yang tak pernah meminta lebih dari apa yang ia punya, Benjamin Hoff menuturkan fenomena pemikiran yang seakan rumit dalam keseharian, menjadi sesuatu yang sederhana namun mendasar.
"Kepintaran memiliki berbagai keterbatasan."
"Kita tidak harus berpura-pura menjadi ahli Filsafat Abstrak, yang mengajukan pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan dan muncul dengan jawaban yang tidak ada maknanya.
Yang harus kita lakukan adalah mengakui Sifat Dalam dan bekerja dengan Hal-hal Sebagaimana Adanya Mereka. "
"Sifat Dalam, tidak bisa dibodohi. Namun banyak orang tidak melihat atau mendengarkannya, dan akibatnya tidak mengerti diri mereka sendiri."
Sudah lama saya mengagumi A.A. Milne dengan kisah Pooh dan teman-temannya. Sungguh tak mudah merangkai cerita sederhana, dengan begitu banyak makna filosofis tersirat di dalamnya. Ia bisa dinikmati sebagai dongeng untuk anak, namun juga bisa menjadi media refleksi mendalam bagi orang dewasa.
Setiap tokoh dalam buku Pooh merepresentasikan kecenderungan sifat khas atau karakteristik manusia, yang seringkali kita jumpai dalam lingkar sosial kita. Ada tokoh yang polos, baik hati, pesimis, bersemangat, pintar, hingga bijaksana. Perbedaan sudut pandang diantara mereka kerap menjadi kelucuan, yang seringkali secara tak sadar kita sedang menertawakan diri sendiri.
Melalui Tao Of Pooh, kita diajak untuk menyelami pendekatan untuk memahami diri dan semesta. Menakar porsi, ada yang bisa dan perlu diubah dalam diri. Namun, ada pula Hal-hal Sebagaimana Adanya Mereka yang bekerja di bawah kekuatan Yang Maha Kuasa. Lupa, kadang kita merasa paling benar, dengan kacamata dan arah pandang yang segitu-gitunya. Mudah-mudahan seiring perjalanan, banyak hal yang disadari dan bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik, untuk diri dan sekitar. Amin.
Komentar (2)
Selalu menikmati tulisan² kak Wiwit. Apalagi kali ini tentang Pooh. Sosok yang sama² saya kagumi. Nuhuun.
Dengan senang hati, Kak Andy. Nuhunn
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES181 Totto Chan
Totto Chan, buat banyak sekolah alternatif, atau aktivis pendidikan, Totto Chan adalah buku yang sangat inspiratif. Berkisah tentang Totto Chan, anak kecil yang pergi ke sekolah unik, yang ruang kelasnya adalah dua buah gerbong kereta api yang sudah tidak terpakai. Kepala sekolahnya, Mr. Sosaku Kob…

AES002 Kenapa Kisah Sulit Selalu Lebih Membekas?
Jujur, pemikiran ini tiba-tiba lewat di kepalaku setelah aku selesai membaca ulang buku Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela dan Laskar Pelangi. Aku ngerasa ada perbedaan perasaan yang lumayan kontras setelah membaca kedua buku itu. Di buku Totto-chan, walaupun sekolah mereka emang unik dan punya tan…
Nawwa22
AES 31 talas, ikan asin, dan papringan
Hari Selasa ini kami pergi mengunjungi Mbak Siska di rumahnya yang kurang lebih 30 menit jauhnya dari Dusun Ngadiprono. Rumah Mbak Siska terletak di Dusun Pongangan, di daerah yang cukup tinggi, di samping acara pernikahan dengan musik yang mendebarkan jantung. Kami sampai di sana dan langsung disa…
vania20
