AES 26 Terkurung di Dalam Kebebasan
Penyesalan adalah suatu bentuk perasaan yang timbul akibat suatu perbuatan seseorang yang membuat orang tersebut tidak akan lagi melakukan hal yang sama. Terkadang perasaan menyesal ini tidak selalu datang dari hal buruk yang kita lakukan diawal namun terkadang hal baik saja bisa membuat kita menyesal telah melakukan hal tersebut. Contohnya memutuskan untuk masuk komunitas yang mendukung kesetaraan gender namun pada saat masuk isinya mereka menjatuhkan orang orang yang tidak satu jalan dengan mereka dan menjelek-jelekannya. Hal ini sering sekali terjadi di lingkungan hidup manusia. Bahkan seekor hewan pun bisa merasa menyesal walaupun tidak memiliki akal budi. Perasaan menyesal yang timbul dan paling berasa di kehidupan saat ini adalah membuat suatu keputusan. Keputusan-keputusan yang diawal kita kira akan menjadi hal yang positif dan tidak negatif malah terjadi sebaliknya dan juga hal yang kita kira akan memberikan suatu kebaikan malah menjadi suatu pukulan terbesar dalam hidup ini. Perasaan menyesal ini timbul dari diri kita namun yang membuat kita memiliki rasa menyesal adalah faktor luar yang tidak bisa di kontrol dari diri kira sendiri. Jujur perasaan menyesal ini sudah timbul beberapa kali dalam 4 bulan terakhir, hal ini yang sangat mengganggu keseharianku dalam berkegiatan. Dulu saya berpikir bahwa semua hal bisa berubah dan menjadi lebih baik jika kita bisa beradaptasi, mengalah, memahami orang lain dan berpendapat jika ada yang tidak sesuai namun semua hal itu berkata lain. Hal-hal tersebut malah menjadikan suatu boomerang yang mengenai leher dan membelah kepala dari badan ku, berusaha melakukan segala yang terbaik namun hasil berkata demikian. Segala pemikiran kritis dan egois katanya dapat menyakiti orang lain. Aneh sekali hidup ini tidak seperti apa yang ku bayangkan dan persiapkan sebelumnya. Suatu hal yang berubah secara acak dan terlalu liar membuat diri ku tidak bisa memegang apapun di kehidupan yang sekarang ini. TIdak adanya jaminan sedikit pun sebab segala sesuatu di tentukan oleh diri sendiri. Aku adalah orang yang realistis jika di tanya soal berpendapat dan memberi saran, namun masih banyak orang yang tidak bisa menerima fakta dan relitanya. Seolah pendapat tersebut dianggap menyerang pihak lain sehingga merugikan pihak tersebut. Sementara niat dari segala niat untuk diri sendiri dan lingkungan adalah kebaikan bukan menjatuhkan. Hal ini adalah pukulan terhadap mental, fisik dan mempengaruhi otak seorang manusia. Tidak lah mudah menerima semua hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, namun jika hal tersebut sudah merugikan dan tidak bisa membuat kita menjadi lebih baik sudah saatnya untuk di lepaskan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 35 Lama Sudah
Spontan saja ketika malam hari aku merasa butuh menuliskan sesuatu di ririungan. Kurasa banyak yang telah berubah dan berganti seiring berjalannya "waktu". Seharusnya sih seperti itu, karena aku percaya semesta dan alam sudah mengatur semuanya dengan begitu baik dan sempurna, mereka bekerja sama de…
AES 34 {titik awal} bagian kepala
Kepala Raja dari ikan tuna di samudera lepas Mendapat mandat berubah menjadi salmon Perjuangan sang raja menjadi lebih sulit Berenang melawan arus formalisasi dunia ini Gencar merusak akar pondasi pohon sang raja tidak lagi berenang mengarungi samudra bersama kawanannya Perjuangannyq masih satu tuj…
AES 33 {titik awal} bagian tragedi, paragraf ke 7
industri paling berdosa adalah industri persepsi. disinilah pandangan kita sebagai manusia di permainkan oleh manusia lain. namun itu tidaklah salah dan berdosa, hingga manusia yang melihat termakan dan terseret persepsi tersebut. Persepsi tidak selalu mengenai hal yang berbau visual, namun sudut p…
