AES 38 Sendiri

Saya saat ini belum ada ide apa-apa. Jadi hanya sekedar menulis tentang ketidak-adaan ide. Yang pasti saat ini menjelang tengah malam dalam keadaan lelah dan akan menuju saat hening sebelum kemudian istirahat.
Pernah tidak anda berpikir bahwa jaman sekarang kita tidak dapat lagi mengatakan bahwa kita sendirian? Mungkin memang secara fisik kita sendirian seperti saya saat ini, di kamar akan beristirahat sementara Kano masih sibuk melakukan sesuatu di depan komputernya sambil tertawa-tawa hang out dengan teman-temannya secara virtual. Nina di bawah juga di depan monitor sibuk menulis dan berkutat dengan ribuan data risetnya. Saya, sendirian sambil menulis ketiadaan ide. Tapi saya tidak merasa sendirian.
Kenapa saya tidak merasa sendirian? Karena sekarang ini kalau saya mau, tinggal ngetik di salah satu grup WA dan pasti sebentar kemudian ada yang menyahut! Yang perlu saya lakukan hanya mengeksekusi sebuah inisiatif!
Dulu kebersamaan itu mahal. Ingin ngobrol dengan sahabat harus bayar karena jarak dan waktu itu sangat bernilai. Jarak membutuhkan alat untuk menjadi dekat, dan waktu membutuhkan biaya dan pengorbanan untuk bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi. Telepon misalnya, harus bayar! Alat digunakan untuk menghilangkan jarak sehingga dapat berbicara, waktu harus dikompensasikan dengan biaya dengan membayar pulsa.
Lagi lagi Bill Evans dan Adderley menemani saya dengan permainan pianonya dan saxophone yang indah. Menemani saya merenung sebelum memasuki saat hening. Tadi saya membaca tentang musik dan angka 7 dari kedua kakak di Smipa. Oh iya, rumah saya di Bandung no 7 loh hahaha... tapi di sini nomor 54, kalo ditambahkan maka sama dengan 7 ditambah 2 hahaha maksa!
Menulis di Atomic Essay Smipa itu seru ternyata. Tidak terasa sebentar lagi akan menulis yang ke-40. Artinya saya sudah setia menulis setiap hari non stop (kecuali 2 hari kosong karena saya jadi sopir ke South Dakota) ini bentuk kesetiaan yang keren! Belum pernah saya menulis setiap hari selama 1 bulan penuh. Wow!
Tiba-tiba ada pesan masuk," Saya sedang pulang dari Tarakan menuju Sidoarjo, doakan semoga tidak ada halangan dalam perjalanan. Selasa akan sampai di Jawa Timur!" Kata teman SMA saya. Tuh khan benar bahwa saya tidak sendirian? Jaman sekarang sulit untuk bisa benar-benar sendirian. Well, bisa sih. Jauhkan saja diri dari alat komunikasi, maka kesendirian bisa dikondisikan. Tapi kita mahluk sosial, kesendirian akan menjadi masalah, tapi sebuah study mengatakan bahwa "Time spent alone, but not lonely, is a strong indicator of global well being". Nah khan?
Ternyata menulis tanpa ada ide bisa juga ya walau carut marut, yang penting saya tetap setia menulis. Nah sekarang saya sungguh-sungguh akan memasuki saat hening lalu istirahat. Waktu sudah menunjukkan pukul 12:11. Hari baru telah lahir. Saatnya untuk bersyukur!***
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11