#AES 66 Mengontrol Keadaan?

"Orang yang berkesadaran akan mengontrol dirinya, sementara yang belum memiliki kesadaran akan berusaha mengontrol keadaan."
Entah dari mana datangnya, kutipan di atas tiba-tiba bersliweran di kepala pekan lalu. Tak jauh-jauh mencari, lalu kutemukan hal-hal yang kuanggap relate dengannya.
Kuamati perbedaan ini dalam hal-hal sederhana di keseharian. Dalam kehidupan modern hal ini semakin terlihat, misalnya ketika kita masuk ke dalam ruangan dan merasa gerah, kita cenderung langsung mencari AC atau kipas angin. Alih-alih, terlebih dulu mencoba menenangkan diri dan mengatur napas yang mana itu turut menjaga suhu tubuh. Setelah dipikir-pikir, ternyata banyak juga contoh dari kutipan di atas. Misalnya,
Melihat sampah atau bagian kotor dari lingkungan terdekat, yang berkesadaran akan bergerak membersihkan, atau minimal takkan ikutan membuang sampah dan mengotori, yang belum berkesadaran mungkin akan (reaktif) ngomel marah atau cuek saja ikut menambah kotor. Begitu pula menilik ke dalam pikiran kita. Kan, katanya harus adil sejak dalam pikiran, tetapi ketika pikiran kita mulai mengarah pada niat tak baik, tenang saja kita hanyut menambahi. Bukannya menyadari dan mengubah (pespektif) pikiran kita ke jalur kebaikan. Mulainya dari dalam pikiran dulu, kan?
Mungkin ini juga yang dimaksud dalam pepatah Tiongkok kuno, "lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan." Mereka yang berkesadaran takkan berhenti pada "resah" yang disalurkan melalui "marah". Menyalakan lilin bisa jadi gagasan solusi tanpa perlu lagi basa-basi. Menyala abangku!
Sumber foto: Dhivakaran S/Pexels
Komentar (1)
Sepakat . Jadinya nyambung ya sama tulisan saya yang juga tentang lilin.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 102 Berbagi Jalan
MengALAMI kembali pengALAMAN intens bersepeda di jalanan Bandung sebulan ini, gagasan utopisku tetiba muncul. Bahwa mungkin dengan naiknya tren bersepeda serta konsistennya kami, BaikSirkel dalam mengisi ruas-ruas jalanan kota dengan sepeda, akan TURUT MEMELANKAN RITME KOTA YANG RASANYA SEMAKIN TER…

AES 101 Kembali ke Akar?
Frasa "Kembali ke Akar" akan selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diuji dan dicerna di lambung pikir dan rasa. Pada sebuah hari yang santai, karena memang begitu hari-hariku kini, tetiba panggilan suara berkunjung ke gawaiku atas nama Bayu Mango. Dari balik telepon itu tertangkap sehelai pe…

AES 100 Sampai
Sampailah kita pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, mengantarkan Kawan Marwas ke depan pintu gerbang petualangan dan jenjang baru, kelas 4. Tak lupa juga jenjang lain yang pernah bertualang bersama dan berbagi kegembiraan. Bersamaan dengan ini, berakhir pula masa bakti saya sebagai te…
