AES001 Adaptasi dihari pertama
Pagi ini terasa sangat dingin, pepohonan seakan mengikuti saya dalam perjalanan menuju sekolah. Tak lupa saya mendengarkan payung teduh untuk memulai hari dan siap bertemu dengan teman-teman baru, meski beberapa temanku melanjutkan disini. Saya langsung menuju ke tempat kami akan memulai kegiatan hari ini yaitu perpustakaan yang sedang menyelesaikan masalah pada tv karena kami akan menonton sebuah film yang sejak awal saya sudah tebak film itu berjudul "Gie".
Kami duduk melingkar membuat suasana jadi lebih hangat, tak lupa kami berdoa dan waktu hening rasanya seperti memulai semuanya dari nol. Sesi yang saya sudah tunggu-tunggu yaitu sesi perkenalan yang dimana saya lemparkan satu lelucon yang bisa dibilang "tidak lucu". Lelucon yang saya keluarkan berbunyi "pulau pulau apa yang bisa diprint" semua berfikir dengan kuat, entahlah mereka berfikir apakah ini candaan atau hanya omong kosong belaka.
Semua menyerah, kemudian saya menjawab dengan bangganya "pulau pulau yang bisa diprint adalah Raja A4". Semua tertawa dengan candaan pagi ini, syukurlah rencana saya tidak sia-sia. Kami segera menonton sebuah film yang pernah saya tonton sekitar tahun 2023 yang memang secara sinematografinya bener-bener rapih saya akan menjelaskan sedikti filmnya di paragraf selanjutnya.
Film Gie ini bercerita tentang sosok Soe Hok Gie dari masa kecilnya, saat menjadi aktifis, juga akhir hayatnya. Tempo film ini tidak konsistem kadang kecepatan, kadang kelambatan itu yang bikin penonton sedikit bigung meski tidak membuat penonton ambigu berat. Sinematrografinya juga sangat bagus untuk eranya, misal close up shot yang biasanya buat mengambil ekpresi sang aktor dan banyak variasi pengambilan yang dipakai di film ini. Selain pengambilan gambar, musik juga sangat mendukung salah satu yang saya ingat adalah "nurlela" dari Bing Slamet yang sangat melegenda pada jamannya.
Mungkin itu sedikit ulasan kecil saya di artikel ini, masih banyak hal yang dapat saya ulas yang bisa anda lihat di blog saya (iklan sejenak). Selesai menonton kami langsung beristirahat dari film itu dan saya cukup senang untuk permulaan, entahlah kedepannya saya akan berkata demikian atau tidak tapi rasanya kembali ke sekolah seakan-akan membuat saya harus adaptasi dengan lingkungan sekolah lagi. Semoga saya dapat lulus dari sini dan tidak dengan tangan hampa, sekian dari saya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

AES193 Menulis Kanji
Tulisan di Ririungan tanggal 15 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, terpantau sudah satu bulan lamanya saya tidak menulis di Ririungan seperti biasanya. Bukan karena tidak ingin menulis, tapi barangkali karena saya sedang menunggu sesuatu yang cukup menarik untuk dituliskan dalam sebuah esai…

AES192 Melihat Lebih Dekat
Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

